Harga Minyak Kembali Melemah | PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

20160915b

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit – Harga minyak melemah usai sentuh level tertinggi dalam dua tahun. Tekanan harga minyak itu usai data persediaan minyak Amerika Serikat (AS) secara mingguan menunjukkan hasil tidak sebesar yang dilaporkan industri.

Harga minyak meski melemah, kedua harga baik Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masih catatkan level tertinggi sejak Juli 2015.

“Harga minyak melemah lantaran ada sedikit aksi ambil untung,” ujar Gene McGillian, Manager Market Research Tradition Energy, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (2/11/2017).

“Tapi secara keseluruhan, kesepakatan pengurangan produksi (OPEC) akan berlanjut hingga 2018 dan meningkatnya permintaan akan memperketat keseimbangan paskan, dan membuat harga minyak menguat,” tambah dia.

Best Profit

 

Sementara itu, the US Energy Information Administration (EIA) menyatakan stok minyak mentah turun 2,4 juta barel pada pekan lalu. Ini melebihi perkiraan 1,8 juta barel. Namun American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan 1,5 juta barel.

“Harga minyak turun sejak rilis laporan EIA. Jumlah minyak mentah itu kurang signifikan dari angka API,” kata Carsten Fritsch, Analis Commerbank AG.

Harga minyak Brent turun 45 sen atau 0,74 persen menjadi US$ 60,49 per barel. Harga minyak mentah WTI susut delapan sen atau 0,15 persen menjadi US$ 54,30 per barel.

Harga minyak melemah usai sentuh level tertinggi dalam dua tahun. Tekanan harga minyak itu usai data persediaan minyak Amerika Serikat (AS) secara mingguan menunjukkan hasil tidak sebesar yang dilaporkan industri.

Harga minyak meski melemah, kedua harga baik Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masih catatkan level tertinggi sejak Juli 2015.

 

PT Bestprofit

“Harga minyak melemah lantaran ada sedikit aksi ambil untung,” ujar Gene McGillian, Manager Market Research Tradition Energy, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (2/11/2017).

“Tapi secara keseluruhan, kesepakatan pengurangan produksi (OPEC) akan berlanjut hingga 2018 dan meningkatnya permintaan akan memperketat keseimbangan paskan, dan membuat harga minyak menguat,” tambah dia.

Sementara itu, the US Energy Information Administration (EIA) menyatakan stok minyak mentah turun 2,4 juta barel pada pekan lalu. Ini melebihi perkiraan 1,8 juta barel. Namun American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan 1,5 juta barel.

“Harga minyak turun sejak rilis laporan EIA. Jumlah minyak mentah itu kurang signifikan dari angka API,” kata Carsten Fritsch, Analis Commerbank AG.

Harga minyak Brent turun 45 sen atau 0,74 persen menjadi US$ 60,49 per barel. Harga minyak mentah WTI susut delapan sen atau 0,15 persen menjadi US$ 54,30 per barel.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG