Produksi Minyak AS Membuat Harga Minyak Tertekan | PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

20160915b

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit – Harga minyak tertekan usai pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan data kenaikan produksi minyak domestik. Sementara itu, impor minyak China turun. Dua sentimen itu mengimbangi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

PT Bestprofit

Harga minyak Brent turun 20 sen atau 0,3 persen ke posisi US$ 63,49 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tergelincir 39 sen atau 0,7 persen ke posisi US$ 56,81 per barel.

Bestprofit

 

The US Energy Information Administration (EIA) menyatakan produksi minyak AS naik 9,62 juta barel per hari hingga 3 November 2017. Produksi minyak itu tertinggi secara mingguan.

“Paling perlu dicatat laporan EIA menunjukkan produksi meningkat. Ini sedang menuju produksi minyak cetak rekor pada 2018,” ujar Presiden Direktur Lipow Oil Associates Andrew Lipow, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (9/11/2017).

Produksi minyak tertinggi mencapai 9,63 juta barel per hari pada 1970. Itu berdasarkan data federal energy.

EIA juga mengatakan pasokan minyak naik 2,2 juta barel. Ini mengejutkan pasar usai analis prediksi 2,9 juta barel. Sedangkan the American Petroleum Institute (API) menunjukkan pasokan minyak turun 1,6 juta barel.

Harga minyak tertekan usai pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan data kenaikan produksi minyak domestik. Sementara itu, impor minyak China turun. Dua sentimen itu mengimbangi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Harga minyak Brent turun 20 sen atau 0,3 persen ke posisi US$ 63,49 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tergelincir 39 sen atau 0,7 persen ke posisi US$ 56,81 per barel.

The US Energy Information Administration (EIA) menyatakan produksi minyak AS naik 9,62 juta barel per hari hingga 3 November 2017. Produksi minyak itu tertinggi secara mingguan.

“Paling perlu dicatat laporan EIA menunjukkan produksi meningkat. Ini sedang menuju produksi minyak cetak rekor pada 2018,” ujar Presiden Direktur Lipow Oil Associates Andrew Lipow, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (9/11/2017).

Produksi minyak tertinggi mencapai 9,63 juta barel per hari pada 1970. Itu berdasarkan data federal energy.

EIA juga mengatakan pasokan minyak naik 2,2 juta barel. Ini mengejutkan pasar usai analis prediksi 2,9 juta barel. Sedangkan the American Petroleum Institute (API) menunjukkan pasokan minyak turun 1,6 juta barel.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG