Harga Minyak Mentah Dunia Naik di Hari Ketiga

20170616a

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak mentah dunia naik untuk hari ketiga berturut-turut. Ini setelah Arab Saudi menangguhkan pengiriman minyak melalui selat di Laut Merah, menyusul serangan terhadap dua tanker minyak dan meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

 

Melansir laman Reuters, Jumat (27/7/2018), harga minyak berjangka Brent naik 61 sen menjadi USD 74,54 per barel, naik 0,8 persen. Kontrak sebelumnya harga minyak sempat menyentuh USD 74,83 per barel, tertinggi sejak 16 Juli.

 

Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 31 sen, atau 0,5 persen menjadi USD 69,61 per barel.

 

Harga minyak antara lain dipengharuhil hasil pertemuan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Presiden AS Donald Trump  di Gedung Putih pada hari Rabu.

PT Bestprofit

Pada pertemuan ini, Trump setuju untuk menahan rencana mengenakan bea masuk mobil. Uni Eropa dan Amerika Serikat memulai pembicaraan tentang pemotongan hambatan perdagangan lainnya.

 

“Tentu saja itu positif untuk ekonomi dan komoditas. Ini menghidupkan prospek ekonomi yang meredup akibat dimulainya perang perdagangan,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.

 

Selain itu, harga minyak Brent naik setelah Arab Saudi mengatakan menghentikan sementara pengiriman minyak melalui jalur pelayaran Laut Merah Bab al-Mandeb setelah adanya serangan dari Gerakan Houthi Iran.

 

Setiap langkah untuk memblokir Bab al-Mandeb, yang berada di antara pantai Yaman dan Afrika di ujung selatan Laut Merah, akan menghentikan pengiriman minyak melalui Terusan Suez Mesir atau pipa minyak mentah SUMED yang menghubungkan Laut Merah dan Mediterania.

 

Diperkirakan 4,8 juta barel per hari minyak mentah dan produk olahan mengalir melalui selat Bab al-Mandeb pada 2016 menuju Eropa, Amerika Serikat dan Asia, menurut Lembaga Informasi Administrasi Energi AS.

Best Profit

Arab Saudi juga memiliki Petroline, yang dikenal sebagai East-West Pipeline. Ini terutama mengangkut minyak mentah dari ladang-ladang di timur ke Yanbu untuk diekspor. Itu bisa mengimbangi kemacetan yang disebabkan penutupan Bab al-Mandeb.

 

Olivier Jakob dari Petromatrix mengatakan dalam sebuah catatan, jika  masih harus dilihat apakah langkah Saudi berdampak pada biaya pengiriman.

 

“Bagian ini tidak sepenting Selat Hormuz … tetapi terbatasnya aliran melalui itu akan berdampak tidak hanya untuk minyak mentah tetapi juga untuk produk karena waktu pelayaran yang lebih lama,” kata dia.

 

Persediaan minyak mentah AS pekan lalu jatuh lebih dari yang diperkirakan ke level terendah sejak 2015, menurut EIA.

 

Pedagang mengatakan jika persediaan di pusat penyimpanan AS di Cushing, Oklahoma, terus turun. Jumlahnya diperkirakan akan turun 1,1 juta barel sampai Selasa pekan depan, kata para pedagang, mengutip penyedia informasi energi Genscape.

 

Sumber

liputan6.com

 

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG