^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Harga Minyak Melonjak Akibat Penurunan Tajam Ekspor Venezuela

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak melonjak pada perdagangan Kamis karena dipengaruhi kekhawatiran penurunan tajam ekspor dari Venezuela. Dorongan lainnya karena kekhawatiran negara-negara produsen minyak atau OPEC tidak dapat meningkatkan produksi minyak pada pertemuan bulan ini.

Dikutip dari Reuters, Jumat (8/6/2018), harga minyak mentah Brent berjangka yang menjadi patokan global ditutup naik hampir USD 2 atau tepatnya USD 1,96 per barel. Terangkat 2,6 persen ke posisi USD 77,32 per barel.

Sedangkan harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) mendaki USD 1,22 atau 1,88 persen menjadi USD 65,95 per barel.

Harga minyak dunia menanjak akibat kekhawatiran ekspor dari Venezuela. Kondisi ini terjadi karena dorongan pernyataan Menteri Energi Aljazair yang mengindikasikan bahwa OPEC akan fokus untuk menyeimbangkan pasar daripada memangkas produksi lagi.

Best Profit

“Mereka semua mendorong supaya Arab Saudi meningkatkan produksinya. Dengan penurunan harga lebih dari 10 persen, mereka mungkin mempertimbangkan kembali hal-hal mendekati pertemuan,” kata Pengamat John Kilduff.

Venezuela yang merupakan anggota OPEC terancam kena sanksi Amerika Serikat (AS) di tengah gejolak krisis ekonomi negara tersebut. Berdasarkan data pengiriman, Venezuela tertinggal hampir satu bulan dalam pengiriman minyak mentah ke pelanggan dari pelabuhan ekspor minyak utamanya.

Angola juga mencatatkan penurunan produksi dengan cepat dari ladang minyak yang sudah uzur alias tua.

Penundaan dan penurunan produksi yang kronis di Venezuela ini dapat melanggar kontrak pasokan minyak PDVSA yang dikelola negara. Tanker menunggu untuk memuat lebih dari 24 juta barel minyak mentah, hampir sebanyak yang dikirimkan PDVSA pada April teronggok di luar pelabuhan minyak Venezuela.

Bestprofit

OPEC telah memangkas produksi sejak 2017 untuk mengurangi kelebihan minyak mentah dunia. Negara-negara produsen minyak akan kembali bertemu di Wina pada 22 Juni mendatang untuk membahas kebijakan pasokan minyak mentah.

Menteri Energi Aljazair, Mustapha Guitouni mengatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah menyeimbangkan antara pasokan dan permintaan untuk menjamin stabilitas pasar minyak.

Sementara Anggota OPEC lain yakni Irak mengaku rencana peningkatan produksi belum ada di atas meja. Ini mengikuti permintaan AS agar Arab Saudi bisa meningkatkan output minyak mentah.

“Krisis ekonomi di Venezuela yang memburuk, bersamaan dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah akan tetap mendorong harga minyak. Tapi prospek untuk meningkatkan produksi dari OPEC dan dari AS akan membatasi kenaikan harga,” kata Analis Senior Interfax Energy, Abhishek Kumar.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Melemah Kekhawatiran Pasokan Global

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak melemah di tengah kekhawatiran pasokan global meningkat usai persediaan Amerika Serikat (AS) meningkat secara tak terduga. Sedangkan Arab Saudi dan produsen besar lainnya isyaratkan akan meningkatkan produksi.

Persediaan minyak mentah AS naik 2,1 juta barel dalam seminggu hingga 1 Juni. Hal itu berdasarkan data the Energy Information Administration. Analis memperkirakan penurunan 1,8 juta barel.

“Harga minyak sedang dihantam oleh kejutan stok minyak mentah yang meningkat seiring impor melonjak. Ini menumpulkan dampak dari kilang,” ujar Matthew Smith, Direktur ClipperData, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (7/6/2018).

Produksi minyak mentah AS mencapai rekor 10,8 juta barel per hari dalam sepekan. Meningkatnya produksi AS mendorong penjualan sejak harga minyak Brent naik di atas USD 80 per barel pada bulan lalu.

PT Bestprofit

“Peningkatan yang terus menerus dalam produksi minyak mentah membebani pasar dan cukup signifikan dibandingkan tahun lalu,” ujar Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.

Harga minyak Amerika Serikat pun turun 79 sen atau 1,2 persen menjadi USD 64,73 per barel. Sedangkan harga minyak Brent susut dua sen menjadi USD 75,26 per barel.

Namun usai perdagangan, harga minyak Brent berbalik arah menjadi positif dengan naik 18 sen per barel.Lantaran minyak mentah AS turun lebih cepat dari pada Brent sehingga membuat harga minyak keduanya melebar 6,5 persen dari sesi sebelumnya menjadi USD 10,74 per barel.

Menteri Energi India, menyatakan kalau pemerintahan Arab Saudi kembali meninjau kebijakan pemangkasan produksi yang telah mendukung harga minyak.

Pemerintah AS secara tidak resmi meminta Arab Saudi dan produsen OPEC lain untuk meningkatkan produksi.OPEC dan Rusia akan bertemu pada 22-23 Juni untuk memutuskan apakah akan meningkatkan produksi minyak.

Best Profit

Para produsen mempertimbangkan peningkatan pasokan hingga 1 juta barel per hari.“Harga minyak didorong oleh OPEC dan pandangan seberapa banyak dan cepat OPEC akan meningkatkan produksi,” ujar Analis Energy Aspects Virendra Chauchan.

Di sisi lain, produksi minyak di Venezuela terhambat. Venezuela yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia dan pemasok bahan bakar ke AS terhambat produksinya lantaran investasi yang tidak memadai, salah urus dan sanksi AS.

Tiga sumber mengatakan kepada Reuters, perusahaan negara Venezuela PDVSA sedang pertimbangkan pengumuman force majour untuk sejumlah ekspor.Selain itu, sanksi AS terhadap Iran juga mengancam ekspor minyak dari produsen OPEC tersebut.

“Ini adalah tarik menarik antara hilangnya pasokan dari Venezuela dan Iran, serta peningkatkan produksi dari OPEC dan AS. Harga minyak sementara akan capai USD 80 per barel hingga dapat pernyataan dari OPEC,” kata Risk Manager Mitsubishi Crp, Tony Nunan.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Berbalik Menguat

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan harga minyak dunia berbalik arah dari kerugian pada perdagangan Selasa.

Sebelumnya harga minyak memang mencapai titik terendah dalam satu bulan setelah keluarnya laporan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) yang meminta Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyak.

Mengutip Reuters, Rabu (6/6/2018), harga minyak mentah Brent berjangka naik 9 sen atau 0,12 persen menjadi menetap di USD 75,38 per barel. Sebelumnya harga minyak patokan ini sempat menyentuh level terendah sejak 8 Mei di USD 73,81 per barel.

Sedangkan untuk harga minyak berjangka AS naik 1,6 sen atau 1,2 persen menjadi USD 77,52 per barel. Sebelumnya, harga minyak ini sempat menyentuh USD 64,22, terendah sejak 10 April. Sebelumnya, WTI mencapai sesi rendah $ 64,22, terendah sejak 10 April.

Bestprofit

Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch menyebutkan bahwa premi antara harga Brent dengan minyak mentah AS berada di level rendah di USD 9,38 per barel. Angka ini memang lebih baik dari minggu lalu ketika selisih mencapai USD 11,57, terluas sejak Maret 2015.

Pemerintah AS secara tidak resmi meminta ke Arab Saudi dan beberapa produsen OPEC lain untuk meningkatkan produksi minyak. Sumber dari industri minyak dan gas (migas) mengatakan, pemeirntah AS memang belum meminta angka tertentu.

Permintaan itu muncul setelah harga bensin ritel AS melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun dan Presiden Donald Trump pada April mengeluh tentang kebijakan OPEC dan kenaikan harga minyak.

PT Bestprofit

Pasokan OPEC cenderung lebih langsung mempengaruhi Brent, sedangkan minyak mentah AS lebih terkait erat dengan pasokan AS.

Fakta bahwa Rusia, Arab Saudi, dan OPEC secara lebih luas mulai membahas peningkatan tingkat produksi, Anda mendapatkan koreksi yang cukup cepat dalam wkatu dekat ini, ”kata Tyler Richey, co-editor Sevens Report in Jupiter, Florida.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG