Kurs Rupiah Melemah Hingga Menembus Rp. 12.000 per USD – PT Bestprofit Futures Bandung

Best Prodit Futures Bandung (pt bestprofit 9) – Pelemahan pasar keuangan Indonesia  yang menembus  level Rp 12.000 per USD, dalam beberapa pekan memang menjadi isu terhangat belakangan ini.  Musababnya, terdapat asumsi terhadap pelemahan ini lantaran adanya sentimen negatif domestik yakni ketegangan politik.

Selain itu, adanya defisit neraca perdagangan pada Agustus 2014  ini, juga menjadi dasar penurunan yang menggerus Rupiah hingga saat ini.  Diperkirakan Rupiah akan bergerak di atas level  Rp 12.220 per USD.

Defisit neraca perdagangan  yang terjadi pada Agustus 2014 ini, serta ekspektasi pasar yang menurun terhadap kepemimpinan Jokowi-JK (Jusuf Kalla) lantaran sentimen politik yang tidak sehat. Adanya sentimen politik  tentu menjadi keraguan sendiri bagi para pelaku pasar.  Lantaran pasar melihat program-program Jokowi-JK sulit untuk terealisasikan.

Untuk diketahui, rupiah menyentuh level Rp  12.177 dengan titik rendah Rp 12.150. Sebelumnya, ditutup pada kisaran Rp 12.150, berdasarkan perubahan 52 minggu di kisaran Rp 10.766 – Rp 12.28.1.

Penurunan terhadap saham dan rupiah diprediksi terus terjadi. Jika belum adanya dinamika politik yang terjadi pada Pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla (JK).  Meski demikian, wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat diterima pasar  dengan baik yang dapat dijadikan  ekspektasi jangka panjang.

Sekedar informasi, pada perdagangan akhir pekan lalu, kurs Rupiah menyentuh level Rp 12.177 dengan titik rendah Rp 12.150.Sebelumnya, ditutup pada kisaran Rp 12.150, berdasarkan perubahan  selama 52 minggu di kisaran Rp 10.766 – 12.281. [geng]

Selain itu, adanya defisit neraca perdagangan pada Agustus 2014  ini, juga menjadi dasar penurunan yang menggerus Rupiah hingga saat ini.  Diperkirakan Rupiah akan bergerak di atas level  Rp 12.220 per USD.

Defisit neraca perdagangan  yang terjadi pada Agustus 2014 ini, serta ekspektasi pasar yang menurun terhadap kepemimpinan Jokowi-JK (Jusuf Kalla) lantaran sentimen politik yang tidak sehat. Adanya sentimen politik  tentu menjadi keraguan sendiri bagi para pelaku pasar.  Lantaran pasar melihat program-program Jokowi-JK sulit untuk terealisasikan.

Untuk diketahui, rupiah menyentuh level Rp  12.177 dengan titik rendah Rp 12.150. Sebelumnya, ditutup pada kisaran Rp 12.150, berdasarkan perubahan 52 minggu di kisaran Rp 10.766 – Rp 12.28.1.

Penurunan terhadap saham dan rupiah diprediksi terus terjadi. Jika belum adanya dinamika politik yang terjadi pada Pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla (JK).  Meski demikian, wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat diterima pasar  dengan baik yang dapat dijadikan  ekspektasi jangka panjang.

Sekedar informasi, pada perdagangan akhir pekan lalu, kurs Rupiah menyentuh level Rp 12.177 dengan titik rendah Rp 12.150.Sebelumnya, ditutup pada kisaran Rp 12.150, berdasarkan perubahan  selama 52 minggu di kisaran Rp 10.766 – 12.281. [geng]

Sumber

Best Profit Futures, Bestprofit Futures, PT Best Profit Futures, PT Bestprofit futures

 

http://www.bestpftf.com

http://www.bestprofit-bandung.com

http://www.bestprofit-futuresbandung.blogspot.com