^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Harga Minyak Mentah Dunia Menurun

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak mentah dunia turun, memperpanjang kerugian pada sesi sebelumnya seiring meningkatnya ketegangan perdagangan antara China-Amerika Serikat (AS). Sengketa perdagangan melemparkan keraguan terkait prospek permintaan minyak dunia.

Melansir laman Reuters, Jumat (10/8/2018), harga minyak mentah berjangka Brent turun 21 sen menjadi USD 72,07 per barel. Sementara minyak mentah AS turun 13 sen menjadi USD 66,81 per barel.

Harga kedua patokan minyak dunia tersebut turun lebih dari 3 persen pada hari Rabu setelah data AS menunjukkan penarikan perseriaan mingguan minyak lebih kecil dari perkiraan. Dan adanya pasokan bensin 2,9 juta barel.

“Adanya pasokan bensin itu, meskipun permintaan kuat telah membebani pasar,” kata John Kilduff, Rekanan Again Capital Management di New York.

Harga minyak di pasar, sempat terus naik dipicu kekhawatiran soal kondisi pasokan. Namun kekhawatiran tersebut kini surut. “Kini pasokan dipandang cukup untuk memenuhi gambaran permintaan yang cukup kuat,” dia menambahkan.

PT Bestprofit

Pasar juga telah terbebani oleh kekhawatiran bahwa sengketa perdagangan akan mengekang permintaan. Sebagai pembalasan terhadap Washington, China akan memberlakukan tarif 25 persen pada impor senilai USD 16 miliar.

Produk yang terkena mulai dari bahan bakar dan produk baja hingga mobil dan peralatan medis.

Perang dagang antara kedua negara telab mengguncang pasar global. Investor takut perlambatan di dua ekonomi terbesar dunia akan memangkas permintaan untuk komoditas.

Pedagang minyak juga khawatir tentang permintaan China. Impor mentah meningkat pada bulan Juli setelah dua bulan menurun, tetapi ini masih termasuk yang terendah pada tahun ini karena penurunan permintaan dari kilang-kilang independen yang lebih kecil.

Irak memangkas harga penjualan resmi untuk kargo minyak mentah September bagi pelanggan Asia.

Harga minyak melemah sekitar tiga persen didorong ketegangan perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Selain itu, rilis data impor China menunjukkan permintaan energi melambat.

Best Profit

Harga minyak Brent melemah USD 2,37 atau sekitar 3,17 persen ke posisi USD 72,28 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) susut USD 2,23 atau 3,22 persen ke posisi USD 66,94 per barel. Harga minyak WTI sempat sentuh level terendah ke posisi USD 66,32 sejak 22 Juni.

China pun mengenakan tarif tambahan 25 persen untuk barang impor AS senilai USD 16 miliar. Barang tersebut mulai dari bahan bakar, produk baja, mobil hingga peralatan medis.

Perang dagang yang meningkat telah mengguncang pasar global. Investor khawatir potensi perlambatan dari ekonomi China dan AS akan memangkas permintaan komoditas.

“Perang dagang AS-China akan memburuk, dan dampaknya terhadap harga minyak akan ikuti perkembangan situasi. Minyak mentah dan produk olahan akan dipengaruhi tugas tambah sehingga kurang daya saing di pasar China,” ujar Abhishek Kumar, Analis Interfax Energy seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (9/8/2018).

Impor minyak mentah China sedikit pulih pada Juli usai penurunan dua bulan berturut-turu. Akan tetapi, impor tetap rendah karena penurunan permintaan dari kilang independen yang lebih kecil.

Pengiriman ke importir terbesar minyak mentah dunia naik menjadi 8,48 juta barel per hari dari periode tahun lalu 8,18 juta barel per hari. Namun lebih rendah dari Juni sebesar 8,6 juta.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Melemah Sekitar 3 %

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit –

Harga minyak melemah sekitar tiga persen didorong ketegangan perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Selain itu, rilis data impor China menunjukkan permintaan energi melambat.

Harga minyak Brent melemah USD 2,37 atau sekitar 3,17 persen ke posisi USD 72,28 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) susut USD 2,23 atau 3,22 persen ke posisi USD 66,94 per barel. Harga minyak WTI sempat sentuh level terendah ke posisi USD 66,32 sejak 22 Juni.

China pun mengenakan tarif tambahan 25 persen untuk barang impor AS senilai USD 16 miliar. Barang tersebut mulai dari bahan bakar, produk baja, mobil hingga peralatan medis.

Perang dagang yang meningkat telah mengguncang pasar global. Investor khawatir potensi perlambatan dari ekonomi China dan AS akan memangkas permintaan komoditas.

Bestprofit

“Perang dagang AS-China akan memburuk, dan dampaknya terhadap harga minyak akan ikuti perkembangan situasi. Minyak mentah dan produk olahan akan dipengaruhi tugas tambah sehingga kurang daya saing di pasar China,” ujar Abhishek Kumar, Analis Interfax Energy seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (9/8/2018).

Impor minyak mentah China sedikit pulih pada Juli usai penurunan dua bulan berturut-turu. Akan tetapi, impor tetap rendah karena penurunan permintaan dari kilang independen yang lebih kecil.

Pengiriman ke importir terbesar minyak mentah dunia naik menjadi 8,48 juta barel per hari dari periode tahun lalu 8,18 juta barel per hari. Namun lebih rendah dari Juni sebesar 8,6 juta.

Sentimen lain yang bebani harga minyak yaitu rilis data the US Energy Information Administration (EIA). EIA menyebutkan persediaan minyak mentah turun 1,4 juta barel dalam seminggu terakhir. Angka ini di bawah perkiraan analis sekitar 3,3 juta barel.

PT Bestprofit

Stok bensin mencatat kenaikan mengejutkan yang mencapai 2,9 juta barel. Angka ini di atas dari prediksi analis yang alami penurunan 1,7 juta barel. “Produk yang dibangun bebani sektor energi,” ujar Analis CHS Hedging LLC, Anthony Headrick.

Selain itu, harga minyak juga dipengaruhi dari sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Mulai November, AS akan targetkan sektor perminyakan di Iran, produsen minyak nomor tiga di Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Surat kabar Iran melaporkan kalau Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif menuturkan, rencana AS mengurangi ekspor minyak Iran tidak akan sukses.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Naik Pada Penutupan Selasa

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak naik pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) setelah sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran mulai berlaku. Sanksi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya pasokan minyak di dunia.

Mengutip Reuters, Rabu (8/8/2018), harga minyak Brent di pasar berjangka naik 90 sen, atau 1,2 persen dan menetap di USD 74,65 per barel. Harga minyak ini sempat mencapai level tertinggi di USD 74,90 per barel.

Sedangkan untuk harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik 16 sen atau 0,2 persen di angka USD 69,17 per barel, turun dari level tertinggi sebelumnya di USD 69,83 per barel.

Sanksi baru AS terhadap Iran secara resmi mulai berlaku pada Selasa dini hari. Sanksi itu tidak termasuk ekspor minyak Iran. Negara ini mengekspor hampir 3 juta barel per hari (bpd) minyak mentah pada Juli kemarin.

Best Profit

Sanksi itu menargetkan pembelian dolar AS, perdagangan logam, batu bara, perangkat lunak industri, dan sektor otomotif. Sanksi AS terhadap sektor energi Iran telah berakhir pada 4 November 2017 lalu.

“Ini tentu mengingatkan kepada semua orang bahwa AS serius tentang sanksi, dan diragukan mereka akan memberikan keringanan,” kata John Kilduff, analis Again Capital Management, New York.

Seiring dengan ketegangan geopolitik yang dapat mempengaruhi produksi minyak mentah Iran, pedagang juga mengawasi persediaan AS, yang diperkirakan turun 3,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 3 Agustus.

Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak berjangka naik setelah sumber OPEC mengatakan produksi minyak mentah Saudi jatuh secara tak terduga pada bulan Juli, meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan minyak global karena Amerika Serikat (AS) bersiap untuk memulihkan kembali sanksi terhadap eksportir utama Iran.

Bestprofit

Arab Saudi memompa sekitar 10,29 juta barel per hari (bph) minyak pada bulan Juli, turun sekitar 200.000 bph dari Juni, menurut dua sumber di OPEC pada hari Jumat. Padahal Arab Saudi dan produsen utama Rusia pada Juni berjanji untuk meningkatkan produksi di Juli.

“Lonjakan produksi Saudi dan Rusia tampak lebih terbatas dari yang diperkirakan. Segera akan diterapkannya kembali sanksi AS terhadap Iran juga memberi sentimen positif,” menurut catatan Bank investasi global asal AS Jefferies.

Presiden AS Donald Trump akan mengembalikan beberapa sanksi terhadap Iran yang ditunda setelah kesepakatan tahun 2015 antara kekuatan dunia dan Teheran yang berusaha mengekang program nuklir Iran.

Amerika Serikat juga berencana untuk menerapkan kembali sanksi terhadap minyak Iran pada bulan November, yang dapat mempengaruhi produksi anggota OPEC. Sanksi yang diperbarui adalah bagian dari strategi administrasi Trump untuk menolak sumber daya untuk kepemimpinan Iran.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG