Tag Archives: emas

Harga Minyak Melonjak ke Level Teringgi

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit –

Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun. Hal itu didorong sentimen Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Rusia soal aksi militer di Suriah.

Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) kompak menguat ke level tertinggi sejak 2014. Hal itu didorong kekhawatiran geopolitik dan persediaan minyak mentah AS.

“Sebuah laporan persediaan yang turun langsung diimbangi dengan ada kabar rudal dicegah oleh Riyadh menambah lonjakan ketegangan geopolitik baru-baru ini,” ujar Anthony Headrick, Analis CHS Hedging LLC.

Harga minyak mulai reli usai Trump mengancam menembakkan rudal ke Suriah. AS dan sekutunya telah mempertimbangan serangan udara usai dugaan serangan gas beracun pada akhir pekan lalu.

Harga minyak terus menguat usai Al Arabiya melaporkan kalau pasukan pertahanan udara Arab Saudi mencegah serangan rudal.

Best Profit

Harga minyak Brent pun naik USD 1,02 ke posisi USD 72,06 per barel usai sentuh level tertinggi USD 73,09. Sementara itu, harga minyak AS naik USD  1,31 atau sekitar dua persen ke posisi USD 66,82 per barel. Harga minyak WTI sempat ditransaksikan di posisi USD 67,45.

Sejumlah maskapai besar pun mengubah rute usai desakan badan kontrol lalu lintas udara Eropa terutama pesawat yang terbang di Mediterania Timur lantaran kemungkinan serangan udara di Suriah.

Trump telah kritik Moskow karena berdiri untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad. “Rusia berjanji akan menembah jatuh dan semua rudal ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia karena mereka akan datang, “tulis Trump di Twitter, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (12/4/2018).

Suriah bukan produsen minyak yang signifikan. Akan tetapi konfilik di kawasan itu memicu kekhawatiran aliran minyak mentah di Timur Tengah yang lebih luas.

Laporan rudal di Riyadh pun menambah kekhawatiran. Kemungkinan AS dapat memperbaharui sanksi terhadap Iran.

Bestprofit

Kepala Riset Commerzbank, Eugen Weinberg mengatakan, kalau secara fundamental tidak membenarkan harga minyak saat ini. Namun pasar lebih focus pada politik dan mengabaikan peringatan terutama kenaikan produksi minyak AS.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan, kalau pihaknya tidak akan membiarkan pasokan dari negara lain menambah pasokan global. OPEC akan terus menahan pasokan.

Analis menuturkan, tak semua indikator dapat menunjang penguatan harga minyak. Persediaan minyak mentah AS naik 3,3 juta barel hingga 6 April. Pasokan tersebut mengejutkan usai analis perkirakan penurunan 189 ribu barel minyak.

“Terlepas dari lonjakan harga minyak usai rudal di Riyadh, pasar tetap fokus pada fundamental,” ujar Analis Interfax Energy Abhishek Kumar.

Ia menambahkan, pelaku pasar akan memantau profil produksi minyak AS.  Pelaku pasar juga menanti hasil pertemuan OPEC pada Juni.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Naik Pada Penutupannya

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak naik pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta) dan mencetak angka tertinggi sepanjang tahun ini. Pendorong kenaikan harga minyak adalah pernyataan dari Menteri Energi Arab Saudi yang menyatakan bahwa organisasi pengekspor minyak (OPEC) dan negara lain yang menjadi sekutu akan memperpanjang pemotongan pasokan.

Mengutip Reuters, Sabtu (24/3/2018), harga minyak Brent berjangka melonjak USD 1,54 atau 2,2 persen dan menetap di USD 70,45 per barel. Untuk minggu ini, harga Brent naik sekitar 6,4 persen, kenaikan mingguan terkuat sejak Juli tahun lalu.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) juga membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak Juli, sebesar 5,5 persen. Harga WTI menetap di USD 65,88 per barel, naik USD 1,58 atau 2,5 persen.

“Ada banyak sentimen yang mempengaruhi harga minyak pada pekan ini. laporan persediaan, perang tarif dan juga ketegangan antara Arab Saudi dengan Iran,” jelas analis Clipper Data, Louisville, Kentucky, AS, Matt Smith.

PT Bestprofit

Ia melanjutkan, keputusan Presiden Donald Trump untuk menggantikan penasihat keamanan nasional H.R. McMaster dengan John Bolton juga menjadi pendorong kenaikan harga minyak.

Namun tetap, mendorong terbesar kenaikan harga minyak adalah rencana dari OPEC dan produsen sekutu untuk terus melanjutkan aksi kontrol produksi.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan kepada Reuters bahwa pembatasan yang ditetapkan pada Januari 2017, akan terus berlanjut hingga 2019 untuk mengurangi persediaan global.

Prospek permintaan juga mendukung harga minyak.

Best Profit

Pada perdagangan kemarin, harga minyak dunia terperosok pada perdagangan Kamis seiring kejatuhan pasar saham di Amerika Serikat (AS) dan setelah aksi ambil untung kenaikan harga minyak pekan ini.

Namun penurunan harga tersebut masih tertahan oleh komitmen negara-negara produsen minyak untuk memangkas produksi.

Harga minyak dunia telah meningkat dalam dua minggu terakhir didorong pelemahan dolar AS, serta ketegangan antara Iran dan Arab Saudi yang memicu kekhawatiran pasokan minyak di Timur Tengah yang sudah dibatasi sesuai perjanjian di OPEC.

Reli harga tak berlanjut. Harga minyak kembali turun mengikuti tekanan di pasar saham AS akibat langkah Presiden AS, Donald Trump menandatangani pengenaan tarif impor terhadap barang-barang China dengan nilai US$ 60 miliar.

“Ketakutan perang dagang dengan China merupakan sentimen penurunan harga minyak hari ini. Karena akan berdampak pada permintaan,” kata Analis Energi di CHS Hedging LLC, Anthony Headrick.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Emas Terus Tertekan

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Ketidakpastian geopolitik akan mendorong kenaikan harga emas tetapi rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) akan menguji gerak harga emas. Pengamat memperkirakan harga emas akan menguji support di bawah US$ 1.300 per ounce.

Pada pekan lalu, harga emas ditutup di level yang relatif netral dengan kisaran yang sempit. Harga emas berjangka pada Aprik diperdagangkan pada US$ 1.325 per ounce.

“Emas masih akan mampu bertahan tetapi bisa diliputi tekanan karena kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar AS karena estimasi kenaikan suku bunga the Fed,” jelas kepala riset ETF Securities Maxwell Gold, seperti dikutip dari Kitco, Senin (12/3/2018).

Aksi jual emas diperkirakan akan terus dilakuka oleh investor menuju saat-saat keputusan Bank Sentral AS pada 21 Maret nanti.

Namun, harga emas masih bisa bertahan melihat beberapa data ekonomi yang ada. Petumbuhan ekonomi masih belum kuat dimana angka pengangguran masih cukup besar dan inflasi belum terlalu tinggi.

Best Profit

Upah meningkat hanya 0,1 persen pada bulan lalu, di bawah ekspektasi kenaikan 0,2 persen. Para ekonom melihat tanpa pertumbuhan upah yang tinggi sulit untuk mendorong angka inflasi.

Pada pekan kemarin,  harga emas menguat menjelang akhir pekan ini seiring data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang kuat. Akan tetapi, pertumbuhan upah mengecewakan.

Dolar AS melemah seiring data tenaga kerja juga pengaruhi harga emas. Harga emas dan mata uang dolar AS sering berlawanan arah. Dolar AS melemah dapat menjadi daya tarik investor untuk membeli emas.

Data tenaga kerja AS menunjukkan ada penambahan sekitar 313 ribu pekerja pada Februari 2018. Akan tetapi, upah turun menjadi 2,6 persen dari periode Januari 2018 di kisaran 2,8 persen.

Bestprofit

“Angka tenaga kerja sebenarnya buat harga emas turun, tetapi pertumbuhan upah juga tidak signifikan. Pertumbuhannya turun menjadi 2,6 persen. Pelaku pasar mengambil posisi beli menjelang akhir pekan,” ujar Chief Investment Officer Wolfpack Capital Jeff Wright pada 10 Maret 2018.

Akan tetapi secara keseluruhan, laporan tenaga kerja tetap mendorong bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada 2018.

“Jumlah upah yang kurang dari perkiraan menunjukkan inflasi. Laporan tenaga kerja mempengaruhi kebijakan AS yang ingin melihat tingkat suku bunga naik lebih cepat,” ujar Jim Wyckoff, Analis Kitco.com.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG