Rupiah Menguat Terbatas ke 14.705

20200904a

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit – 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat tipis pada perdagangan Jumat pekan ini. Investor tengah menunggu data tenaga kerja AS.

Mengutip Bloomberg, Jumat (4/9/2020), rupiah dibuka di angka 14.705 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.777 per dolar AS. Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.705 per dolar AS hingga 14.792 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 6,68 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.792 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.818 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan diprediksi menguat, namun terbatas. Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston di Jakarta, Jumat, mengatakan penguatan dolar AS terlihat tertahan pagi ini. Dolar AS tertekan terhadap nilai tukar regional.

“Kemungkinan pasar mengambil sikap wait and see menunggu hasil data tenaga kerja AS non farm payrolls yang akan dirilis malam ini,” ujarnya. Data tersebut, lanjut Ariston, bisa menentukan arah selanjutnya bagi pergerakan dolar AS. Data yang memburuk bisa mendorong pelemahan dolar AS ke depannya dan sebaliknya.

Best Profit

“Rupiah kemungkinan bisa coba menguat terhadap dolar AS hari ini, tapi kemungkinan penguatannya tidak banyak, karena dari dalam negeri sendiri ada faktor potensi perlambatan pemulihan ekonomi dan penyebaran virus corona yang masih meninggi,” katanya.

Terkait wacana perpanjangan kebijakan berbagi beban atau burden sharing antara pemerintah dan Bank Indonesia hingga 2022, Ariston memperkirakan hal itu masih akan menjadi perhatian pasar.

“Bisa jadi, isu itu belum ter-counter,” ujarnya. Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran 14.680 per dolar AS hingga 14.850 per dolar AS.

Sri Mulyani Patok Rupiah 14.600 per Dolar AS di 2021, Ini Alasannya

Sebelumnya, asumsi makro pemerintah untuk nilai tukar rupiahterhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada 2021 berada di kisaran Rp14.600 per dolar AS. Pertimbangan itu pun sudah melalui berbagai pertimbangan, baik dari faktor eksternal maupun internal.

“(Itu semua) sangat tergantung dari pemulihan domestik yang bisa meningkatkan modal masuk, di dalam negeri dan peluang pemulihan di negara maju,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (2/9/2020).

 Bestprofit

Bendahara Negara ini melanjutkan secara downside risk, apabila terjadi pemulihan, pemerintah mengasumsikan kebijakan moneter di AS akan kembali pulih dan normal. Dengan begitu diharapkan terjadi kenaikan suku bunga. “Itu biasanya memberikan sentimen negatif ke dunia,” jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Gubernur BI, Perry Warjiyo juga memproyeksikan nilai tukar rupiah pada 2021 bakal berada di rentang kisaran sebesar 13.900 per dolar AS hingga 14.700 per dolar AS. Angka ini pun masih sejalan dengan proyeksi disampaikan pemerintah.

“Oleh karena itu untuk tahun 2021 secara keseluruhan kami berpandangan bahwa asumsi pemerintah terkait dengan rata-rata nilai tukar rupiah dalam rangka penyusunan APBN tahun 2021 yang tadi disampaikan oleh Bu Menteri Keuangan sekitar 14.600 per dolar AS itu juga masih sejalan dengan Prakiraan BI,” jelas dia.

Dia mengatakan, rupiahke depan masih berpotensi akan menguat seiring levelnya yang saat ini secara fundamental masih undervalue. Kemudian juga didukung inflasi yang rendah dan terkendali, defisit transaksi berjalan rendah, serta daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi maupun juga premi risiko Indonesia yang akan menurun.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG