Category Archives: post

Keindahan Gili Kendis di Lombok

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit – 

Pesona Pulau Lombok memang tidak ada habisnya. Selain memiliki Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, ada satu gili lagi yang keindahannya tidak kalah dengan yang lainnya, yaitu Gili Kendis.

Pulau kecil nan memesona itu terletak di Sekotong Tengah, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski ukurannya lebih kecil dibanding gili lainnya, namun panoramanya jangan disepelekan. Dengan hamparan pasir putih dan birunya air laut, Gili Kendis patut masuk ke dalam daftar wisata yang harus Anda kunjungi.

Dilansir dari situs Pesona Indonesia (pesona.travel), Kamis, 16 Januari 2020, jenis bioda laut yang ada di Gili Kendis lebih banyak dan beragam daripada gili lainnya di Lombok. Dengan aneka ekosistem laut tersebut, Anda bisa snorkeling dan menikmati keindahan bawah laut yang susah untuk dilupakan.

Best Profit

Selain itu, Gili Kendis menawarkan pemandangan hamparan karang di dekat pulau yang dipenuhi oleh ikan-ikan kecil. Karena belum banyak dikunjungi oleh banyak orang, keindahan di Gili Kendis masih terjaga dengan sangat baik.

Selain itu, pulau di Lombok ini pun bisa menjadi alternatif untuk merehatkan pikiran dari rutinitas harian yang ketat dan penat. Dengan memanfaatkan pepohonan yang ada di sana, Anda dapat merebahkan badan dan menikmati waktu liburan sambil bersantai dan bersenda gurau dengan sesama rekan traveler.

Mampir di Gili Sudak

Terdapat dua cara untuk menuju ke Gili Kendis. Pertama, Anda bisa menumpang kapal melalui Pelabuhan Tawun atau Pelabuhan Lembar. Untuk sampai ke Gili Kendis diperlukan waktu sekitar satu jam perjalanan.

Bestprofit

Di tengah perjalanan menuju Gili Kendis, ada tempat wisata yang terkenal akan keindahan terumbu karangnya, yaitu Gili Sudak. Biasanya sebelum sampai di lokasi, wisatawan akan diajak untuk menikmati keindahan Gili Sudak terlebih dahulu.

Jika sudah di Gili Sudak, tandanya tidak lama lagi Anda akan sampai di Gili Kendis. Waktu yang diperlukan hanya sekitar 10 menit saja. Setelah itu, Anda akan melihat sebuah pulau yang dikelilingi oleh pasir putih dengan beberapa pohon di tengah pulau. .

Setelah sampai, Anda dapat bermain dengan jernihnya air. Bahkan, Anda pun bisa mendirikan tenda dan bermalam di sana. Tetapi, karena gili ini tidak memiliki permukiman, Anda harus menyiapkan perlengkapan untuk keperluan Anda di sana.

Ada yang lebih mengasyikan lagi. Dengan ukurannya yang mungil, Anda bisa mengelilingi pulau dengan waktu yang cukup singkat. Tentu saja Anda pun dapat menikmati matahari tenggelam dan indahnya langit di malam hari.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Elang Hitam, Drone Karya Anak Bangsa di PT DI

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit – 

Tak lama lagi, Indonesia bakal memiliki pesawat udara nirawak buatan sendiri. Pesawat tanpa awak yang dikenal juga dengan drone itu tampil perdana di hanggar PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (30/12/2019).

Kehadiran drone berjenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) tersebut merupakan hasil pembentukan konsorsium antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Pertahanan, TNI AU, ITB, PT Dirgantara Indonesia, dan PT LEN Persero.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, drone ini mampu terbang terus menerus selama 24 jam.

“Dengan pengendalian tanpa pilot ini kebutuhan pengawasan dari udara menjadi efisien,” kata Hammam.

Pesawat nirawak ini diharapkan dapat membantu menjaga kedaulatan NKRI dari udara. Mengingat kebutuhan pengawasan di udara terus bertambah seiring dengan meningkatnya ancaman daerah perbatasan, terorisme, penyelundupan, pembajakan, serta pencurian sumber daya alam seperti illegal logging dan illegal fishing.

Best Profit

Drone bertipe Male ini telah dimulai oleh Balitbang Kementerian Pertahanan sejak 2015 dengan melibatkan TNI, Ditjen Pothan Kemhan, BPPT, ITB, dan PT Dirgantara Indonesia (Persero). Di mana telah disepakatinya rancangan kebutuhan dan tujuan (DR&O) yang akan dioperasikan oleh TNI khususnya TNI AU.

Proses perancangan drone Male dimulai dengan kegiatan preliminary design, basic design dengan pembuatan dua kali model terowongan angin dan hasil ujinya di 2016 dan 2018 di BPPT, serta pembuatan engineering document and drawing pada 2017 dengan anggaran dari Balitbang Kemhan dan BPPT.

Pada 2019, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) masuk sebagai anggota konsorsium tersebut.

“Kini dengan tim yang lebih lengkap, saya harapkan seefektif untuk menghidupkan industri nasional yang dapat mendukung industri alat sistem pertahanan,” ujar Hammam.

Pada kesempatan itu, Hammam juga menyampaikan pernyataan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro, yang memberi nama drone Male dengan sebutan Elang Hitam atau “Black Eagle”.

Sementara itu, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro mengungkapkan, pengembangan drone tipe Male ini dilakukan sepenuhnya oleh putra-putri Indonesia.

Bestprofit

Dia menjelaskan, kemampuan drone ini ditargetkan bisa take off dan landing sekitar 700 meter dengan kemampuan terbang di ketinggian 20.000 feet. Sedangkan, kecepatan maksimum 235 km/jam dan lama terbang sekitar 30 jam.

Elfien menambahkan, drone ini akan ditargetkan uji terbang perdana pada 2020 mendatang. “Tahun depan targetnya bisa terbang perdana. Sekarang (acara roll out) masih dalam development manufacturing,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pada 2020 mendatang juga akan dibuat dua unit prototipe berikutnya, masing-masing untuk tujuan uji terbang dan uji kekuatan struktur di BPPT. Pada tahun yang sama, proses sertifikasi produk militer juga akan dimulai dan diharapkan pada akhir 2021 sudah mendapatkan sertifikat tipe dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan RI (IMAA).

“Kegiatan mengintegrasikan sistem senjata pada prototipe drone Male dilakukan mulai 2020 dan diproyeksikan sudah mendapatkan sertifikasi tipe produk militer pada tahun 2023,” ucap Elfien.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Kacamata dan Lensa Bersertifikasi Halal

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit – 

Kebutuhan Indonesia terhadap kacamata terus meningkat, selain sebagai alat bantu seseorang untuk dapat membaca dan melihat, serta menghindari paparan sinar matahari, kacamata juga menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle).

“Peluang kacamata di Indonesia sangat besar. Jumlah produksi dalam negeri saat ini baru 10 persen, sedangkan 90 persen masih impor,” ungkap Direktur PT Atalla Indonesia, Wenjoko Sidharta, dalam jumpa pers peluncuran Atalla sebagai salah satu kacamata dan lensa halal pertama di Indonesia di Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2019).

PT Atalla Indonesia, perusahaan lokal yang bergerak di bidang produksi kacamata memiliki inisiatif untuk memproduksi kacamata bersertifikasi halal dengan slogan “Halal itu Baik”. Inisiatif itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna kacamata di Indonesia yang jumlah penduduknya mayoritas muslim.

“Perusahaan kami telah menerima sertifikasi halal yang dikeluarkanoleh LPPOM-MUI. Ada dua poin penting yang dalam sertifikasi halal tersebut, yaitu pada bahan baku dan aspek manajemennya, yang terdiri dari proses produksi, proses logistik, dan proses distribusi, di mana setiap proses tersebut diwajibkan menerapkan nilai-nilai kehalalan,” ujar Wenjoko.

Bestprofit

Selain itu, kata Wenjoko, pihaknya mensertifikasi untuk mendukung program pemerintah tentang industri halal. Mulai tahun ini, pemerintah telah mewajibkan produk makanan, minuman, kosmetik, obat-obatan, dan benda-benda lain untuk mulai memiliki sertifikasi halal, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Berdasarkan kebijakan tersebut, berbagai produk wajib bersertifikat halal per 17 Oktober 2019 atau mulai lima tahun setelah UU tersebut disahkan dan untuk selanjutnya Indonesia akan menuju kepada industri halal 2024.

“Sejak 2 Oktober 2019 produksi kacamata dan lensa yang kami produksi memiliki sertifikasi halal,” ujar Wendjoko. “Soal harganya, kami menyerahkan kepada optik, karena kami menjalin kerja sama dengan optik untuk menjualnya,” ucapnya.

Meningkatkan Branding

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyambut baik peluncuran kacamata halal produksi PT Atalla Indonesia.

PT Bestprofit

“PT Atalla secara aktif mengembangkan industri kacamata di Indonesia dengan kreativitas dan inovasi demi meningkatkan industri nasional melalui sektor industri kacamata,” ujar Gati.

Dengan label halal akan meningkatkan nilai dan branding produk kacamata di mata masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.

“PT Atalla Indonesia secara proaktif telah melakukan kewajiban untuk sertifikasi halal terhadap produksinya yang sebelum ketentuan wajib halal, selain produk makanan dan minuman diberlakukan,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, saat ini terdapat sebanyak 15 perusahaan industri kacamata dan bagiannya di Indonesia yangn menyerap kurang lebih 6.300 tenaga kerja.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG