^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Harga Minyak Berjangka Menguat Dua Persen

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak berjangka menguat dua persen seiring persediaan minyak mentah AS secara tak terduga turun. Selain itu, ada perkiraan pertumbuhan pasokan minyak mentah dari produsen utama yang direvisi lebih rendah.

Pemadaman listrik yang meluas di Venezuela telah menghentikan ekspor minyak mentah dari negara anggota OPEC yang alami pengurangan pengiriman dari sanksi AS. Hal itu membantu memperketat pasar.

Harga minyak berjangka Brent naik 88 sen atau 1,32 persen ke posisi USD 67,55 per barel. Harga minyak berjangka AS naik USD 1,39 atau 2,44 persen ke posisi USD 58,26 per barel. Harga minyak itu mencapai level tertinggi sejak pertengahan November.

Adapun stok minyak mentah AS turun pada pekan lalu karena kilang meningkatkan hasil. Hal itu berdasarkan pernyataan the Energy Information Administration (EIA). Persediaan minyak mentah turun 3,9 juta barel pada pekan lalu dibandingkan harapan analis kenaikan 2,7 juta barel.

Bestprofit

“Dengan penyuling mulai perlahan keluar dari perawatan, pemangkasan OPEC mulai menendang, dan pasokan Venezuela, Anda mungkin sekarang melihat lebih banyak keseimbangan dalam beberapa minggu mendatang. Ini terlihat sangat mendukung ketika kilang keluar dari perawatan,” ujar Phil Flynn, Analis Price Futures Group, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (14/3/2019).

Data EIA lainnya menunjukkan produksi minyak mentah AS turun dari rekor tertinggi. Produksi minyak mentah turun 100 ribu barel per hari menjadi 12 juta barel per hari pada pekan lalu.

Pada Selasa, EIA merevisi penurunan perkiraan untuk pertumbuhan produksi minyak mentah domestik pada 2019. Demikian juga pada 2020.

PT Bestprofit

“Walaupun revisinya kecil, bagian yang menyenangkan untuk naik adalah revisi turun dari pada naik,” ujar Global Oil Strategist BNP Paribas, Harry Tchilinguirian.

Ekspor dari terminal minyak utama Venezuela telah terdampak pemadaman parah sehingga menyebabkan sebagian negara itu tidak memiliki listrik selama sepekan. Terminal kembali beroperasi pada Rabu. Listrik telah dipulihkan ke banyak wilayah dalam beberapa hari terakhir.

“Saya berharap melihat WTI mencapai USD 60 per barel dalam beberapa minggu ke depan karena persediaan AS dipengaruhinya kurangnya impor Venezuela,” tutur Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.

Harga minyak naik juga mendapatkan dari langkah pemangkasan pasokan yang dipimpin negara OPEC dan sekutu termasuk Rusia. Arab Saudi mengindikasi akan memangkas ekspor pada April.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

Harga Minyak Naik Tipis Pada Penutupan

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak naik tipis pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) didukung oeh tanda-tanda pengetatan pasokan global setelah salah satu pejabat Arab Saudi mengatakan bahwa mereka berencana untuk memotong ekspor pada April. Sementara pemerintah amerika Serikat (AS) mengurangi perkiraan pertumbuhan produksi minyak mentah untuk domestik.

Mengutip Reuters, Rabu (13/3/2019), Arab Saudi yang tengah berusaha untuk mengurangi pasokan minyak di dunia untuk mendukung kenaikan harga, berencana untuk memotong ekspor minyak mentah pada bulan depan menjadi di bawah 7 juta barel per hari. Selain itu, Arab Saudi juga menjaga produksi agar tidak lebih dari 10 juta barel per hari.

Dengan adanya sentimen tersebut, harga minyak mentah berjangka Brent naik 9 sen, atau 0,1 persen menjadi USD 66,67 per barel. sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 8 sen, atau 0,1 persen menjadi menetap di USD 56,87 per barel. Sejak awal tahun, kedua tolok ukur harga minyak di dunia tersebut telah meningkat sekitar 25 persen.

Best Profit

Harga minyak mentah telah didukung sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, kembali memotong pasokan pada 1 Januari 2019. Kelompok yang dinamakan OPEC + ini setuju untuk mengurangi pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari selama enam bulan.

Seorang pejabat Arab Saudi mengatakan bahwa mereka secara sukarela mengurangi pasokan lebih dari kesepakatan yang disyaratkan dan pada bulan April dan akan mempertahankan produksi jauh di bawah 10 juta barel per hari. Angka tersebut kurang dari 10,311 juta barel per hari seperti yang telah disepakati oleh Arab Saudi pada perjanjian OPEC +.

Di AS, Energy Information Administration (EIA) mengatakan bahwa produksi minyak mentah domestik diperkirakan akan tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya pada 2019, rata-rata sekitar 12,3 juta barel per hari.

Bestprofit

“Bagian dari upaya melawan upaya OPEC + adalah gagasan tentang pertumbuhan tanpa henti dalam produksi minyak AS. Laporan EIA mengekang beberapa di dalamnya, dan laporan itu mendukung dalam hal itu, ”kata John Kilduff, analis Again migas di Capital LLC, New York, AS. Namun, EIA memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia 2019 sebesar 40 ribu barel per hari menjadi 1,45 juta barel per hari.

Persediaan minyak mentah AS turun 2,6 juta barel dalam sepekan hingga 8 Maret menjadi 449 juta, ungkap kelompok industri American Petroleum Institute pada Selasa. Analis memperkirakan peningkatan 2,7 juta barel. Laporan resmi pemerintah AS tentang stok minyak mentah akan dirilis pada hari Rabu.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Naik Lebih dari 1 Persen

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak naik lebih dari 1 persen pada hari Senin (Selasa pagi WIB) terangkat oleh komentar dari Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih yang menilai penghentian pemangkasan pasokan yang dipimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak mungkin dilakukan sebelum Juni 2019.

Pernyataan al-Falih tersebut membuat pelaku pasar yakin kalau OPEC masih akan terus mempertahankan tingkat produksi minyak pada level yang telah disepakati pada Desember 2018.

Dilansir dari Reuters, Selasa (12/3/2019), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 84 sen atau 1,28 persen menjadi USD 66,58 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 72 sen atau 1,28 persen menjadi USD 56,79 per barel.

Falih mengatakan kepada Reuters pada hari Minggu bahwa akan terlalu dini untuk mengubah pakta pembatasan produksi yang disetujui oleh OPEC dan sekutu termasuk Rusia sebelum pertemuan kelompok itu pada Juni.

“Saudi terus mengambil pendekatan proaktif untuk mendapatkan penawaran dan permintaan dalam keseimbangan yang lebih baik,” kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.

PT Bestprofit

Sepanjang tahun ini, pasar minyak telah didukung kebijakan pengurangan pasokan yang sedang berlangsung oleh kelompok yang disebut OPEC +, yang telah berjanji untuk memotong 1,2 juta barel per hari (bph) dalam pasokan minyak mentah sejak awal tahun untuk menopang harga.

Kelompok ini akan bertemu pada 17-18 April, dengan pertemuan lain dijadwalkan 25-26 Juni, untuk membahas kebijakan pasokan. OPEC diperkirakan akan meninjau permintaan minyak dunia dan keseimbangan pasokan karena kelompok itu mempertahankan pengurangan produksi selama pertemuan April, kata seorang pejabat senior minyak Teluk, Senin.

“Kami ingin melihat stok komersial turun,” kata pejabat itu di sela-sela konferensi energi CERAWeek IHS Markit.

Pejabat itu menambahkan bahwa stok minyak mentah dan produk minyak global harus turun kembali ke rata-rata lima tahun, target yang telah ditetapkan OPEC untuk mengurangi kelebihan minyak global. Selain itu, seorang pejabat Saudi mengatakan negara itu berencana mengurangi ekspor minyak mentah pada April menjadi di bawah 7 juta barel per hari.

Harga minyak juga didukung oleh laporan mingguan terakhir perusahaan jasa energi AS Baker Hughes yang menunjukkan jumlah rig pengeboran untuk produksi minyak baru di Amerika Serikat turun sembilan unit menjadi 834.r

Best Profit

Tetapi Badan Energi Internasional yang berbasis di Paris mengatakan dalam sebuah pandangan pada hari Senin bahwa produksi minyak mentah di Amerika Serikat akan naik hampir 2,8 juta barel per hari menjadi 13,7 juta barel per hari pada tahun 2024 dari sekitar 11 juta barel per hari pada tahun 2018.

Produksi minyak AS dapat menjadi kurang responsif terhadap harga minyak mentah karena perusahaan-perusahaan minyak besar memperluas operasi di ladang serpih nasional, kata para pejabat IEA pada konferensi energi CERAWeek di Houston pada Senin.

Pasar tertekan setelah data ketenagakerjaan AS pada hari Jumat mengangkat kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi di Asia dan Eropa berimbas ke Amerika Serikat.

“Harga Brent telah berjuang untuk mendorong dengan kuat di atas USD 65 per barel sebagian karena dolar AS yang kuat tetap menjadi angin segar utama untuk harga komoditas. Selain itu, pertumbuhan PDB global telah lunak dan permintaan minyak belum naik secara musiman, “kata Bank of America Merrill Lynch dalam sebuah laporan.

Tetapi mengutip pemotongan OPEC + dan rendahnya stok global, bank memperkirakan harga minyak Brent akan mencapai USD 70 per barel tahun ini.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG