Tag Archives: Bestprofit Futures

Harga Minyak Turun Hampir 2 %

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak turun hampir 2 persen seiring melemahnya pasar saham global yang kembali menjadi fokus. Ini membuat kekhawatiran jika permintaan, pertumbuhan dan harga minyak mentah yang sempat dicapai usai keputusan yang dibuat OPEC pekan lalu untuk memangkas produksi terhapus kembali.

Melansir laman Reuters, Selasa (11/12/2018), harga minyak mentah berjangka Brent turun 75 sen menjadi USD 60,96 per barel. Sementara harga minyak berjangka AS turun 95 sen menjadi USD 51,66 per barel.

Harga minyak ditutup 3 persen lebih tinggi pada hari Jumat setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan beberapa produsen non-OPEC, termasuk Rusia kelas berat, akan memangkas pasokan minyak sebesar 1,2 juta barel per hari (bpd) dari Januari.

Pasar minyak kali ini tersandung indeks ekuitas global, menempatkannya di jalur untuk penurunan harian kelima berturut-turut. Kerugian saham Eropa dan Asia meluas ke Wall Street pada tanda-tanda kondisi perdagangan AS-Cina berdampak pada pertumbuhan ekonomi dunia.

Bestprofit

Pasar juga terbebani oleh kebingungan yang berasal dari penundaan Perdana Menteri Inggris Theresa May terkait pemilihan parlemen atas kesepakatan Brexit dan data lambannya ekonomi terbesar dunia termasuk AS, China, Jepang dan Jerman dalam beberapa hari terakhir.

“Pasar saham dan korelasi pasar minyak kembali terjadi pada hari ini,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.

“Kekhawatiran tentang ekonomi global dan prospek permintaan berikut pada bahwa untuk minyak adalah negatif yang lebih besar dan lebih besar untuk pasar,” dia menambahkan.

Kesepakatan pemangkasan akan ditandatangani dalam waktu tiga bulan di Arab Saudi, ketika OPEC dan sekutunya memutuskan untuk memperpanjang perjanjian setelah enam bulan, kata menteri energi UAE.

“Kesepakatan Jumat tampaknya bagus, atau mungkin kita harus mengatakan yang terbaik dalam situasi saat ini,” ujar Tamas Varga, Ahli Strategi PVM Oil Associates.

PT Bestprofit

Ekuitas global telah jatuh hampir 8 persen sepanjang tahun ini, terpukul kekhawatiran tentang perlambatan pendapatan perusahaan dan ancaman terhadap ekonomi yang lebih luas dari perselisihan perdagangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan China.

Kenaikan tajam laju pertumbuhan pasokan minyak mentah pada tahun ini, terutama di tiga produsen terbesar dunia – Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Rusia – telah membuat sejumlah analis waspada tentang prospek permintaan minyak.

“Seperti biasa, harga bukan target kebijakan OPEC +, tetapi takeaway kami adalah tingkat harga saat ini sebagian besar memenuhi kepentingan sebagian besar negara yang berpartisipasi,” kata konsultan JBC Energy.

Harga minyak telah turun tajam sejak Oktober karena tanda-tanda perlambatan ekonomi, dengan Brent kehilangan hampir 30 persen nilainya.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Minyak Melonjak Lebih dari 2 %

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Jumat karena Arab Saudi dan produsen lain yang tergabung di dalam OPEC serta beberapa negara lain di luar OPEC seperti Rusia sepakat untuk memangkas produksi. Langkah pengurangan produksi ini agar persediaan di pasar global tak membludak.

Mengutip Reuters, Sabtu (8/12/2018), harga minyak mentah Brent naik USD 1,64 atau 2,9 persen menjadi USD 61,70 per barel pada pukul 1.46 sore waktu New York. Di awal perdagangan, harga minyak yang menjadi patokan global tersebut turun di bawah USD 60 per barel karena kekhawatiran pelaku pasar tak ada keputusan apapun dalam pertemuan OPEC.

Sedangkan untuk harga minyak mentah AS naik USD 1,10 menjadi USD 52,59 per barel, setelah sebelumnya mencapai sesi tertinggi di USD 54,22 per barel.

Organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) dan sekutu yang dipimpin Rusia, disebut sebagai OPEC+ sepakat untuk memangkas produksi 1,2 juta barel per hari mulai 2019. Angka tersebut lebih besar dibandingkan harapan pasar yang berada di angka 1 juta barel per hari.

Meski ada tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan harga minyak mentah. Namun OPEC dan sekutunya tetap mencapai kesepakatan pemangkasan produksi tersebut.

Best Profit

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengkonfirmasi pemotongan produksi gabungan 1,2 juta barel per hari tersebut. Menurutnya, jika tak ada pemotongan maka pasar akan kelebihan pasokan.

“Tanpa adanya pemotongan produksi ini akan ada tekanan ke bawah yang ekstrim di pasar,” jelas John Paisie, Wakil Presiden Eksekutif Perusahaan Konsultan Energi Stratas Advisors.

“Saya pikir orang-orang Saudi mencoba untuk bersepakat dengan banyak pihak. mereka ingin memastikan mempertahankan hubungan dengan AS, tetapi mereka juga perlu melakukan pemotongan karena membutuhkan harga minyak yang lebih tinggi untuk menyeimbangkan anggaran mereka,” tambah dia.

“Pemotongan produksi sebesar 1,2 juta barel per hari ini tidak menghilangkan persediaan global tetapi mampu membangun harga semester pertama di tahun depan,” kata Harry Tchilinguirian, analis energi di BNP Paribas, London.

Bestprofit

Harga minyak telah jatuh 30 persen sejak Oktober karena pasokan telah melonjak dan pertumbuhan permintaan global telah melemah. Harga turun hampir 3 persen pada Kamis kemarin setelah OPEC mengakhiri pertemuan di Wina dengan hanya kesepakatan sementara untuk mengatasi harga yang lemah.

Pembicaraan dengan produsen lain diadakan pada hari Jumat. Seorang sumber Reuters di OPEC mengatakan bahwa Iran memberi OPEC lampu hijau pada Jumat untuk mengurangi produksi minyak setelah menemukan kompromi dengan Arab Saudi atas kemungkinan pengecualian dari pemotongan.

Produksi dari produsen terbesar dunia – OPEC, Rusia dan Amerika Serikat – telah meningkat 3,3 juta barel per hari sejak akhir 2017 menjadi 56,38 juta barel per hari. Angka tersebut memenuhi hampir 60 persen dari konsumsi global.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Mentah Dunia Jatuh

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak mentah dunia jatuh hampir 3 persen setelah OPEC dan sekutu-sekutunya mengakhiri pertemuan tanpa mengumumkan keputusan untuk memangkas produksi minyak mentah, dan bersiap untuk memperdebatkan masalah ini pada hari berikutnya.

Melansir laman Reuters, Jumat (7/12/2018), harga minyak mentah berjangka Brent turun USD 1,50, atau 2,4 persen, menjadi USD 60,06 per barel. Harga sempat turun ke sesi rendah di USD 58,36 per barel.

Adapun harga minyak mentah berjangka AS turun USD 1,40, atau 2,7 persen, menjadi USD 51,49, memantul dari posisi rendah uSD 50,08 per barel. Benchmark harga minyak telah merosot lebih dari 25 persen sejauh kuartal ini.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak bertemu di Wina untuk memutuskan kebijakan produksi bersama dengan negara-negara lain termasuk Rusia, Oman dan Kazakhstan. OPEC secara tentatif setuju memangkas produksi minyak. Namun langkah ini masih menunggu komitmen dari Rusia sebelum memutuskan volumenya.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak terbang pulang dari Wina untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin di Saint Petersburg. Novak kembali ke ibukota Austria pada hari Jumat untuk kembali berdiskusi dengan OPEC yang dipimpin Saudi dan sekutu-sekutunya.

PT Bestprofit

Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih mengatakan OPEC membutuhkan Rusia untuk bekerja sama, dan mengatakan keputusan kemungkinan akan dilakukan Jumat malam.

“Jika semua orang tidak mau bergabung dan berkontribusi sama, kami akan menunggu sampai mereka ada,” kata al-Falih.

Pengamat pasar memperkirakan akan ada pemotongan gabungan sebesar 1 juta hingga 1,4 juta barel per hari (bpd). Pertemuan OPEC dan non anggotanya akan dimulai pada hari Jumat ini.

“Semua mata sekarang tertuju pada pernyataan OPEC bersama besok, dan gabungan pemangkasan produksi setidaknya 1 juta barel per hari akan diperlukan untuk melihat pemulihan yang berarti dalam harga minyak,” kata Abhishek Kumar, analis energi senior di Interfax Energy di London.

Harga minyak menemukan beberapa dukungan setelah data menunjukkan stok minyak mentah AS turun pekan lalu. Ini merupakan penarikan pertama sejak September.

Persediaan minyak telah naik selama 10 minggu berturut-turut karena produksi dalam negeri meningkat mencapai rekor mingguan sebesar 11,7 juta bph, menurut data Lembaga Administrasi Informasi Energi AS (EIA).

Best Profit

Amerika Serikat, telah menjadi pengekspor bersih produk mentah dan produk olahan untuk pertama kalinya sejak 1973. Negara ini mengekspor 211.000 bph minyak, selain adanya lonjakan ekspor minyak mentah yang menuju rekor di 3,2 juta bph, data menunjukkan.

Harga minyak mentah telah merosot hampir sepertiga sejak Oktober, sebagian karena kekhawatiran tentang kelebihan pasokan seiring kenaikan produksi minyak AS, bersamaan dengan peningkatan output dari Arab Saudi dan Rusia. Ketiga negara tersebut adalah produsen minyak terbesar dunia.

Produksi minyak mentah OPEC telah meningkat 4,1 persen sejak pertengahan 2018, menjadi 33,31 juta barel per hari.  Ann-Louise Hittle, Wakil Presiden Minyak di Wood Mackenzie, mengatakan pertumbuhan permintaan minyak dunia diperkirakan rata-rata mendekati 1,1 juta barel per hari pada 2018 dan 2019.

“Ini dengan latar belakang pertumbuhan produksi non-OPEC yang cepat … kekuatan dalam produksi non-OPEC menciptakan tekanan pada OPEC untuk membatasi outputnya untuk 2019 dari level terakhir, jika harga minyak tetap stabil,” kata Hittle.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG