Harga Minyak Jatuh Lebih dari 1 %

20180627a

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak jatuh hingga lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Selasa (rabu Rabu pagi waktu Jakarta). Harga minyak melemah setelah Amerika Serikat (AS) memberikan keringanan sanksi kepada pembeli minyak Iran dan dan karena Iran mengatakan sejauh ini telah mampu menjual sebanyak mungkin yang dibutuhkan dunia.

Mengutip Reuters, Rabu (7/11/2018), harga minyak mentah Brent berjangka turun USD 1,04 untuk menetap di USD 72,13 per barel. Penurunan ini kurang lebih 1,42 persen. Harga minyak yang menjadi patokan global ini mencapai sesi terendah di USD 71,18 per barel, harga terendah sejak 16 Agustus.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 89 sen atau 1,41 persen dan menetap di USD 62,21 per barel. Sesi rendah untuk minyak jenis ini adalah USD 61,31 per barel, harga terlemah sejak 16 Maret.

Iran mengatakan sejauh ini telah mampu menjual minyak sebanyak yang dibutuhkan dan mendesak negara-negara Eropa yang merupakan konsumen mereka untuk menentang sanksi AS. Iran berharap negara-negara Eropa mampu melindungi penjualan.

Bestprofit

Pada Senin kemarin, Amerika Serikat mengatakan, pihaknya berencana mengeluarkan pengecualian sementara pada beberapa negara, yang memungkinkan mereka untuk terus membeli minyak Iran tanpa terkena sanksi AS.

Untuk diketahui, Presiden AS Donald Trump awal tahun ini memberikan saksi kepada Iran terkait masalah nuklir. Tak hanya Iran, AS juga memberikan sanksi setiap negara yang mengimpor minyak dari Iran.

Namun pada Senin kemarin, ada beberapa negara yang dapat menerima pengecualian. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan Washington memberikan pengecualian 180 hari kepada delapan importir: Cina, India, Korea Selatan, Jepang, Italia, Yunani, Taiwan dan Turki.

Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch & Associates mengatakan bahwa sanksi itu sendiri tidak akan menaikkan harga minyak. Sebelumnya, AS akan menjatuhkan sanksi ekonomi keras yang menargetkan sektor perminyakan Iran. Sanksi teranyar itu mulai berlaku Senin 5 November 2018, kata pemerintah AS.

PT Bestprofit

Iran sangat bergantung pada ekspor minyaknya, dan sanksi baru, jika efektif, akan memberikan pukulan ekonomi yang keras bagi negara itu. Meski belum resmi berlaku, namun, rencana itu telah memicu gelombang perusahaan internasional menarik investasi mereka keluar dari Iran, dan ekspor minyak mentah negara itu telah jatuh, demikian seperti dilaporkan oleh BBC, Minggu (4/11/2018).

Sanksi itu bertautan dengan kebijakan AS untuk memberikan ‘tekanan maksimum’ kepada Iran, sebagai upaya agar negara di Timur Tengah tersebut berhenti mengembangkan senjata nuklir.  Hal itu dilatarbelakangi atas kritik Presiden AS Donald Trump terhadap pakta Kesepakatan Pembatasan Nuklir Iran (JCPOA) yang diteken oleh AS, Iran, dan negara-negara Eropa pada 2015.

Kesepakatan itu mewajibkan Iran untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium (enriched uranium) dan sebagai gantinya, AS dan Eropa mencabut sanksinya terhadap Negeri Para Mullah.

Namun, Trump menarik AS keluar dari JCPOA awal tahun ini, dengan beralasan bahwa kesepakatan itu tak lagi efektif menekan Iran untuk tak membuat nuklir. Ia juga menuduh bahwa Teheran melanggar JCPOA –yang dibantah oleh Iran.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

One Response to Harga Minyak Jatuh Lebih dari 1 %

  1. […] Beberapa saham mengalami lonjakan harga karena aksi beli menjelang penutupan. Saham-saham tersebut antara lain CVS Health Corp dan Mylan NV. Kedua perusahaan ini membukukan kinerja keuangan yang positif pada kuartal III 2018. Namun memang, volume perdagangan tidak terlalu besar karena investor lebih memilih untuk melihat hasil dari pemilu paruh waktu (mid-term election) AS. Bestprofit […]

Leave a Reply