Kudeta Turki Picu Harga Minyak | Bestprofit Futur Bandung

150928b

Bestprofit Futur Bandung –

Harga minyak sempat naik ke atas $46 per barel di perdagangan after-market, terpicu kabar upaya kudeta di Turki.

Presiden Turki Tayyip Erdogan, melalui panggilan video facetime, mengklaim memegang pengawasan penuh atas pemerintahan di Turki usai malam tadi faksi angkatan darat negara tersebut mengumumkan telah mengambil alih kekuasaan.

Kontrak WTI pada akhir sesi hari Jumat sempat menguat hingga $46,33 per barel dalam perdagangan after-market setelah ditutup di harga $45,95 per barel. Brent, yang mengakhiri perdagangan di $47,61 per barel, sempat menyentuh harga $48,25 per barel di perdagangan after-market.

Turki adalah salah satu titik transit utama pengapalan minyak dunia. Kapal tanker minyak dari Laut Kaspia melewati selat Bosporus dan Dardanelles menuju Eropa melalui Laut Hitam. Pipa minyak dari Asia Tengah dan Irak juga melewati Turki.

Bloomberg memperkirakan paling sedikit ada 10 kapal tanker minyak sedang berada di wilayah sekitar pelabuhan di Turki saat upaya kudeta berlangsung. Salah satu pejabat di Kementerian Energi Turki, kepada Bloomberg, menyatakan distribusi minyak melewati pipa di wilayah Turki tidak terdampak oleh upaya kudeta.

Harga minyak sebelumya telah terdongkrak oleh penetapan force majeur oleh Exxon atas ladang minyak Qua Iboe di Nigeria. Pernyataantersebut adalah deklarasi force majeur ketiga tahun ini di Nigeria. Harga minyak mentah dalam dua bulan terakhir barayun antara $44—US$51 per barel usai meninggalkan titik terendah 12 tahun pada Februari. International Energy Agency menyatakan pergerakan harga minyak masih akan labil meskipun periode banjir pasokan sudah terlewati.

Bloomberg memperkirakan paling sedikit ada 10 kapal tanker minyak sedang berada di wilayah sekitar pelabuhan di Turki saat upaya kudeta berlangsung. Salah satu pejabat di Kementerian Energi Turki, kepada Bloomberg, menyatakan distribusi minyak melewati pipa di wilayah Turki tidak terdampak oleh upaya kudeta.

Harga minyak sebelumya telah terdongkrak oleh penetapan force majeur oleh Exxon atas ladang minyak Qua Iboe di Nigeria. Pernyataantersebut adalah deklarasi force majeur ketiga tahun ini di Nigeria. Harga minyak mentah dalam dua bulan terakhir barayun antara $44—US$51 per barel usai meninggalkan titik terendah 12 tahun pada Februari. International Energy Agency menyatakan pergerakan harga minyak masih akan labil meskipun periode banjir pasokan sudah terlewati.

Sumber

best profit , best profit futures, bestprofit, bestprofit futures,

pt best profit, pt best profit futures, pt bestprofit, pt bestprofit futures

http://www.bestpftf.com

http://www.bestprofit-bandung.com

http://www.bestprofit-futuresbandung.blogspot.com