^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Harga Minyak Melemah Seiring Pemangkasan Produksi

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak melemah seiring investor global menunggu kemungkinan kejelasan pemangkasan produksi oleh produsen minyak yang berkumpul di Vienna. Namun, investor kurang yakin ada pemangkasan produksi.

Komite Pemantau Tingkat Menteri OPEC-Non OPEC atau JMMC yang mencakup organisasi negara anggota pengekspor minyak (OPEC) dan non anggota seperti Rusia bertemu pada Rabu waktu setempat. Pada pertemuan itu merekomendasikan pengurangan produksi dari tingkat produksi September-Oktober.

Sementara itu, OPEC akan mengadakan pertemuan resmi pada Kamis dengan pertemuan penting lainnya antara anggota kelompok dan nonanggota pada Jumat. Menteri energi Arab Saudi Khalid al-Falih meragukan perjanjian pengurangan produksi yang akan dicapai OPEC, Rusia dan produsen lainnya di Vienna.

“Menurut Menteri Saudi Khalid al-Falih, itu terlalu dini untuk mengatakan apakah OPEC dan negara non OPEC termasuk Rusia yang akan hadiri pertemuan mencapai kesepakatan itu,” tulis analis Commerzbank dalam sebuah laporan, seperti dikutip dari Marketwatch, Kamis (6/12/2018).

Bestprofit

Sebuah laporan dari S&P Global Platts mengatakan, produksi minyak OPEC meningkat 40 ribu barel per hari menjadi 33,08 juta pada November. Sementara itu, produksi di Iran jatuh karena sanksi AS pada sektor energi di negara itu, tetapi produksi meningkat di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Harga minyak untuk pengiriman Januari turun 36 sen atau 0,7 persen ke posisi USD 52,89 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga minyak tersebut turun 22 persen pada November, dan merupakan penurunan terbesar sejak Oktober 2008.

Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari merosot 52 sen atau 0,8 persen menjadi USD 61,56 per barel. Kedua patokan harga minyak itu sekitar 30 persen dari level tertinggi dalam empat tahun yang dicapai pada awal Oktober 2018.

PT Bestprofit

Pasar komoditas berjalan seperti biasa, sedangkan pasar di AS sebagian besar tutup. Hal itu untuk peringati hari berkabung nasional bagi Presiden AS ke-41 George H.W. Bush.

Adapun harapan pemangkasan produksi minyak menguat usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, ia dan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman setuju memperpanjang sementara pengurangan minyak. Hal ini terjadi pada pertemuan di sela-sela KTT G20.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan pada OPEC untuk menjaga produksi minyak tetap mengalir. “Semoga OPEC akan menjaga aliran minyak, tidak dibatasi. Dunia tidak ingin melihat dan membutuhkan, harga minyak lebih tinggi,” tulis dia di akun media sosial Twitter.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Mampu Menguat

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak mampu menguat pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Kenaikan harga minyak ini terjadi di tengah adanya kekhawatiran pelemahan permintaan akibat masih berlanjutnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Mengutip Reuters, Rabu (5/12/2018), harga minyak mentah AS ditutup naik 30 sen menjadi USD 53,25 per barel, setelah melewati sesi perdagangan yang volatil dan sempat menyentuh level USD 54,55 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah Brent naik 39 sen menjadi USD 62,08 per barel, setelah sebelumnya menyentuh sesi tinggi di USD 63,58 per barel.

Kekhawatiran perang dagang masih menyelimuti harga minyak. Perang dagang akan menganggu pertumbuhan ekonomi global sehingga permintaan akan minyak mentah sebagai sumber energi juga bakal tertanggu.

Best Profit

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menjelaskan bahwa ia akan kembali menetapkan tarif kepada China jika kedua pihak tidak dapat menyelesaikan perbedaan pandangan mereka.

Komentar itu langsung meredam antusiasme pasar dan aksi jual besar terlihat di seluruh sektor. penurunan yang sangat jelas terlihat di pasar saham yang melemah lebih dari 3 persen.

Sedangkan untuk harga minyak masih bisa mengantongi keuntungan meskipun tidak sebesar seperti yang dicatatkan di awal perdagangan.

Jika melihat ke belakang, harga minyak telah mundur bersama aset lainnya dalam beberapa pekan terakhir, didorong oleh kekhawatiran tentang perdagangan dan pertumbuhan ekonomi.

Bestprofit

Saat ini, pelaku pasar tengah fokus pada pertemuan organisasi eksportir minyak (OPEC). Pertemuan yang mulai berlangsung Kamis tersebut akan kembali membahas mengenai pemotongan produksi.

OPEC dan beberapa negara di luar OPEC tengah berusaha mencapai kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak setidaknya 1,3 juta barel per hari, jelas sumber Reuters. Menurutnya, perlawanan Rusia terhadap pemotongan produksi yang signifikan sejauh ini merupakan batu sandungan utama.

“Sekarang harga minyak mulai mendapatkan ketidakpastian baik dari soal memotong produksi dan juga perang dagang,” kata Gene McGillian, Direktur Riset Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

“Beberapa optimisme seputar pelonggaran ketegangan perdagangan tampaknya langsung menguap setelah mendengar komentar dari Trump.” tambah dia.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Melonjak Hampir 4 %

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak melonjak hampir empat persen pada hari Senin setelah Amerika Serikat (AS) dan China menyetujui gencatan senjata 90 hari, meredakan perang dagang antara dua negara tersebut.

Kenaikan harga minyak juga dipicu rencana pemotongan produksi minyak di provinsi Alberta, sementara kelompok eksportir OPEC tampaknya akan mengurangi pasokan.

Dikutip dari Reuters, Selasa (4/12/2018), harga minyak mentah Brent berjangka naik USD 2,23 atau 3,75 persen menjadi menjadi USD 61,69 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik USD 2,02 atau 3,97 persen menjadi USD 52,95 per barel.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping memutuskan menunda pemberlakuan tambahan tarif dan kembali berunding dalam waktu 90 hari usai bertemu dalam rangkaian pertemuan G20 di Buenos Aires, Argentina.

PT Bestprofit

Pihak Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump tidak akan meningkatkan tarif senilai US$ 200 miliar dari barang-barang China atau menjadi 25 persen seperti yang diumumkan sebelumnya.

Dalam kesepakatan itu, China setuju untuk membeli sejumlah produk pertanian, energi, industri dan barang lainnya. Lalu, kedua negara akan melakukan pembicaraan untuk mengatasi masalah seperti transfer teknologi, kekayaan teknologi, hambatan non tarif, pencurian cyber, dan pertanian.

Perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia telah sangat membebani perdagangan global dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi.

Minyak mentah belum termasuk dalam daftar produk yang menghadapi tarif impor, tetapi para pedagang mengatakan sentimen positif mendukung pasar minyak mentah.

“Tanda-tanda awal membaiknya hubungan perdagangan AS-China telah memberikan dorongan untuk harga minyak di sesi perdagangan hari ini,” kata Abhishek Kumar, analis energi senior di Interfax Energy di London.

Best Profit

Minyak juga mendapat dukungan dari pengumuman oleh Alberta, provinsi Kanada Barat yang akan memaksa produsen untuk memangkas produksi sebesar 8,7 persen, atau 325.000 barel per hari (bph), untuk mengatasi hambatan pipa yang telah menyebabkan minyak mentah meningkat di penyimpanan.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak bertemu pada hari Kamis untuk memutuskan produksi minyak. OPEC bersama dengan anggota non-OPEC Rusia, diperkirakan akan mengumumkan pemotongan yang ditujukan untuk menahan melimpahnya pasokan yang telah menurunkan harga minyak mentah sekitar sepertiga sejak Oktober.

“Kami merasa bahwa penurunan sekitar 1,1-1,2 juta barel per hari akan diperlukan jika ingin menahan pelemahan harga minyak,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, dalam sebuah catatan.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG