Tag Archives: Oil

Harga Minyak Acuan Melemah

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak acuan melemah usai persediaan minyak mentah yang tidak terduga dan bensin di Amerika Serikat (AS) meski permintaan kuat. Hal itu mengingat pelaku pasar mempertimbangkan kemungkinan kenaikan produksi minyak mentah OPEC untuk tutupi kekurangan pasokan dari Iran dan Venezuela.

Persediaan minyak mentah AS naik 5,8 juta barel pada pekan lalu. Sementara itu, stok bensin naik 1,9 juta barel. Hal itu berdasarkan data the Energy Information Administration (EIA).

“Biasanya Anda tidak melihat pasokan pada saat ini. Hal itu berkaitan dengan ada perayaan Memorial Day dan musim panas mendatang. Kami harap hasilnya imbang. Ada pasokan besar itu mengejutkan,” ujar Tariq Zahir, Managing Member Tyche Capital Advisors, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (24/5/2018).

Harga minyak Brent melemah 23 sen menjadi USD 79,80 per barel. Sementara itu, harga minyak AS turun 36 sen menjadi USD 71,84 per barel.

Best Profit

“Persediaan 5,8 juta barel minyak itu mengundang pertanyaan dari mana minyak ini berasal. Ketika Anda melihat angka-angka itu tidak masuk akal. Ini benar-benar mengejutkan” ujar Analis Price Futures, Phil Flynn.

Ia menambahkan, peningkatan persediaan AS berasal dari kombinasi penurunan ekspor dan peningkatan impor. Menurut Flynn, hal tersebut mengejutkan. Hal ini karena minyak mentah Brent diperdagangkan lebih mahal USD 7 dari harga minyak mentah Amerika Serikat. Ini membuat ekspor lebih menarik.

Memang Sinopec, pengilangan terbesar di Asia akan meningkatkan impor minyak mentah AS ke level tertinggi. Ini karena China mencoba mengurangi defisit perdagangannya dengan AS. Hal itu berdasarkan sumber Reuters yang mengetahui hal tersebut.

Harga minyak naik hampir 20 persen pada 2018. Kenaikan harga minyak terutama didorong pemangkasan pasokan oleh the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan mitranya termausk Rusia.

Bestprofit

OPEC dapat memutuskan meningkatkan produksi minyak setelah Juni. Ini karena produksi Venezuela tertekan, sanksi AS terhadap Iran, dan pemerintahan AS menyuarakan keprihatinan terhadap reli harga minyak.

“Sepertinya setiap harga di atas USD 80 menarik untuk dijual sekarang dan berpotensi membawa harga minyak konsolidasi. Saya pikir USD 77,50 atau bahkan USD 75 mungkin jadi fokus,” ujar Manager Senior Saxo Bank Ole Hansen.

Selain itu, harga minyak juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik yang dapat melemah produksi global.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Naik Karena Penurunan Pasokan

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak mentah jenis Brent yang merupakan patokan harga dunia naik pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) setelah sebelumnya terus terombang-ambing. Pendorong kenaikan harga minyak karena adanya kekhawatiran penurunan pasokan akibat masalah di Venezuela dan Iran.

Namun kenaikan tersebut tertahan karena komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai perang dagang antara AS dengan China juga menjadi penekan harga minyak.

Mengutip Reuters, Rabu (23/5/2018), harga minyak jenis Brent berjangka naik 35 sen atau 0,44 persen menjadi USD 79,57 per barel. Pada pekan lalu, harga minyak patokan global ini sempat melampaui angka USD 80 per barel untuk pertama kalinya sejak November 2014.

Sedangkan untuk harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) di AS turun 11 sen atau 0,15 persen menjadi USD 72,13 per barel. Harga minyak mentah AS ini sebelumnya juga menyentuh level tertinggi sejak November 2014 di angka USD 72,83 per barel.

PT Bestprofit

Harga minyak berjangka mundur dari sesi tertinggi pada perdagangan Rabu sore setelah Trump mengatakan dia tidak senang dengan pembicaraan perdagangan antara AS dan China, tetapi tetap membuka pintu untuk negosiasi lebih lanjut.

“Perdagangan minyak positif karena adanya kenaikan permintaan energi, tetapi jika masuk perang dagang akan berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi sehingga mempengaruhi permintaan,” jelas analis Price Futures Group di Chicago, AS, Phil Flynn.

Selain itu Trump juga mengatakan bahwa kemungkinan besar pertemuan besar antara dirinya dengan Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong Un tidak akan berlangsung seperti direncanakan di tengah kekhawatiran Kim akan menolak menyerahkan senjata nuklirnya.

Sedangkan yang menjadi pendorong kenaikan harga minyak adalah langkah Pemerintah AS memberlakukan sanksi baru terhadap Venezuela menyusul terpilihnya kembali Presiden Nicolas Maduro pada hari Minggu.

Best Profit

Menurut analis langkah tersebutu dapat semakin mengekang produksi minyak Venezuela yang sudah berada pada titik terendah dalam beberapa dekade.

Pendorong lainnya adalah kekhawatiran tentang penurunan potensial ekspor minyak Iran setelah keluarnya Washington dari kesepakatan pengendalian senjata nuklir dengan Teheran.

Pada Senin kemarin, AS meminta Iran melakukan perubahan besar setelah sebelumnya diduga melakukan menjalankan program nuklir dalam perang saudara Suriah. Jika negara tersebut tidak melakukan peubahan maka akan menghadapi sanksi ekonomi yang berat dari AS.

Iran menolak ultimatum Washington dan seorang pejabat senior Iran mengatakan itu menunjukkan Amerika Serikat sedang mencari-cari kesalahan Iran.

Venezuela dan Iran adalah anggota OPEC yang telah mengendalikan produksi sejak Januari 2017 untuk menyingkirkan kelebihan pasokan yang pada pertengahan 2014 menyebabkan jatuhnya harga minyak mentah.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Mentah Dunia Menguat

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak mentah dunia menguat. Bahkan harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) mencapai level tertingginya sejak 2014, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa penurunan produksi minyak Venezuela seiring pelaksanaan pemilihan presiden di negara tersebut dan potensi sanksi terhadap negara anggota OPEC.

 

Melansir laman Reuters, Selasa (22/5/2018), harga minyak mentah berjangka AS  ditutup naik 96 sen, atau 1,4 persen,menjadi US$ 72,24 per barel. Ini setelah sempat menyentuh US$ 72,33, posisi tertinggi sejak November 2014. Dalam penutupan perdagangan, harga  patokan minyak AS berada pada posisi tertinggi baru dalam 3-1/2 tahun di US$ 72,59 per barel.

 

Sementara harga minyak mentah berjangka Brent naik 71 sen, atau 0,9 persen menjadi US$ 79,22 per barel. Dalam perdagangan akhir, harga patokan minyak global ini naik menjadi US$ 79,59 per barel, naik lebih dari satu dolar dari penutupan sebelumnya.

 

Harga minyak menguat lebih lanjut karena Presiden AS Donald Trump yang berdiskusi dengan Rusia dan China tentang rencana mengeluarkan utang baru bagi Venezuela. Trump menandatangani perintah eksekutif pada hari Senin yangmembatasi kemampuan Venezuela untuk melikuidasi aset-aset negara, menurut seorang pejabat senior pemerintah kepada wartawan.

 

Adanya pembatasan apapun terkait pembiayaan, logistik atau pasokan listrik terhadap Venezuela dapat semakin menekan output minyak mentah negara tersebut.

 

“Ini sudah turun sedikit, tetapi ada harapan bahwa penurunan akan dipercepat. Namun semakin banyak pandangan bahwa hal ini bisa seburuk Libya di hari-hari terburuknya, bahwa produksi minyak Venezuela bisa jatuh ke persentase yang sangat kecil dari apa yang mampu dilakukan negara ini,” kata Jamie Webster, Direktur Senior Boston Consulting Group.

Bestprofit

Presiden sosialis Venezuela, Nicolas Maduro, menghadapi kecaman internasional yang meluas setelah terpilih kembali pada akhir pekan. Bahkan, Amerika Serikat secara aktif mempertimbangkan sanksi minyak terhadap Venezuela. Padagal, output minyak negara ini telah turun hingga sepertiga dalam dua tahun ke posisi terendah dalam beberapa dekade.

 

“Momok sanksi minyak AS pada produsen Amerika Latin seperti yang terjadi saat ini, sangat membayangi dunia,” kata Ahli Strategi PVM Oil Associates Stephen Brennock dalam sebuah catatan.

 

Adapun harga minyak Brent terdorong melewati US$ 80 per barel pekan lalu, untuk pertama kalinya sejak 2014. “Dan pasar mungkin sekali lagi mencoba untuk menghapus rintangan itu,” kata Gene McGillian, Wakil Presiden Penelitian Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

 

Selain masalah produksi Venezuela, kekhawatiran geopolitik bahwa sanksi AS terhadap Iran dapat mengekang ekspor mentah negara itu juga menyebabkan harga diperdagangkan lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

 

Selain itu, kemungkinan tertundanya perang perdagangan antara AS dengan China setelah dua ekonomi terbesar dunia sepakat untuk menjatuhkan ancaman tarif. Kedua negara diketahui memutuskan memperluas perjanjian perdagangan, menurut Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

 

“Menstabilkan hubungan perdagangan antara negara-negara dapat meningkatkan permintaan minyak,” McGillian menambahkan.

 

Harga minyak mentah jatuh pada perdagangan Jumat. Namun, untuk harga minyak mentah Brent masih berada di jalur kenaikan enam pekan berturut-turut yang didorong oleh jatuhnya produksi Venezuela, permintaan global yang meningkat, dan sanksi AS terhadap Iran.

PT Bestprofit

Mengutip Reuters, Sabtu (19/5/2018), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli turun 26 sen atau 0,3 persen menjadi USD 79,04 per barel. Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga minyak ini menembus angka USD 80 per barel, untuk pertama kalinya sejak November 2014.

 

 

Penurunan harga minyak pada Jumat ini lebih disebabkan investor melakukan aksi ambil untuk setelah harga minyak cetak rekor. Sepanjang tahun ini, harga minyak mentah Brent telah menguat sekitar 20 persen.

 

Sedangkan untuk harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni turun 21 sen menjadi USD 71,28 per barel. Harga minyak berjangka ini berada di jalur untuk kenaikan minggu ketiga berturut-turut.

 

“Harga minyak sudah terlalu tinggi atau kelebihan, sehingga mendorong aksi ambil untung dan sesi perdagangan menuju akhir pekan,” jelas analis senior energi Interfax Energy’s Global Gas Analytics, London, Inggris, Abhishek Kumar.

 

Sumber

liputan6.com

 

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG