Pergerakan IHSG Diperkirakan Akan Tertekan

190729a

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan tertekan pada perdagangan saham hari ini. Indeks diproyeksi akan ditutup melemah imbas daripada sentimen global.

Analis PT Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan menilai, pergerakan IHSG masih dibayangi oleh kekhawatiran investor terkait faktor global. Oleh sebab itu, pihaknya memprediksi indeks bakal ditutup di zona merah.

“Investor kemungkinan masih akan wait and see (mengamati) menjelang keputusan resmi kebijakan suku bunga bank sentral AS The Fed,” tuturnya di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Meski beberapa menyebutkan bahwa The Fed dipastikan akan memangkas suku bunga acuannya, Dennies melihat masih ada indikasi The Fed belum akan menurunkan suku bunga acuan pada pekan ini.

“Apalagi jika melihat beberapa data perekonomian yang masih cukup baik. Jadi IHSG kami prediksi masih akan melemah dalam rentang 6.297-6.369,” terangnya. Seirama, Head of Research PT Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi Taulat mengatakan IHSG akan ditutup ke teritori negatif dengan diperdagangkan pada kisaran 6.300-6.400.

Best Profit

Saham-saham perbankan hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi rekomendasi yang disarankan pihaknya untuk dikoleksi investor pada hari ini. Itu seperti saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sedangkan dari Artha Sekuritas, pihaknya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), hingga saham PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (26/7/2019), IHSG tergelincir 76,12 poin atau 1,19 persen ke level 6.325,23. Indeks saham LQ45 juga melemah 1,47 persen ke posisi 1.009,09. Sebanyak 307 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 118 saham menguat dan 117 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 480.493 kali dengan volume perdagangan 17,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,6 triliun.  Investor asing jual saham Rp 1,3 triliun di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.007.

Bestprofit

Dari 10 sektor pembentuk saham, semua sektor melemah. Sektor aneka industri melemah paling dalam dengan turun 2,67 persen, diikuti sektor manufaktur yang turun 1,9 persen dan sektor basic industri turun 1,78 persen.

Saham-saham yang melemah antara lain BELL yang turun 11,3 persen ke Rp 510 per saham, NUSA turun 11,11 persen ke Rp 64 per saham dan IBFN turun 10,89 persen ke Rp 180 per saham.

Sedangkan saham-saham yang menguat antara lain FITT naik 29 persen ke Rp 129 per saham, POSA naik 24,44 persen ke Rp 336 per saham dan DWGL naik 21,11 persen ke Rp 109 per saham. Sayangnya penguatan beberapa saham tersebut tak cukup mengangkat laju IHSG.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG