Tag Archives: komiditi

Harga Minyak Mentah Brent Menguat

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak mentah Brent menguat pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta) dan menutup kerugian yang telah dicetak sebelumnya. Pendorong kenaikan harga minyak ini adalah kekhawatiran mengenai kapasitas cadangan menyusul peringatan dari International Energy Agency (IEA).

Mengutip Reuters, Jumat (13/7/2018), harga minyak mentah jenis Brent naik USD 1,05 per barel untuk menetap di USD 74,45 per barel. Harga minyak ini rebound dari harga terendah pada sesi sebelumnya yang ada di angka USD 72,67 per barel.

Pada perdagangan Rabu, harga minyak yang menjadi patokan global ini merosot USD 5,46 atau 6,9 persen yang merupakan penurunan harian terbesar dalam dua tahun. Sedangkan untuk harga minyak mentah AS turun 5 sen menjadi USD 70,33 per barel, setelah kehilangan 5 persen pada sesi sebelumnya.

Bestprofit

International Energy Agency memperingatkan para produsen dunia mengenai bantalan cadangan atau bantalan pasokan minyak dunia yang kemungkinan akan menyentuh ambang batas karena adanya penurunan produksi di beberapa negara.

Analis Again Capital Management, John Kilduff menjelaskan bahwa adanya gangguan pasokan dari salah satu anggota organisasi pengekspor minyak (OPEC) yaitu Venezuela menjadi pendorong kenaikan harga minyak.

“Masalah produksi di sana menjadi pengingat bahwa masalah-masalah itu sedang berlangsung,” katanya. Beberapa negara memang telah mengalami penurunan produksi karena berbagai hal. Negara-negara tersebut antara lain Venezuela, Norwegia, Kanada dan Libya.

Pada saat yang sama, AS telah meningkatkan retorikanya terhadap sanksi kepada anggota OPEC, Iran, yang kemudian juga memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga minyak. Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak anjlok seiring meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China akan berdampak terhadap harga minyak.

PT Bestprofit

“Informasi utama tentang Libya hanyalah pemicu.Aksi jual ini hari ini merupakan spekulatif. Hedge Funddan manager lainnya bertaruh dengan ambil posisi beli kemudian menarik kembali dari posisi yang ditambahkan karena hargaminyak mentah dekati level tertinggi dalam 3,5 tahun lalu,” ujar John Saucer,Wakil Presiden Direktur Mobius Risk Group, John Saucer, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (12/72018).

Tekanan jual meningkat ketika ketegangan sektor dagang antara AS dan China menimbulkan kekhawatiran permintaan. Tarif baru lebih dari USD 200 miliar terhadap barang China membuat harga komoditas termasuk harga minyak tertekan ikuti wall street. Ini karena ketegangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia makin intensif.

“Meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China telah dorong risikoterhadap harga minyak,” ujar Analis Senior Interfax Energy, Abhishek Kumar.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Dunia Acuan Brent Menurun

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak dunia acuan Brent alami penurunan terbesar satu hari dalam dua tahun ini.Hal itu seiring meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China akan berdampak terhadap harga minyak.

Sentimen lainnya Libya yang akan buka kembali pelabuhannya meningkatkan harapan pasokan yang terus meningkat. Harga minyak Brent turun USD 5,46 atau 6,9 persen ke posisi USD 73,40 per barel. Penurunan itu terbesar sejak 9 Februari 2016. Harga minyak mentah AS susut USD 3,73atau lima persen menjadi USD 70,38 per barel.

Aksi jual dimulai pada awal sesi usai perusahaan minyak nasional Libya mengatakan akan membuka kembali pelabuhan yang ditutup sejak akhir Juni.

“Informasi utama tentang Libya hanyalah pemicu.Aksi jual ini hari ini merupakan spekulatif. Hedge Funddan manager lainnya bertaruh dengan ambil posisi beli kemudian menarik kembali dari posisi yang ditambahkan karena hargaminyak mentah dekati level tertinggi dalam 3,5 tahun lalu,” ujar John Saucer,Wakil Presiden Direktur Mobius Risk Group, John Saucer, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (12/72018).

 

Tekanan jual meningkat ketika ketegangan sektor dagang antara AS dan China menimbulkan kekhawatiran permintaan. Tarif baru lebih dari USD 200 miliar terhadap barang China membuat harga komoditas termasuk harga minyak tertekan ikuti wall street. Ini karena ketegangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia makin intensif.

Best Profit

“Meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China telah dorong risikoterhadap harga minyak,” ujar Analis Senior Interfax Energy, Abhishek Kumar.

Dolar AS perkasa juga menekan harga minyak. Laporan inflasi AS yang kuat secaramengejutkan akan meningkatkan prospek the Federal Reserve atau bank sentral ASakan menaikkan suku bunga acuan dua kali lagi pada 2018. Dolar AS yang menguat dapat melemahkan komoditas berdenominasi dolar AS seperti minyak mentah.

“Keprihatinan perdagangan telah menekan.  Jika tarif barang impor dikenakanakan berdampak terhadap pertumbuhan dan permintaan global. Chinamerupakan pembeli utama minyak mentah AS,dan mengatakan dapat kenakan pajak atas minyak AS jika ketegangan perdagangan meningkat,” ujar Kepala Riset CMC Markets,Michael McCarthy.

Selain itu, Libya National Oil Corp juga menyatakan, empat terminal ekspor dibukakembalii usai faksi timur menyerahkan pelabuhan akhiri kebuntuan yang telah menutup sebagian besar produksi minyak Libya.

Produksi minyak Libya telah jatuh ke posisi 527 ribu barel per hari dari 1,28 jutabarel per hari pada Februari usai penutupan pelabuhan pada akhir Juni.

Bestprofit

“Bantuan Libya mengubah pembicaraan tentang kapasitas cadangan. Kekhawatirantentang kurangnya kapasitas cadangan telah sebabkan minyak mentah reli,” ujarJohn Kilduff, Partner Again Capital Management.

Prospek sanksi AS terhadap ekspor minyak mentah dari Iran membantu dorong harga minyak dalam beberapa pekan terakhir.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuturkan, pemerintahan AS akan pertimbangkanpermintaan dari beberapa negara untuk dibebaskan sanksi. Karena pada November mencegah Iran ekspor minyak. Sebelumnya pemerintahan AS mengatakan negara-negara harus hentikan semua impor minyak Iran mulai 4 November atau hadapi pembatasan keuangan AS.

Selain itu, pasar juga abaikan data pemerintah AS yang menunjukkan stok minyak mentah merosothampir 13 juta barel pada pekan lalu.

“Terlepas dari penarikan luar biasa dalam persediaan minyak mentah, pasar berada di bawah tekananusai kilang hasilkan rekor bensin pada pekan ini,” kata dia.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Mentah Dunia Naik

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak mentah dunia naik didukung kondisi pasar saham yang lebih baik dari perkiraan dan kekhawatiran pasokan di Norwegia dan Libya. Kenaikan terjadi meskipun dipengaruhi indikasi jika Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan permintaan keringanan sanksi minyak bagi Iran.

Melansir laman Reuters, Rabu (11/7/2018), harga minyak mentah berjangka Brent naik 79 sen menjadi USD 78,86 per barel. Sebelumnya, harga patokan minyak global mencapai sesi tertinggi di USD 79,51 per barel. Adapun harga minyak mentah AS naik 26 sen menjadi USD 74,11, setelah mencapai posisi tertinggi USD 74,70 per barel.

Persediaan minyak mentah AS turun pada minggu lalu sebesar 6,8 juta barel, menurut data dari kelompok industri American Petroleum Institute. Penurunan itu lebih besar dari yang diperkirakan, menyebabkan harga minyak mentah berjangka naik saat penutupan.  Analis yang disurvei oleh Reuters meramalkan bahwa stok minyak mentah turun rata-rata 4,5 juta barel.

“Kenaikan minyak mentah pada Selasa sebagian didorong oleh kondisi makro ekonomi yang positif dari penguatan ekuitas global,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatannya. Ketiga indeks saham utama naik pada hari Selasa. Bahkan indeks S & P 500 membukukan penutupan tertinggi sejak 1 Februari.

Kedua patokan harga minyak mentah semapat turun dari posisi tertinggi dalam empat tahun, setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan jika negaranya akan mempertimbangkan permintaan dari beberapa negara untuk membebaskan sanksi terhadap minyak Iran.

PT Bestprofit

Bulan lalu, Amerika Serikat mengatakan ingin mengurangi ekspor minyak dari produsen terbesar kelima dunia Iran pada November. Namun, harga minyak Brent terdukung langkah pemogokan oleh ratusan pekerja di rig minyak dan gas lepas pantai Norwegia, yang mengarah ke penutupan satu ladang minyak yang dioperasikan oleh Shell.

Sementara itu, anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak, yang dipimpin oleh Arab Saudi, telah sepakat untuk meningkatkan output.Namun, ada kekhawatiran bahwa hal itu akan menggunakan kapasitas cadangan global dan membuat pasar rentan terhadap penurunan produksi yang lebih jauh atau tak terduga.

Harga minyak dunia naik pada penutupan perdagangan Senin, dipicu kian mendekatnya penerapan sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan penurunan produksi di Libya. Harga miyak mentah AS mengakhiri sesi berombak lebih tinggi ditopang ekspektasi penghentian produksi minyak di Kanada akan berlangsung hingga September 2018.

Dilansir dari Reuters, Selasa (10/7/2018), harga minyak mentah AS atau west texas intermediate (WTI) naik USD 5 sen menjadi USD 73,85 per barel. Sementara harga minyak Brent melonjak USD 96 sen menjadi USD 78,07 per barel.

“Kami terus melihat pasar minyak didukung dengan meningkatnya kekhawatiran tentang sanksi terhadap Iran,” kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates.

Amerika Serikat menyatakan ingin mengurangi ekspor minyak dari Iran, produsen terbesar kelima dunia, menjadi nol pada November, yang akan mewajibkan produsen besar lainnya untuk memompa produksi lebih banyak minyak.

Best Profit

“Ada kekhawatiran bahwa peningkatan produksi Arab Saudi dan Rusia sekarang mungkin hampir cukup untuk mengimbangi – bukan hanya produksi Iran – tetapi juga gangguan pasokan yang kami lihat dari Libya, Nigeria dan Kanada,” tambah Lipow.

Di Kanada, gangguan pada fasilitas produksi ladang minyak Syncrude sebesar 360 ribu barel per hari telah mengurangi pasokan ke Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk minyak berjangka AS. Persediaan di Cushing mencapai titik terendah dalam 3,5 tahun pada pekan lalu.

Produksi minyak Libya telah berkurang lebih dari 50 persen menjadi 527.000 barel per hari, CEO National Oil Corporation, Mustafa Sanalla, mengatakan pada hari Senin. “Besok akan berkurang dan lusa tidak akan lagi. Dan kita ke depan akan semakin rendah,”kata Sanalla.

Arab Saudi, sesama anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia setuju bulan lalu untuk meningkatkan produksi guna meredam kenaikan harga dan mengimbangi kerugian produksi global di negara-negara termasuk Libya.

Pasar telah semakinkhawatir bahwa jika Saudi menutupi kekurangan produksi dari Iran, itu akan menggunakan kapasitas cadangan global dan meninggalkan pasar lebih rentan terhadap penurunan produksi lebih lanjut atau tak terduga.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG