Harga Minyak Anjlok Cukup Tinggi | PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

20161230a

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT BestprofitHarga minyak anjlok cukup tinggi kemarin di mana harga minyak mentah acuan Amerika Serikat berada di level paling rendah dalam 1 bulan terakhir.

Baik harga minyak AS, West Texas Intermediate ataupun harga minyak acuan dunia Brent turun 2 persen. Penyebabnya adalah ada kenaikan produksi di Amerika Serikat, Kanada dan Libya, sementara di sisi lain ada penurunan produksi di Rusia dan negara-negara OPEC.

Harga minyak AS turun 1,35 atau 2,8 persen ke level US$ 47,49, mencatatkan penetapan harga terendah dalam 1 bulan terakhir. Sementara harga minyak acuan dunia, Brent turun 1,15 per barel atau 2,2 persen untuk menetap di level US$ 50,37 per barel.

John Kinduff, Founding partner di energy Hedge Fund Capital menyebutkan bahwa Perdana Menteri Libya sepakat untuk membuat sebuah badan diskusi.

Kerusuhan sipil telah mengerutkan produksi minyak negara tersebut akibat pemadaman dan penutupan pipa. Libya adalah satu dari dua anggota OPEC yang dibebaskan dari kesepakatan pemangkasan produksi 1,2 juta barel per hari pada tengah tahun pertama 2017.

“Pentafsirannya menjadi produksi dan ekspor Libya akan naik dalam beberapa bulan ke depan, menambahkan pasokan pada persediaan pasar yang sudah oversupply,” ujar Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.

Harga minyak anjlok cukup tinggi kemarin di mana harga minyak mentah acuan Amerika Serikat berada di level paling rendah dalam 1 bulan terakhir.

Baik harga minyak AS, West Texas Intermediate ataupun harga minyak acuan dunia Brent turun 2 persen. Penyebabnya adalah ada kenaikan produksi di Amerika Serikat, Kanada dan Libya, sementara di sisi lain ada penurunan produksi di Rusia dan negara-negara OPEC.

Harga minyak AS turun 1,35 atau 2,8 persen ke level US$ 47,49, mencatatkan penetapan harga terendah dalam 1 bulan terakhir. Sementara harga minyak acuan dunia, Brent turun 1,15 per barel atau 2,2 persen untuk menetap di level US$ 50,37 per barel.

John Kinduff, Founding partner di energy Hedge Fund Capital menyebutkan bahwa Perdana Menteri Libya sepakat untuk membuat sebuah badan diskusi.

Kerusuhan sipil telah mengerutkan produksi minyak negara tersebut akibat pemadaman dan penutupan pipa. Libya adalah satu dari dua anggota OPEC yang dibebaskan dari kesepakatan pemangkasan produksi 1,2 juta barel per hari pada tengah tahun pertama 2017.

“Pentafsirannya menjadi produksi dan ekspor Libya akan naik dalam beberapa bulan ke depan, menambahkan pasokan pada persediaan pasar yang sudah oversupply,” ujar Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.

Sumber

liputan6.com

best profit, best profit futures, bestprofit, bestprofit futures,

pt best profit, pt best profit futures, pt bestprofit, pt bestprofit futures

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG