^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Harga Minyak Ditutup Pada Level Terendah

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak ditutup pada level terendah dalam periode lebih dari satu bulan pada perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan harga minyak adalah keraguan baru atas kesepakatan perdagangan AS China dan stok minyak di AS yang bisa mencapai level tertinggi dalam 19 bulan.

Mengutip Reuters, Rabu (8/5/2019), harga minyak berjangka Brent turun USD 1,36 atau 1,9 persen menjadi menetap di USD 69,88 per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate AS tergelincir 85 sen atau 1,4 persen dan berakhir pada USD 61,40 per barel.

Harga tersebut adalah terendah untuk Brent sejak 4 April dan WTI sejak 29 Maret. Harga minyak WTI telah dikalahkan selama beberapa minggu terakhir oleh peningkatan pasokan minyak mentah besar yang tak terduga,” jelas Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates di Chicago, AS.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters, para analis melihat bahwa stok minyak mentah AS telah naik ke level tertinggi sejak September 2017 dan diperkirakan akan menambah 1,2 juta barel. Sementara itu, produksi minyak mentah AS diperkirakan akan naik ke level tertinggi sepanjang masa sebesar 12,5 juta barel per hari (bph) pada 2019 dari rekor 11 bph pada 2018.

Best Profit

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia akan menaikkan tarif barang-barang dari China senilai USD 200 miliar dari 10 persen menjadi 25 persen. Komentar itu menyeret pasar saham Asia dan AS.

“Aksi jual di pasar saham telah turun ke pasar minyak hari ini, menunjukkan bahwa investor percaya kemungkinan kesepakatan perdagangan semakin berkurang,” kata Rob Thummel, manajer portofolio di Tortoise di Leawood, Kansas, AS.

Di sisi penawaran, pasar minyak tetap tegang karena AS memperketat sanksi terhadap ekspor minyak Iran dan berencana untuk menambah kekuatannya di kawasan pengekspor minyak utama dunia.

Bestprofit

Sanksi AS telah mengurangi separuh ekspor minyak mentah Iran selama setahun terakhir menjadi kurang dari 1 juta barel per hari (bph), dengan pengiriman ke pelanggan diperkirakan turun ke level 500.000 bph pada Mei karena sanksi diperketat.

Sekretaris Energi AS Rick Perry mengatakan bahwa Arab Saudi akan meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan yang timbul dari sanksi terhadap Iran.

Bank of America Merrill Lynch mengatakan pihaknya memperkirakan Arab Saudi akan membawa kembali produksi minyak secara perlahan ketika Iran keluar dari pasar. Dengan keseimbangan tersebut maka harga minyak Brent akan di kisaran USD 70 per barel.

Beberapa analis, bagaimanapun, meramalkan pembatasan produksi yang disetujui oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak yang dipimpin Saudi dan produsen lain seperti Rusia akan terus meningkatkan harga.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Naik Tipis

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak naik tipis pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) dipicu meningkatnya ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sebelumnya, harga minyak berada di level terendah satu bulan setelah menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan menaikkan tarif barang impor asak China.

Dilansir dari Reuters, Selasa (7/5/2019), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 39 sen menjadi USD 71,24 per barel. Harga minyak yang jadi acuan global sebelumnya merosot ke USD 68,79 per barel, terendah sejak 2 April.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 31 sen menjadi USD 62,25 per barel. Sesi terendah WTI adalah USD 60,04 per barel, terlemah sejak 29 Maret.  Pembelian tambahan dipicu setelah WTI menembus USD 62 per barel di perdagangan sore, kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York.

AS mengerahkan kelompok penyerang pembawa dan satuan tugas pengebom ke Timur Tengah, bertujuan mengirim pesan yang jelas kepada Iran bahwa setiap serangan terhadap kepentingan AS atau sekutunya akan berhadapan dengan kekuatan tak henti-hentinya,” ungkap Penasehat Keamanan Nasional AS John Bolton.

AS akan menghentikan keringanan bagi negara-negara yang membeli minyak Iran, dalam upaya untuk mengurangi ekspor minyak Iran menjadi nol. Washington juga telah memasukkan pasukan Korps Pengawal Revolusi Iran ke dalam daftar teroris.

PT Bestprofit

“Anda melihat meningkatnya ketegangan geopolitik,” kata Phil Flynn,  analis di Price Futures Group di Chicago. Harga minyak turun lebih awal setelah Trump mengatakan di Twitter pada hari Minggu bahwa tarif impor barang asal China senilai USD 200 miliar akan meningkat pada hari Jumat menjadi 25 persen, membalikkan keputusan Februari untuk mempertahankannya pada 10 persen karena kemajuan dalam pembicaraan perdagangan.

Trump awal pada hari Senin tampaknya membela pernyataan hari Minggu, mengutip defisit perdagangan antara Amerika Serikat dan China. “Maaf, kami tidak akan melakukan itu lagi!” Dia tweeted.

Komentar tersebut mengkhawatirkan para investor tentang kemajuan pembicaraan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia dan memicu kekhawatiran bahwa ketegangan yang sedang berlangsung dapat mengganggu permintaan minyak global.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang mengatakan kepada sebuah konferensi pers pada hari Senin bahwa delegasi Tiongkok masih bersiap untuk pergi ke Amerika Serikat untuk pembicaraan perdagangan.

“Kami juga sedang dalam proses memahami situasi yang relevan,” katanya. Dalam industri minyak, ada tanda-tanda kenaikan lebih lanjut dalam produksi dari Amerika Serikat, di mana produksi minyak mentah telah melonjak lebih dari 2 juta barel per hari (bph) sejak awal 2018 ke rekor 12,3 juta bph. Amerika Serikat sekarang adalah produsen minyak terbesar di dunia, kalahkan Rusia dan Arab Saudi.

Best Profit

Harga minyak naik tipis menyambut akhir pekan ini seiring data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat. Hal tersebut mendorong sentimen permintaan dan kerugian produksi akibat sanksi yang dilanda Iran dan Venezuela sehingga memperketat pasar.

Akan tetapi, harga minyak cenderung melemah selama sepekan. Hal itu dipicu lonjakan persediaan minyak mentah AS. Harga minyak Brent ditutup ke posisi USD 70,85 per barel, naik 10 sen. Selama sepekan, harga minyak acuan ini merosot 2,6 persen.

Harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 13 sen ke posisi USD 61,94 per barel. Selama sepekan, harga minyak WTI susut tiga persen, dan alami penurunan mingguan berturut-turut.

Laporan pekerjaan AS menunjukkan pertumbuhan yang melonjak pada April 2019. Kemudian tingkat pengangguran turun ke level terendah lebih dari 49 tahun di kisaran 3,6 persen. Ini meningkatkan harapan kalau permintaan minyak mentah akan tetap kuat.

“Jika lebih banyak orang akan bekerja, mereka harus mengemudi dan mengambil transportasi untuk sampai ke sana. Ini indikasi bagus yang bisa kita harapkan untuk melihat permintaan bensin, minyak meningkat hingga musim panas,” ujar Phil Streiblle, Analis RJO Futures, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (4/5/2019). Ia menuturkan, bursa saham AS menguat dan dolar AS melemah mendukung harga minyak berjangka. Harga minyak cenderung mengikuti pergerakan wall street atau bursa saham AS.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Naik Tipis

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak naik tipis menyambut akhir pekan ini seiring data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat. Hal tersebut mendorong sentimen permintaan dan kerugian produksi akibat sanksi yang dilanda Iran dan Venezuela sehingga memperketat pasar.

Akan tetapi, harga minyak cenderung melemah selama sepekan. Hal itu dipicu lonjakan persediaan minyak mentah AS. Harga minyak Brent ditutup ke posisi USD 70,85 per barel, naik 10 sen. Selama sepekan, harga minyak acuan ini merosot 2,6 persen.

Harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 13 sen ke posisi USD 61,94 per barel. Selama sepekan, harga minyak WTI susut tiga persen, dan alami penurunan mingguan berturut-turut.

Laporan pekerjaan AS menunjukkan pertumbuhan yang melonjak pada April 2019. Kemudian tingkat pengangguran turun ke level terendah lebih dari 49 tahun di kisaran 3,6 persen. Ini meningkatkan harapan kalau permintaan minyak mentah akan tetap kuat.

Bestprofit

“Jika lebih banyak orang akan bekerja, mereka harus mengemudi dan mengambil transportasi untuk sampai ke sana. Ini indikasi bagus yang bisa kita harapkan untuk melihat permintaan bensin, minyak meningkat hingga musim panas,” ujar Phil Streiblle, Analis RJO Futures, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (4/5/2019).

Ia menuturkan, bursa saham AS menguat dan dolar AS melemah mendukung harga minyak berjangka. Harga minyak cenderung mengikuti pergerakan wall street atau bursa saham AS.

Akan tetapi, keuntungan di pasar minyak dibatasi oleh laporan yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS melonjak ke level tertinggi sejak September 2017 dan produksi mencapai rekor 12,3 juta barel per hari pada pekan lalu.

Ekspor minyak mentah AS menembus 3 juta barel per hari pada November untuk pertama kalinya dan mencapai puncak 3,6 juta barel per hari pada awal tahun ini.

Hitungan rig pada pekan ini menunjukkan perusahaan energi menambahkan rig pengeboran minyak mentah untuk pertama kalinya dalam tiga minggu. Hal itu berdasarkan data perusahaan jasa energi General Electric Co Baker Hughes.

PT Bestprofit

Selain itu, sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela, pengurangan pasokan yang dipimpin oleh OPEC dan sekutunya yang dikenal OPEC+ membantu perketat pasar dan mendukung harga.

Rusia, bagian dari OPEC+ memangkas produksi minyak sebanyak 10 persen selama beberapa hari karena ekspornya mengalami gangguan akibat kontaminasi minyak mentah dalam pipa besar ke Eropa dan di pelabuhan utama pengiriman. Hal itu berdasarkan sumber Reuters.

Di sisi lain produksi Arab Saudi bisa sedikit lebih tinggi pada Juni untuk memenuhi permintaan domestik untuk pembangkit listrik. Meski pun output akan tetap dalam kuota pasokan.

Berdasarkan sumber, eksportir minyak mentah utama dunia itu diperkirakan produksi sekitar 10 juta barel per hari pada Mei. Angka ini sedikit lebih tinggi pada April. Akan tetapi masih di bawah kuota 10,3 juta barel per hari.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG