^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Harga Minyak Naik Hampir 2 persen

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit – 

Harga minyak naik hampir 2 persen pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). kenaikan harga minyak ini karena data ekonomi yang positif baik di Eropa, Asia, maupun di Amerika Serikat (AS).

Namun, investor tetap khawatir mengenai kenaikan kasus Corona Covid-19 secara global dan kelebihan pasokan minyak karena OPEC memangkas pembatasan produksi. Mengutip CNBC, Selasa (4/8/2020), harga minyak mentah Brent naik 86 sen atau 2 persen menjadi USD 44,38 per barel. Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 74 sen atau 1,84 persen ke level USD 41,01 per barel.

Aktivitas manufaktur AS menuju ke level tertinggi dalam hampir 2 tahun pada bulan Juli karena permintaan meningkat. Kenaikan aktivitas manufaktur tersebut terjadi di tengah kenaikan angka inveksi virus covid-19.

Bestprofit

Hal serupa juga ditunjukkan di zona Eropa yang mengalami kenaikan untuk pertama kalinya sejak awal 2019. Sementara data manufaktur yang positif di Asia juga mendorong kenaikan harga minyak. “Sektor industri kembali bergerak dan itu menandakan baik untuk permintaan minyak ke depan,” kata analis Again Capital LLC, New York, John Kilduff.

Kekhawatiran

Namun, para pelaku pasar masih tetap khawatir tentang pemulihan ekonomi karena di waktu yang bersamaan terjadi peningkatan kasus yang terinveksi virus Corona. Diketahui, virus Corona sudah menginveksi hampir 18 juta orang secara global.

Dengan peningkatan ini, lebih banyak negara-negara yang akan memberlakukan kembali pembatasan untuk mengurangi penyebaran virus. Tentu saja hal ini akan berimbas kepada sektor industri sehingga harga minyak juga akan terganggu.

PT Bestprofit

Prospek kelebihan pasokan juga membayang-bayangi harga minyak. Hal ini karena terjadi karena OPEC dan sekutunya yaitu Rusia kembali akan mengurangi angka pembatasan produksi. Di saat yang sama, produksi AS juga terus meningkat.

“Karena pelemahan permintaan akibat pandemi dan bersinggungan dengan peningkatan produksi, maka kemungkinan rekor baru pasokan akan tercipta,” kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch Oil Associates.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Melambung

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit – 

Harga minyak naik pada hari Jumat. Sentimen kenaikan berasal dari berita bahwa penurunan produksi minyak AS pada bulan Mei adalah yang terbesar dalam rekor.

Dikutip dari CNBC, Sabru (1/8/2020), harga minyak mentah Brent naik 24 sen, atau 0,7 persen, pada USD 43,18 per barel. Pada hari Kamis, Brent ditutup turun 1,9 persen setelah menyentuh level terendah sejak 10 Juli.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 35 sen, atau 0,88 persen, menjadi USD 40,27 per barel, setelah turun 3,3 persen pada sesi sebelumnya. Brent berada di jalur untuk kenaikan bulan keempat dan minyak mentah AS menuju sepertiga karena keduanya naik dari kedalaman pada bulan April, ketika sebagian besar dunia terkunci karena pandemi coronavirus.

Produksi minyak mentah AS anjlok pada Mei, jatuh rekor 2 juta barel per hari menjadi 10 juta barel per hari, Administrasi Informasi Energi AS mengatakan dalam laporan bulanan pada Jumat.

Best Profit

“Setelah hari yang buruk untuk minyak besar dengan pendapatan yang mengerikan, kami mulai melihat dampaknya dalam barel,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures di Chicago. “Ini menunjukkan bahwa kita akan melihat pasar yang lebih ketat di masa depan, dan jika ekonomi berbalik kita akan mengalami kesulitan memenuhi permintaan,” tambahnya.

Pelemahan Dolar

Dolar memperpanjang penurunan dramatis pada hari Jumat dan berada di jalur untuk penurunan bulanan terbesar dalam satu dekade setelah berita pada hari Kamis bahwa produk domestik bruto AS runtuh pada tingkat tahunan 32,9 persen – penurunan paling tajam dalam output sejak catatan dimulai pada tahun 1947.

Investor biasanya menggunakan komoditas dalam denominasi dolar sebagai safe havens ketika mata uang melemah. “Stimulus global dan dolar yang lemah akan terus mendukung harga minyak, karena secara historis minyak dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi,” kata Keshav Lohiya, kepala eksekutif konsultan Oilytics.

Bestprofit

Secara global, prospek ekonomi telah meredup lagi, dengan meningkatnya infeksi virus corona meningkatkan risiko penguncian baru dan mengancam setiap rebound, menurut jajak pendapat Reuters dari lebih dari 500 ekonom.

Marjin penyulingan yang lebih lemah di seluruh dunia, permintaan minyak China yang lebih rendah dan persediaan minyak mentah yang tinggi membuat tekanan lebih lanjut pada harga minyak, kata Lohiya.

Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak di Rystad Energy yang berbasis di Oslo, mengatakan para pedagang minggu depan akan memantau dengan seksama peningkatan produksi minyak oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya.

Kelompok itu, yang dikenal sebagai OPEC +, secara kolektif berencana untuk meningkatkan produksi mulai Sabtu, menambahkan sekitar 1,5 juta barel per hari ke pasokan global, setelah memangkas produksi setelah pandemi.

 

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Merosot pada Penutupan

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit – 

Harga minyak merosot pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta) menyusul pelemahan data ekonomi AS. Penurunan harga minyak ini juga terjadi usai Presiden AS Donald Trumo menyarankan penundaan pemilihan presiden.

Para pelaku pasar menjual aset-aset berisiko seperti minyak setelah Trump mengunggah pernyataan di media sosial yang menyarankan untuk menunda pemilihan.

Mengutip CNBC, Jumat (31/7/2020), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turun USD 1,35, atau 3,27 persen setelah jatuh lebih dari 5 persen di awal sesi. Harga minyak mentah berjangka Brent turun 81 sen di level USD 42,94 per barel.

“Kami memiliki potensi ketidakpastian politik yang sangat serius di AS jika tanggal pemilihan diusulkan mundur,” kata analis Again Capital, New York, John Kilduff. Sementara itu, sebagai tanda dampak buruk dari virus Corona pada AS, konsumen minyak terbesar di dunia, ekonomi negara itu mengalami kontraksi paling tajam sejak Depresi Hebat.

PT Bestprofit

Produk domestik bruto AS runtuh pada tingkat terdalam sejak tahun 1947. Selain itu, klaim pengangguran mingguan naik, sebuah sinyal bahwa wabah yang memburuk di seluruh wilayah AS sedang mengambil langkah korban lebih lanjut pada ekonomi.

“Unggahan Trump menjadi pemicu akhir di saat pelaku pasar tengah mencerna kembali angka produk domestik bruto AS yang mengerikan,” kata Kilduff. Dampaknya, harga minyak pun mengalami tekanan.

Perdagangan Sebelumnya

Sebelumnya, harga minyak naik tipis pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Kenaikan harga minyak ini didorong oleh penurunan tajam persediaan minyak mentah di AS. Namun, kenaikan harga minyak tersebut tertahan karena angka positif virus Corona yang terus menyentuh rekor baik di AS maupun di dunia.

Best Profit

Mengutip CNBC, Kamis (30/7/2020), harga minyak mentah berjangka Brent naik 45 sen menjadi USD 43,67 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 23 sen menjadi USD 41,27 per barel.

Energy Information Administration mengumumkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 10,6 juta barel pekan lalu menjadi 526 juta barel. Penurunan ini merupakan yang tertinggi sejak Desember 2019.

Sedangkan impor minyak mentah AS turun 1 juta barel per hari menjadi 1,9 juta barel per hari. “Jika melihat penurunan ini maka bisa menjadi indikator utama bahwa sebagian besar pasar mulai bergerak lebih agresif ke keseimbangan,” kata analis CHS Hedging, Tony Headrick.

Penurunan stok minyak mentah kemungkinan merupakan hasil dari pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang disepakati pada bulan April. Pemotongan ini untuk menjaga harga minyak agar tidak terus mengalami tekanan.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG