Author Archives: bpf bandung

Minyak Turun di Tengah Pertemuan OPEC

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit –  

Harga minyak turun pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Penurunan ini di tengah ketidakpastian akan keputusan OPEC+ mengenai perpanjangan pemangkasan produksi minyak.

Namun, harapan akan keberhasilan uji coba vaksin Corona Covid-19 menjadi menahan harga emas agar tidak anjlok dalam pada perdagangan Senin ini. Mengutip CNBC, Selasa (1/12/2020), harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari, yang kontraknya berakhir pada Senin, turun 64 sen atau 1,33 persen menjadi USD 47,54 per barel.

Sedangkan kontrak harga minyak Brent untuk pengiriman Februari yang lebih aktif diperdagangkan turun 48 sen menjadi USD 47,77 per barel. Untuk harga minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Januari ditutup 19 sen atau 0,4 persen lebih rendah pada USD 45,34 per barel.

Sepanjang November 2020 ini, harga minyak membukukan kinerja yang positif dengan naik kurang lebih 25 persen. Ini merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Mei. Pendorong utama kenaikan harga minyak adalah perkembangan vaksin Corona COvid-19 yang meningkatkan harapan untuk pemulihan ekonomi yang dapat meningkatkan permintaan bahan bakar.

PT Bestprofit

Organisasi Negara Pengekspor Minyak, Rusia dan negara sekutu lainnya, yang dikenal sebagai OPEC+, berencana untuk mengadakan pembicaraan yang lebih dalam pada Selasa setelah diskusi para menteri utama pada hari Minggu gagal mencapai konsensus.

“Ketika OPEC bergerak untuk membuat keputusan akhir, pasar menjadi gugup dan mulai menjalankan aksi jual,” kata analis senior Price Futures Group, Chicago, Phil Flynn.

OPEC+ rencananya akan mengurangi pemotongan produksi minyak sebesar 2 juta barel per hari (bph) mulai Januari 2021. Namun pemulihan permintaan global yang tidak merata telah mendorong pemikiran ulang akan rencana tersebut.

Best Profit

Permintaan

Menteri Energi Aljazair Abdelmadjid Atta mengatakan perlunya perpanjangan pemangkasan produksi yang lebih besar dalam tiga bulan dan akan bekerja untuk meyakinkan sekutu mereka di OPEC+ untuk mendukung langkah tersebut.

Sebenarnya, permintaan akan minyak telah pulih di Asia tetapi tidak di Eropa dan Amerika. Hal inilah yang menjadi perdebatan di OPEC+. “Pilihan yang menantang apakah akan menunda atau mengembalikan lebih banyak minyak ke pasar,” kata analis FXTM, Hussein Sayed.

Goldman Sachs mengatakan lonjakan musim dingin kasus Corona COVID-19 tidak akan mencegah penyeimbangan kembali pasar minyak sebagai akibat dari kemajuan vaksin. Itu membuat harga minyak Brent naik menjadi USD 65 pada 2021. Jajak pendapat Reuters dari 40 ekonom dan analis memperkirakan Brent akan rata-rata di level USD 49,35 per barel pada tahun depan.

Sumber

liputan6.com

lowongan

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Brent Naik Tipis

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit –  

Harga minyak bervariasi pada perdagangan Jumat namun tetap berada di jalur untuk kenaikan dalam 4 minggu berturut-turut menjelang pertemuan OPEC+ awal pekan depan.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (28/11/2020), harga minyak mentah Brent untuk Januari naik 19 sen atau 0,4 persen menjadi USD 47,99 per barel dan kontrak Februari yang lebih aktif naik 24 sen menjadi USD 48,03. Sementara, harga minyak West Texas Intermediate turun 40 sen atau 0,9 persen menjadi USD 45,32.

Kedua harga minyak patokan dunia tersebut naik sekitar 7 persen selama seminggu didorong berita tentang potensi vaksin COVID-19 dari AstraZeneca dan lainnya. Namun, pertanyaan telah diajukan tentang vaksin untuk dunia AstraZeneca, dengan beberapa ilmuwan yang berhati-hati atas hasil uji coba.

“Sementara peluncuran vaksin yang berhasil harus memutuskan hubungan antara infeksi dan mobilitas, bahkan permintaan minyak global kemungkinan hanya akan mencapai tingkat pra-pandemi pada pertengahan 2022,” kata JP Morgan.

Bestprofit

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia cenderung menunda peningkatan produksi minyak yang direncanakan tahun depan, kata tiga sumber yang dekat dengan kelompok OPEC+. OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 2 juta barel per hari (bph) pada Januari, atau sekitar 2 persen dari konsumsi global setelah rekor pemotongan pasokan tahun ini.

Para menteri OPEC+ dijadwalkan bertemu mulai Senin. “Kami mengulangi pandangan kami bahwa aliansi kemungkinan akan memilih untuk menunda keputusan pengurangan 2 juta barel per hari pada 30 November per kuartal, dari 1 Januari hingga 1 April,” kata JP Morgan.

Pembicaraan informal antara para menteri akan berlangsung pada hari Sabtu. Output Libya yang meningkat juga berkontribusi pada kekhawatiran tentang kelebihan pasokan di pasar. Anggota OPEC, yang dibebaskan dari pemotongan minyak, telah menambah lebih dari 1,1 juta barel per hari produksi sejak awal September.

Harga Minyak Berjangka Turun pada Perayaan Thanksgiving

Harga minyak berjangka turun pada perayaan Thanksgiving, Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Harga minyak tergelincir dari level tertinggi dalam tujuh bulan karena Baker Hughes melaporkan adanya kenaikan aktivitas pengeboran.

PT Bestprofit

Mengutip oilprice.com, Jumat (27/11/2020), harga minyak reli dalam beberapa hari terakhir sehingga menuju ke level tertinggi dalam tujuh bulan. Sebagian besar kenaikan harga minyak tersebut didukung oleh berita positif vaksin Covid-19 yang menjanjikan untuk mengerek permintaan minyak.

Pedagang tetap berharap angka keefektifan yang tinggi dari beberapa produsen vaksin akan segera meningkatkan permintaan minyak. Harga minyak telah merosot sejak Maret sebagai akibat langsung dari penurunan aktivitas akibat penguncian di seluruh dunia. Seiring dengan kenaikan harga WTI dan Brent, stok minyak juga mendapat dorongan serupa.

Saham perusahaan minyak AS Exxon dan Chevron sama-sama menerima lonjakan karena harga WTI naik. Saham Exxon naik dari USD 37 menjadi mendekati USD 42 hanya dalam hitungan hari. Namun reli harga di sini mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan hingga Kamis.

Pada hari Kamis, harga WTI merosot menjadi USD 45,08 per barel. turun 1,38 persen dari harga sebelumnya. Sedangkan harga minyak mentah Brent turun 1,44 persen menjadi USD 47,91 per barel pada hari Kamis. Namun di pekan ini harga minyak masih naik.

Sumber

liputan6.com

lowongan

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Perayaan Thanksgiving, Minyak Turun

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit –  

Harga minyak berjangka turun pada perayaan Thanksgiving, Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Harga minyak tergelincir dari level tertinggi dalam tujuh bulan karena Baker Hughes melaporkan adanya kenaikan aktivitas pengeboran.

Mengutip oilprice.com, Jumat (27/11/2020), harga minyak reli dalam beberapa hari terakhir sehingga menuju ke level tertinggi dalam tujuh bulan. Sebagian besar kenaikan harga minyak tersebut didukung oleh berita positif vaksin Covid-19 yang menjanjikan untuk mengerek permintaan minyak.

Pedagang tetap berharap angka keefektifan yang tinggi dari beberapa produsen vaksin akan segera meningkatkan permintaan minyak. Harga minyak telah merosot sejak Maret sebagai akibat langsung dari penurunan aktivitas akibat penguncian di seluruh dunia. Seiring dengan kenaikan harga WTI dan Brent, stok minyak juga mendapat dorongan serupa.

Saham perusahaan minyak AS Exxon dan Chevron sama-sama menerima lonjakan karena harga WTI naik. Saham Exxon naik dari USD 37 menjadi mendekati USD 42 hanya dalam hitungan hari. Namun reli harga di sini mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan hingga Kamis.

Pada hari Kamis, harga WTI merosot menjadi USD 45,08 per barel. turun 1,38 persen dari harga sebelumnya. Sedangkan harga minyak mentah Brent turun 1,44 persen menjadi USD 47,91 per barel pada hari Kamis. Namun di pekan ini harga minyak masih naik.

Best Profit

Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak naik ke level tertinggi dalam lebih dari delapan bulan pada perdagangan Rabu. Hal tersebut setelah data menunjukkan penurunan mengejutkan untuk persediaan minyak mentah AS pekan lalu. Ini juga memperpanjang reli yang didorong oleh harapan bahwa vaksin Covid-19 akan meningkatkan permintaan bahan bakar.

Dikutip dari CNBC, harga minyak mentah Brent naik 47 sen atau 1 persen menjadi USD 48,33 per barel setelah harga minyak naik hampir 4 persen di sesi sebelumnya. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 80 sen atau 1,8 persen menjadi USD 45,71 per barel, setelah naik lebih dari 4 persen pada hari Selasa.

Pergerakan harga minyak dipengaruhi oleh persediaan minyak mentah AS yang turun 754.000 barel pekan lalu, menurut data dari Administrasi Informasi Energi AS. Penurunan ini dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan minyak 127.000 barel. Persediaan minyak di Cushing, Oklahoma yang menjadi titik pengiriman untuk WTI, turun 1,7 juta barel.

“Ada penurunan (stok minyak) yang lumayan di Cushing, jadi itu mendukung. Itu mungkin aspek yang paling bullish dari laporan ini,” kata John Kilduff, Partner di Again Capital LLC di New York.

Bestprofit

Namun, kenaikan harga minyak dibatasi karena kekhawatiran atas permintaan bahan bakar minyak (BBM). Permintaan bensin mingguan AS pekan lalu turun sekitar 128.000 barel per hari (bpd) menjadi 8,13 juta bpd, terendah sejak Juni 2020.

Sementara itu, AstraZeneca mengatakan pada hari Senin bahwa vaksin COVID-19-nya bisa efektif hingga 90 persen, memberikan senjata lain dalam perang untuk mengendalikan pandemi.

“Harga minyak mentah diperdagangkan pada level tertinggi sejak awal Maret, didukung oleh sentimen pasar yang positif sebagai akibat dari berita vaksin dan permintaan minyak yang kuat di Asia,” kata analis minyak UBS, Giovanni Staunovo.

“Kami mempertahankan prospek bullish kami untuk tahun depan dan menargetkan harga minyak Brent untuk mencapai USD 60 per barel pada akhir 2021,” tambahnya. Nilai tukar Dolar AS yang lebih lemah juga mendukung harga minyak mentah karena dolar yang lebih rendah membuat harga minyak lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

“Depresiasi dolar AS baru-baru ini telah membantu meredam dampak lonjakan harga minyak bagi beberapa konsumen energi terbesar dunia,” kata Stephen Brennock dari pialang PVM.

Sumber

liputan6.com

lowongan

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG