^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Harga Minyak Mengalami Tekanan Sangat Dalam

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak mengalami tekanan yang sangat dalam pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Harga minyak AS mengalami penurunan harian paling curam dalam tiga tahun ini karena kekhawatiran pelemahan permintaan global dan kelebihan pasokan.

Mengutip Reuters, Rabu (14/11/2018), harga minyak berjangka AS turun 7,1 persen dan memecahkan rekor penurunan terendah sejak November 2017. Pelemahan hari ini merupakan penurunan harian yang ke-12.

Harga minyak mentah berjangka AS ditutup turun USD 4,24 per barel atau 7,1 persen menjadi USD 55,69 per barel. Itu adalah persentase penurunan persentase satu hari terbesar untuk kontrak sejak September 2015. Minyak mentah AS telah kehilangan 28 persen sejak puncaknya di awal Oktober.

Best Profit

Sedangkan harga minyak Brent berakhir turun USD 4,65 atau 6,6 persen menjadi USD 65,47 per barel. Kerugian satu hari terbesar sejak Juli. Brent telah kehilangan 25 persen sejak mencetak level tertinggi empat tahun pada awal Oktober.

“Ini sudah tidak mencerminkan fundamental tetapi harga terus mengalami tekanan sehingga jatuh sangat dalam,” jelas Phil Flynn, analis Price Futures Group, Chicago, AS. Sebagian besar analis memperkirakan bahwa penurunan harga minyak yang terjadi pada hari Selasa merupakan kelanjutan pelemahan yang terjadi pada hari sebelumnya.

Penyebab pelemahan tersebut adalah unggahan dari Presiden AS Donald Trump di twitter yang meminta kepada organisasi eksportir minyak (OPEC) untuk tidak mengurangi pasokan sehingga bisa menopang harga.

Bestprofit

Unggahan Trump tersebut menyusul laporan yang dikeluarkan oleh Arab Saudi yang telah mempertimbangkan jusulan pemotongan produksi pada pertemuan yang akan diadakan pada Desember mendatang.

Rencana Arab Saudi tersebut muncul setelah adanya dugaan bahwa akan terjadi kelebihan pasokan karena berkurangnya konsumsi.

Para spekulan telah menarik kembali perhitungan mereka bahwa harga minyak akan reli. Pada pekan lalu, sebagian besar pedagang atau pelaku pasar telah mengurangi portofolio mereka di minyak sedikit demi sedikit.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Mentah AS Turun

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun dalam 11 hari berturut-turut, terbanyak sejak kontrak mulai diperdagangkan. Harga minyak berbalik arah dari reli di awal sesi ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan dia berharap tidak akan ada pengurangan produksi minyak.

Komentar Trump mengikuti komentar dari Menteri Energi Arab Saudi yang mengatakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sedang mempertimbangkan pemotongan pasokan tahun depan, seiring dengan permintaan yang melemah.

Arab Saudi telah menyatakan keprihatinan bahwa sanksi AS telah menghilangkan lebih sedikit minyak dari pasar daripada yang diperkirakan.

Dikutip dari Reuters, Selasa (13/11/2018), patokan harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) turun USD 26 sen menjadi USD 59,93 per barel. Penurunan ini menandai penurunan harian ke-11 berturut-turut, terbesar sejak kontrak mulai diperdagangkan, menurut data dari CME Group.

PT Bestprofit

Minyak mentah Brent berjangka berbalik arah di akhir sesi, turun USD 6 sen menjadi USD 70,12 per barel. Brent juga diperdagangkan lebih rendah dalam aktivitas pasca-penutupan, turun USD 1,13 menjadi USD 69,05 per barel.

“Mudah-mudahan, Arab Saudi dan OPEC tidak akan memotong produksi minyak,” tulis Trump di Twitter. “Harga minyak harus jauh lebih rendah berdasarkan pasokan!” Minyak mentah AS berbalik negatif dan memperpanjang kerugian setelah tweet tersebut.

Harga minyak telah menguat di awal sesi, setelah Arab Saudi mengatakan OPEC dan mitranya percaya bahwa permintaan cukup melunak untuk menjamin pemotongan produksi 1 juta barel per hari (bph) tahun depan.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan OPEC dan sekutunya setuju bahwa analisis teknis menunjukkan kebutuhan untuk mengurangi pasokan minyak tahun depan sekitar 1 juta bph dari level Oktober.

Best Profit

Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, mengatakan pada hari Minggu akan memangkas pengirimannya setengah juta bph pada bulan Desember karena permintaan musiman yang lebih rendah.

OPEC dan Badan Energi Internasional bakal merilis laporan bulanan tentang prospek pasokan minyak dan permintaan akhir pekan ini.

Harga minyak telah jatuh sekitar 20 persen pada bulan lalu, terpukul oleh peningkatan pasokan global dan ancaman perlambatan permintaan, terutama dari pelanggan yang mata uangnya melemah terhadap dolar AS sehingga mengikis daya beli mereka.

Produksi dari produsen minyak utama dunia Rusia, Amerika Serikat dan Arab Saudi telah meningkat 1,05 juta bph dalam tiga bulan terakhir. Hal ini membuat OPEC menyesuaikan produksinya yang mencapai sekitar 33,3 juta bph, menyumbang sekitar sepertiga dari pasokan global.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Pasokan Minyak OPEC Terjamin

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Negara-negara penghasil minyak OPEC menyatakan tidak akan mengurangi produksi hingga 2019. Stok minyak dunia dipastikan terjamin, sementara keputusan mengenai pemangkasan output pada tahun depan baru akan diambil pada pertemuan para menteri anggota OPEC dan anggota non-OPEC di Wina pada Desember.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al Falih seperti mengutip Gulfnews, Senin (12/11/2018) mengatakan jika pasar minyak saat ini cukup mendapatkan pasokan. Pihaknya juga akan bekerja keras untuk menyeimbangkan pasar.

Meski demikian, dia mengaku OPEC tidak akan pernah menjamin harga minya pada posisi tertentu. “Akan tetap ada fluktuasi harga minyak dan persediaan,” kata Al Falih pada pertemuan Komite Pemantau Tingkat Menteri di Abu Dhabi.

Dia juga mengaku jika anggota OPEC maupun non-OPEC belum membicarakan soal pemotongan pasokan kembali.

Bestprofit

“Kami belum memulai diskusi tentang pemotongan. Ada kemungkinan untuk memotong tetapi kita harus menunggu dan melihat,” tutur dia.

Lebih lanjut, dia mengakui jika OPEC tidak akan menghindar dari pemotongan jika memang benar-benar ada kebutuhan dan sentimen pasar minyak jelas bergeser menuju kelebihan pasokan yang mengkhawatirkan.

“Idealnya kami tidak suka memotong, kami ingin menjaga pasar bebas dan nyaman. Kami hanya akan memotong jika kami melihat adanya kekenyangan terus-menerus muncul dan terus terang kami melihat beberapa tanda ini keluar dari AS. Kami belum melihat tanda-tanda ini secara global,” kata dia.

Menteri Perminyakan UAE Suhail Al Mazroui mengatakan jika sebagai sebuah kelompok, OPEC tidak akan menyarankan negara anggotanya untuk memproduksi ketika pasar tidak membutuhkan.

Dia juga berharap bahwa anggota OPEC dan non-OPEC akan terus bersama hingga 2019 dan seterusnya. “Kami telah berhasil mencapai tingkat persediaan rata-rata lima tahun tahun ini. Kami bekerja bersama pada saat yang sulit,” kata dia.

PT Bestprofit

Sanksi mulai diberlakukan AS terhadap Iran pekan lalu, terkait program pengayaan nuklir. AS meminta negara-negara lain untuk berhenti membeli minyak dari Iran. Harga minyak patokan global Brent tercatat diperdagangkan pada kisaran USD 70 per barel dan West Texas Intermediate USD 60 per barel pada hari Minggu.

Harga minyak jatuh dari posisi USD 85 per barel pada Oktober karena kekhawatiran pasokan serta sanksi pembebasan AS serta pertumbuhan produksi dari AS dan negara lain.

Menurut Lembaga Administrasi Informasi Energi (EIA) yang berbasis di AS, harga rata-rata minyak Brent diprediksi mencapai USD $ 72 pada tahun 2019 dan untuk West Texas Intermediate akan menjadi USD 65 per barel.

EIA juga memperkirakan produksi minyak mentah AS meningkat menjadi 10,9 juta barel per hari pada semester I-2018, naik dari 9,4 juta barel per hari pada 2017, dan akan rata-rata 12,1 juta barel per hari pada 2019.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG