Tag Archives: Oil

Harga Minyak Turun Tipis

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak turun tipis akibat meningkatnya tensi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang diperkirakan akan mengurangi permintaan minyak mentah global dan pengetatan pasokan potensial karena sanksi AS terhadap Iran.

Dilansir dari Reuters, Selasa (18/9/2018), harga minyak mentah jenis Brent merosot USD 4 sen menjadi USD 78,05 per barel, sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun USD 8 sen menjadi USD 68,91 per barel.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, mengatakan pada hari Senin bahwa dia memperkirakan Amerika Serikat akan segera mengumumkan tarif atas tambahan barang-barang China senilai $ 200 miliar. Pejabat pemerintah mengatakan pada hari Sabtu bahwa Presiden Donald Trump kemungkinan akan mengumumkan tarif baru pada awal pekan.

“Kebijakan baru AS itu memiliki potensi untuk menjadi ‘pembunuh’ permintaan minyak,” kata Bob Yawger, Direktur Mizuho di New York.

Wall Street tumbang pada hari Senin (Selasa pagi WIB), membebani minyak berjangka, pada ekspektasi bahwa pemerintahan Trump akan segera menerapkan tarif impor baru terhadap China dan negeri Tirai Bambu berjanji akan membalasnya.

PT Bestprofit

Penurunan harga minyak masih tertahan potensi penurunan pasokan dari sanksi AS terhadap Iran. Sanksi yang mempengaruhi sektor perminyakan Iran akan mulai diberlakukan mulai 4 November. Volume ekspor minyak mentah Iran telah menurun sebanyak 580.000 barel per hari dalam tiga bulan terakhir, analis Bank of America Merrill Lynch mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien.

“Kami percaya bahwa efek penuh dari sanksi minyak Iran belum terlihat dan kami merasa bahwa fase antisipatif sanksi 5-6 minggu mendatang akan dikaitkan dengan minat beli spekulatif yang stabil,” kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.

Ekspor minyak Iran telah jatuh dalam beberapa bulan terakhir karena lebih banyak pembeli, termasuk pembeli terbesar kedua India, memotong impor menjelang sanksi AS yang berlaku pada bulan November. Washington bertujuan untuk memangkas ekspor minyak Iran ke nol untuk memaksa Teheran merundingkan kembali kesepakatan nuklir.

Best Profit

Sejak musim semi ketika administrasi Trump mengatakan akan memberlakukan sanksi, pedagang minyak mentah telah menetapkan harga dalam premi risiko yang mencerminkan kekurangan pasokan yang mungkin terjadi ketika ekspor dari Iran, produsen OPEC terbesar ketiga, terpangkas.

Menteri Energi AS Rick Perry mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat bahwa dia tidak mengharapkan adanya lonjakan harga dan memprediksi Arab Saudi, AS dan Rusia dapat meningkatkan produksi minyak global dalam 18 bulan ke depan.

Pada Senin, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan semua skenario yang mungkin untuk produksi minyak dapat dibahas pada pertemuan OPEC dan negara-negara non-OPEC di Aljazair bulan ini. Negara raksasa minyak Saudi Aramco akan menghabiskan lebih dari 500 miliar riyal (USD 133 miliar) untuk pengeboran minyak dan gas selama dekade berikutnya, kata seorang eksekutif perusahaan senior.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Tertekan Perang Dagang

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak harus mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Jumat meskipun di awal perdagangan sempat reli. Rencana pengenaan tarif tambahan AS kepada China menjadi salah satu sentimen yang menjadi beban harga minyak.

Mengutip Reuters, Sabtu (15/9/2018), di awal perdagangan harga minyak naik dipicu rencana Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo untuk memberikan konferensi pers tentang sanksi baru terhadap Iran.

“Ini meningkatkan kemungkinan bahwa akan ada lebih sedikit minyak yang keluar dari sana,” kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group.

Namun, kenaikan harga tersebut langsung tertahan karena adanya laporan mengenai rencana Presiden AS Donald Trump yang menginstruksikan kepada seluruh pembantunya untuk melanjutkan pengenaan tarif kepada produk-produk China dengan nilai mencapai USD 200 miliar.

Pada pukul 11.00 siang waktu New York, harga minyak metah Brent naik lebih dari USD 1 per barel. Namun kemudian setelah adanya laporan mengenai perang tarif tersebut, harga minyak jatuh 4 sen menjadi USD 78,12 per barel.

Bestprofit

Harga minyak yang menjadi patokan harga dunia ini pada Kamis juga mengalami tekanan dan jatuh lebih dari 2 persen setelah sehari sebelumnya mencetak angka tertinggi sejak 22 mei di USD 80,13 per barel.

Sedangkan untuk harga minyak AS atau West Texas Intermediate (WTI) naik 29 sen menjadi USD 68,88 per barel setelah turun 2,5 persen pada perdagangan Kamis.

Setelah seminggu mengalami volatilitas yang tinggi, harga minyak Brent mengalami kenaikan mingguan 1,6 persen dan WTI 1,6 persen.

Pada perdagangan Kamis, harga minyak turun lebih dari dua persen dengan harga minyak Brent susut dari level tertinggi dalam empat bulan.

Hal ini didorong investor fokus dengan risiko krisis negara berkembang. Ditambah sengketa perdagangan dapat menekan permintaan bahkan ketika pasokan mengencang.

The International Energy Agency memperingatkan meski pasar minyak mengetat dan permintaan minyak dunia akan capai 100 juta barel per hari dalam tiga bulan mendatang, risiko ekonomi global memuncak.

PT Bestprofit

“Ketika memasuki 2019, kemungkinan risiko yang kami prediksikan datang dari ekonomi negara berkembang, sebagian besar karena depresiasi mata uang terhadap dolar AS. Hal itu dapat meningkatkan biaya impor energi,” seperti dikutip dari badan internasional energi tersebut, seperti dikutip dari laman Reuters.

Selain itu, risiko dari ketegangan perang dagang juga pengaruhi harga minyak. Adapun harga minyak dunia Brent turun USD 1,56 atau dua persen ke posisi USD 78,18 per barel. Harga minyak acuan tersebut sentuh posisi level tertinggi pada Rabu pekan ini di posisi USD 80,13, yang merupakan level tertinggi sejak 22 Mei.

Harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) merosot USD 1,78 atau 2,5 persen ke posisi USD 68,59 per barel. Kedua harga minyak acuan itu membukukan kenaikan terbesar dalam satu hari.

“Harga tergelincir di awal sesi seiring investor fokus pada laporan the IEA,” ujar Direktur Mizuho, Bob Yawger.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Turun Lebih dari 2 %

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak turun lebih dari dua persen dengan harga minyak Brent susut dari level tertinggi dalam empat bulan.

Hal ini didorong investor fokus dengan risiko krisis negara berkembang.  Ditambah sengketa perdagangan dapat menekan permintaan bahkan ketika pasokan mengencang.

The International Energy Agency memperingatkan meski pasar minyak mengetat dan permintaan minyak dunia akan capai 100 juta barel  per hari dalam tiga bulan mendatang, risiko ekonomi global memuncak.

“Ketika memasuki 2019, kemungkinan risiko yang kami prediksikan datang dari ekonomi negara berkembang, sebagian besar karena depresiasi mata uang terhadap dolar AS. Hal itu dapat meningkatkan biaya impor energi,” seperti dikutip dari badan internasional energi tersebut, seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (14/9/2018).

Selain itu, risiko dari ketegangan perang dagang juga pengaruhi harga minyak. Adapun harga minyak dunia Brent turun USD 1,56 atau dua persen ke posisi USD 78,18 per barel. Harga minyak acuan tersebut sentuh posisi level tertinggi pada Rabu pekan ini di posisi USD 80,13, yang merupakan level tertinggi sejak 22 Mei.

Best Profit

Harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) merosot USD 1,78 atau 2,5 persen ke posisi USD 68,59 per barel. Kedua harga minyak acuan itu membukukan kenaikan terbesar dalam satu hari.

“Harga tergelincir di awal sesi seiring investor fokus pada laporan the IEA,” ujar Direktur Mizuho, Bob Yawger.

Ia menambahkan, harga minyak kembali tertekan usai Presiden AS Donald Trump mengunggah status dalam akun media sosial twitter yang menyatakan AS tidak berada dalam tekanan untuk buat kesepakatan perdagangan dengan China.

Perusahaan AS di China kena imbas dari memuncaknya perang dagang antara AS dan China. Hal itu berdasarkan survei. Sejumlah pelaku usaha AS pun melobi pemerintahan Trump untuk kembali mempertimbangkan dalam melakukan pendekatan.

Bestprofit

Pemerintahan AS pun mengundang China untuk kembali melakukan pembicaraan di tengah persiapam penerapan tarif barang impor China senilai USD 200 miliar.

Sekretaris Energi AS, Rick Perry memuji anggota Organisa Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia untuk mencegah lonjakan harga minyak selama kunjungan ke Moskow.

Sedangkan harga minyak pada pekan ini didukung oleh penarikan lebih besar dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS, dolar AS melemah dan penurunan produksi AS. Hal itu berdasarkan catatan Commerzbank.

Produksi minyak mentah AS turun 100 ribu barel per hari menjadi 10,9 juta pada pekan lalu Karena industri hadapi kendala kapasitas pipa.

Meski produksi mingguan tergelincir, AS mungkin melampaui Rusia dan Arab Saudi untuk menjadi produsen minyak mentah terbesar di dunia. Meski EIA tidak mempublikasikan produksi minyak mentah Rusia dan Arab Saudi dalam jangka pendeknya, EIA berharap produksi AS akan terus melebihi produksi Rusia dan Arab Saudi hingga 2019.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG