Ketegangan Timur Tengah Tekan Harga Minyak | PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG

20170717a

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit – Harga minyak turun terpicu ketegangan di Timur Tengah dan taruhan para manajer investasi yang diimbangi peningkatan produksi minyak di Amerika Serikat (AS).

Best Profit

Melansir laman Reuters, harga minyak mentah Brent turun 26 sen per barel ke posisi US$ 63,27 per barel, setelah menyentuh level rendahnya di US$ 62,61 per barel. Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) mendatar pada posisi US$ 56,74 setelah turun di awal ke posisi US$ 56,30 per barel.

PT Bestprofit

 

Ketegangan Timur Tengah beberapa waktu telah mendukung harga minyak di pasar saham, terlepas dari kekhawatiran bahwa output dapat meningkat lebih jauh.

“Kenaikan produksi di Arab Saudi yang menghasilkan lebih dari 10 juta barel per hari akan bertambah. Ini adalah tingkat baru dari risiko geopolitik,” kata John Kilduff Partner dari Again Capital.

Di sisi penawaran, ketegangan di Timur Tengah menimbulkan prospek gangguan. Aksi bersih-bersih oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman adalah salah satu faktor kunci yang meningkatkan kekhawatiran tentang stabilitas politik di produsen minyak terbesar di kawasan ini.

Perhatian regional lainnya termasuk perang di Yaman dan meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran juga menjadi perhatian investor. Selain itu, para pedagang juga mengkhawatirka gempa kuat yang melanda Iran dan Irak pada hari Minggu telah mempengaruhi produksi minyak di kawasan ini.

Bahrain mengatakan pada akhir pekan bahwa sebuah ledakan yang menyebabkan kebakaran pada pipa minyak utamanya pada hari Jumat akibat aksi sabotase, yang dilakukan Iran, meski negara ini menolak adanya peran apapun.

OPEC memperkirakan permintaan minyak akan lebih tinggi pada 2018 dan mengatakan bahwa kesepakatan pemotongan produksi dengan produsen saingannya mengurangi kelebihan minyak dalam penyimpanan, mengarah ke pasar global yang lebih ketat tahun depan. Namun, di sisi lain produksi Saudi telah meningkat di atas 10 juta barel per hari.

Tingkat persediaan yang dipegang industri di atas rata-rata lima tahun “telah turun lebih dari 50 persen pada 2017, dengan persediaan saat ini sekitar 160 juta barel, menurut konsultan Timera Energy.

“Jika tren saat ini terus berlanjut, persediaan kemungkinan akan kembali ke rata-rata lima tahun pada tahap tertentu di tahun 2018,” konsultan ini menambahkan, seraya menambahkan bahwa permintaan yang kuat juga membantu mengurangi kekenyangan.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

 

Leave a Reply