Tag Archives: Best Profit

Harga Minyak Terpantau Merosot

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak merosot usai laporan menteri energi Iran mengatakan ada perpecahan di dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Hal itu membuat penguatan harga minyak terhenti usai pembatasan produksi yang dipimpin OPEC dan pemangkasan ekspor dari Libya. Ditambah rilis data minyak Amerika Serikat (AS).

Harga minyak Brent turun lima sen ke posisi USD 60,15 per barel. Sementara harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) susut 50 sen ke posisi USD 51,15 per barel. Harga minyak sudah turun sejak awal Oktober usai sentuh level tertinggi dalam empat tahun di atas USD 87.

Pergerakan harga minyak dipengaruhi laporan Menteri Energi Iran Bijan Zanganeh menuturkan, kalau kartel tidak ramah terhadap Iran. OPEC menyetujui pemotongan produksi pada pekan lalu usai ekspor minyak Iran habis lantaran sanksi AS sejak awal November.

Pada Rabu waktu setempat, OPEC menyatakan telah imbangi penurunan ekspor yang terkena sanksi Iran. Presiden Iran Hassan Rouhani menuturkan kalau ekspor membaik sejak awal November. Sebelumnya harga minyak naik didukung oleh pemangkasan ekspor dari Libya dan pengurangan produksi yang dipimpin OPEC.

Best Profit

Selain itu, pasar juga mengabaikan data pemerintah yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun 1,2 juta barel pada pekan lalu. Penurunan jauh lebih kecil dari yang dilaporkan American Petroleum Institute (API) sebesar 10 juta barel.

“Perbedaan dari penurunan persediaan besar yang dilaporkan API membuat laporan tampak lebih negatif dari pada yang sebenarnya,” ujar John Kilduff, Partner Again Capital Management, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (13/12/2018).

Kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global minyak mentah didorong sebagian besar oleh hasil produksi AS sehingga menekan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu juga mendorong OPEC dan produsen minyak non OPEC termasuk Rusia memangkas pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari selama enam bulan yang berlaku mulai 1 Januari.

Bestprofit

“Kesepakatan OPEC pekan lalu akan memungkinkan lebih banyak posisi menguat untuk diambil oleh pelaku pasar,” seperti dikutip dari laporan analis JBC Energy.

Harga menarik pada pekan ini usai Libya umumkan force majeure dari ekspor ladang minyak terbesarnya pada Minggu. Namun, pandangan ekonomi global melemah dan produksi yang lebih tinggi di tempat lain membebani pasar. Apalagi usai produksi minyak mentah AS melonjak di AS dan ditetapkan sebagai produsen minyak utama di dunia.

“Kami cukup yakin OPEC akan berhasil mengencangkan pasar minyak sehingga menjaga kontrak minyak Brent dalam satu bulan ke posisi USD 60 per barel selama enam bulan ke depan,” ujar Analis SEB Bjarne Schieldrop.

Ia menuturkan, para investor dan produsen masih khawatir terhadap tambahan pasokan minyak AS pada akhir 2019 dan 2020 ketika pipa baru dipasang dari Permian ke Teluk AS..

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Berjangka Naik

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak berjangka naik pada perdagangan Selasa karena pasar saham berbalik arah menuju zona negatif karena adanya kekahwatirana mengenai kemungkinan penutupan pemerintahan AS.

Mengutip Reuters, Rabu (12/12/2018), harga minyak berjangka Brent berakhir naik 23 sen atau 0,4 persen menjadi USD60,20 per barel. Sementara harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 65 sen atau 1,3 persen menjadi USD 51,65 per barel.

Pasar Saham AS kembali tertekan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menutupan pemerintahan. Ancaman tersebut terkait dapat atau tidaknya persetujuan pembuatan dinding perbatasan sepanjang AS-Meksiko.

PT Bestprofit

“Sepertinya prospek penutupan pemerintahan AS tidak baik untuk aset apapun. Tentu saja saham yang langsung terdampak dan kemudian penurunan harga minyak,” jelas Analis Again Capital Management, New York, AS, John Kilduff.

Di awal perdagangan, sebenarnya harga minyak sempat naik lebih dari USD 1 per barel setelah perusahaan minyak Libya mengumumkan force majeure pada ladang minyak terbesar di negara tersebut karena adanya gangguan keamanan dari pihak pemberontak.

Libya’s National Oil Company (NOC) mengatakan bahwa penutupan ladang minyak akan menghasilkan kerugian produksi 315 ribu barel per hari (bpd), dan kerugian tambahan 73 ribu barel per hari di ladang minyak El Feel.

Best Profit

Selain itu, tekanan harga minyak juga disebabkan karena adanya sentimen dari Rusia. Negara tersebut diperkirakan akan sedikit lebih lambat untuk mengimplementasikan pengurangan produksi.

Sebelumnya dalam sidang yang dipimpin OPEC pada minggu lalu negara-negara yang tergabung di organisasi OPEC dan beberapa negara non OPEC berencana untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari yang dimulai pada Januari.

Rusia mengatakan bahwa pihaknya akan mengurangi sebesar 50 ribu hingga 60 ribu barel per hari pada Januari. Sedangkan kesepakatan sebelumnya pengurangan yang dijalankan perusahaan tersebut sekitar 220 ribu barel per hari.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Turun Hampir 2 %

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak turun hampir 2 persen seiring melemahnya pasar saham global yang kembali menjadi fokus. Ini membuat kekhawatiran jika permintaan, pertumbuhan dan harga minyak mentah yang sempat dicapai usai keputusan yang dibuat OPEC pekan lalu untuk memangkas produksi terhapus kembali.

Melansir laman Reuters, Selasa (11/12/2018), harga minyak mentah berjangka Brent turun 75 sen menjadi USD 60,96 per barel. Sementara harga minyak berjangka AS turun 95 sen menjadi USD 51,66 per barel.

Harga minyak ditutup 3 persen lebih tinggi pada hari Jumat setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan beberapa produsen non-OPEC, termasuk Rusia kelas berat, akan memangkas pasokan minyak sebesar 1,2 juta barel per hari (bpd) dari Januari.

Pasar minyak kali ini tersandung indeks ekuitas global, menempatkannya di jalur untuk penurunan harian kelima berturut-turut. Kerugian saham Eropa dan Asia meluas ke Wall Street pada tanda-tanda kondisi perdagangan AS-Cina berdampak pada pertumbuhan ekonomi dunia.

Bestprofit

Pasar juga terbebani oleh kebingungan yang berasal dari penundaan Perdana Menteri Inggris Theresa May terkait pemilihan parlemen atas kesepakatan Brexit dan data lambannya ekonomi terbesar dunia termasuk AS, China, Jepang dan Jerman dalam beberapa hari terakhir.

“Pasar saham dan korelasi pasar minyak kembali terjadi pada hari ini,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.

“Kekhawatiran tentang ekonomi global dan prospek permintaan berikut pada bahwa untuk minyak adalah negatif yang lebih besar dan lebih besar untuk pasar,” dia menambahkan.

Kesepakatan pemangkasan akan ditandatangani dalam waktu tiga bulan di Arab Saudi, ketika OPEC dan sekutunya memutuskan untuk memperpanjang perjanjian setelah enam bulan, kata menteri energi UAE.

“Kesepakatan Jumat tampaknya bagus, atau mungkin kita harus mengatakan yang terbaik dalam situasi saat ini,” ujar Tamas Varga, Ahli Strategi PVM Oil Associates.

PT Bestprofit

Ekuitas global telah jatuh hampir 8 persen sepanjang tahun ini, terpukul kekhawatiran tentang perlambatan pendapatan perusahaan dan ancaman terhadap ekonomi yang lebih luas dari perselisihan perdagangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan China.

Kenaikan tajam laju pertumbuhan pasokan minyak mentah pada tahun ini, terutama di tiga produsen terbesar dunia – Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Rusia – telah membuat sejumlah analis waspada tentang prospek permintaan minyak.

“Seperti biasa, harga bukan target kebijakan OPEC +, tetapi takeaway kami adalah tingkat harga saat ini sebagian besar memenuhi kepentingan sebagian besar negara yang berpartisipasi,” kata konsultan JBC Energy.

Harga minyak telah turun tajam sejak Oktober karena tanda-tanda perlambatan ekonomi, dengan Brent kehilangan hampir 30 persen nilainya.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG