Author Archives: bpf bandung

IHSG Dibuka Anjlok 166,44 Poin

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit – 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan awal pekan ini. Seluruh sektor pembentuk IHSG berada di zona merah.

Pada pembukaan perdagangan Senin (30/3/2020) pukul 09.00 WIB, IHSG turun 166,44 poin atau 3,66 persen ke posisi 4.374,45. Adapun indeks saham LQ45 turun 5,54 persen ke posisi 660,08. Seluruh indeks saham acuan berada di zona hijau.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.545,36 dan terendah 4.347,38. Sebanyak 180 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. Kemudian 24 saham menguat dan 72 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 23.704 kali dengan volume perdagangan 240 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 329,9 miliar. Investor asing jual bersih saham Rp 18,54 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.140.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin sektor barang konsumsi yang anjlok 5,85 persen. Disusul sektor manufaktur yang turun 5,70 persen dan sektor industri dasar turun 5,60 persen.

Best Profit

Saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah antara lain TAMU turun 7 persen ke Rp 186 per saham, BAYU turun 7 persen ke Rp 930 per saham dan KBLIturun 6,99 persen ke Rp 346 per saham.

Saham-saham yang menguat diantaranya GOLD yang naik 22,5 persen ke Rp 196 per lembar saham, BTON melemah 18,18 persen ke Rp 130 per lembar saham dan UNIT naik 17,81 persen ke Rp 172 per lembar saham.

Pasar Saham di Asia

Pasar saham di Asia berguguran pada awal pekan, karena investor yang terus memantau kondisi perekonomian global dari dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang menyebar dengan cepat.

Melansir laman CNBC, Senin (30/3/2020), di Jepang, Nikkei 225 turun 2,98 persen sementara indeks Topix turun 3,2 persen. Di Korea Selatan, Kospi merosot 2,59 persen.

Sementara itu, pasar saham di Australia naik lebih tinggi, di mana indeks S&P/ASX 200 menguat 0,8 persen. Usai pasar saham turun lebih dari 5 persen pada hari Jumat. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,14 persen lebih rendah.

Bestprofit

Investor terus memantau perkembangan wabah Virus Corona, yang telah menginfeksi lebih dari 691.000 di seluruh dunia dan merenggut setidaknya 32.000 nyawa, menurut data terbaru yang dikumpulkan Universitas John Hopkins.

Pasar saham telah bergejolak dalam beberapa pekan terakhir, melihat gerakan tajam di kedua arah karena otoritas di seluruh dunia mengumumkan sejumlah besar stimulus untuk membendung dampak ekonomi dari virus.

“Pertanyaan besar bagi pasar adalah apakah stimulus besar yang diperkenalkan sejauh ini di seluruh dunia akan cukup untuk membantu ekonomi global menahan goncangan ekonomi dari langkah-langkah penahanan Covid-19,” tulis Rodrigo Catril, Ahli Strategi Mata Uang di National Australia Bank, dalam sebuah catatan.

“Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mengetahui besarnya tindakan penahanan dan untuk berapa lama ini akan dilaksanakan,” lanjut Catril.

Sementara harga minyak anjlok, dengan patokan internasional minyak mentah Brent berjangka turun 5,74 persen menjadi USD 23,50 per barel. Sementara minyak mentah AS turun 4,97 persen menjadi USD 20,44 per barel.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Pasar Saham di Asia Melonjak

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit – 

Pasar saham di Asia melonjak setelah Dow Jones Industrial Average menguat mencapai posisi lonjakan 3 hari terbesar sejak 1931. Bursa Korea Selatan memimpin kenaikan di antara pasar utama di Asia.

Indeks Kospi naik 3,14 persen, sementara indeks Kosdaq naik 4,29 persen. Di Jepang, Nikkei 22 melonjak 2,07 persen pada awal perdagangan sementara indeks Topix naik 2,5 persen. Adapun di pasar saham Australia naik lebih tinggi, dengan S&P/ASX 200 naik sekitar 0,3 persen. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,6 persen lebih tinggi.

Melansir laman CNBC, Jumat (27/3/2020), rencananya data industri China pada Februari akan dirilis pada hari ini. Rilis data dapat menjadi petunjuk tentang dampak ekonomi dari Virus Corona terhadap China, tempat penyakit ini pertama kali dilaporkan.

Sementara di Amerika Serikat, indeks Dow melejit 1.351,62 poin ditutup menjadi 22.552,17, membatasi lonjakan tiga hari terbesar sejak 1931. Indeks S&P 500 juga membukukan kemenangan beruntun dalam tiga hari, dengan naik 6,2 persen untuk mengakhiri hari perdagangannya di 2.630,07. Nasdaq Composite naik 5,6 persen menjadi 7.797,5.

Senat AS dengan suara bulat mengeluarkan paket bantuan bersejarah senilai USD 2 triliun. Namun, klaim tunjangan pengangguran di AS telah melonjak menjadi 3,28 juta pada minggu lalu, menurut Departemen Tenaga Kerja. Ini merupakan rekor baru. Namun, angka itu masih lebih rendah dari perkiraan paling mengerikan di Wall Street.

PT Bestprofit

Indeks dolar AS, berakhir pada posisi 99,395 setelah jatuh dari level di atas 100 kemarin. Yen Jepang diperdagangkan pada 109,18 melawan dolar setelah menguat dari level di atas 110 kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada posisi 0,6068 setelah melihat level di bawah 0,58 pada awal minggu perdagangan.

alaman

Wall Street Kembali Menguat di Tengah Laporan Pengangguran Cetak Rekor

Wall Street kembali menguat untuk hari ketiga berturut-turut. Pasar saham menghijau dipicu investor yang mengabaikan laporan tentang jumlah pengangguran yang memecahkan rekor. sementara Senat mengeluarkan RUU stimulus ekonomi besar-besaran di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19.

Melansir laman CNBC, Jumat (27/3/2020), indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.351,62 poin, atau 6,4 persen menjadi 22.552,17. Dow mengakhiri lonjakan tiga hari terbesar sejak 1931. Selama tiga hari terakhir, Dow naik lebih dari 20 persen.

Indeks S&P 500 juga membukukan kemenangan beruntun selama tiga hari, naik 6,2 persen menjadi 2.630,07. Nasdaq Composite naik 5,6 persen menjadi 7.797,54 karena Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan Google-parent Alphabet semuanya melonjak lebih dari 4 persen.

Best Profit

Saham Boeing, Chevron, dan Walgreens ikut mendorong kenaikan Dow, dengan masing-masing saham naik lebih dari 10 persen. Utilitas dan real estat adalah sektor berkinerja terbaik pada indeks S&P 500, keduanya ditutup naik lebih dari 7 persen.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim tunjangan pengangguran telah melonjak menjadi 3,28 juta pada minggu lalu. Ini merupakan rekor baru. Angka itu melampaui angka saat puncak Resesi Hebat yang mencapai 665.000 dan rekor sepanjang masa pada Oktober 1982 sebanyak 695.000.

Namun, angka itu masih lebih baik daripada perkiraan paling mengerikan di Wall Street. Citi, misalnya, memperkirakan lonjakan pengangguran bisa mencapai 4 juta.

“Kita semua tahu rasa sakit yang dirasakan dan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh virus ini, tetapi karena kita begitu dekat untuk melewati yang terburuk dari penyebaran, kita perlu mulai menjadi kreatif tentang seperti apa memulai,” tulis Peter Boockvar, Kepala Investasi di Bleakley Advisory Group.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Mentah AS Naik

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit – 

Harga minyak mentah AS naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Hal ini didukung oleh kemajuan pada paket stimulus ekonomi AS yang tertunda, bahkan ketika data pemerintah menunjukkan pandemi virus corona mulai mengurangi permintaan bahan bakar AS minggu lalu.

Dikutip dari Antara, permintaan akan produk minyak, terutama bahan bakar jet, turun secara dramatis ketika pemerintah secara global mengumumkan penutupan secara nasional untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Permintaan bahan bakar diperkirakan akan turun tajam di seluruh dunia pada kuartal kedua dengan sebagian besar penerbangan terhenti dan perjalanan darat sangat dibatasi. Baru-baru ini, India, negara terpadat kedua di dunia dan konsumen minyak terbesar ketiga, memasuki penutupan selama 21 hari.

Produk bensin mingguan AS yang dipasok turun 859 ribu barel per hari (bph) menjadi 8,8 juta barel per hari pekan lalu. Penurunan satu minggu terbesar sejak September 2019, menurut Badani Informasi Energi AS (EIA). Permintaan bahan bakar secara keseluruhan turun hampir 2,1 juta barel per hari selama seminggu.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik USD 0,48 atau 2,0 persen, menjadi USD 24,49 AS per barel. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik USD 0,24 atau 0,9 persen menjadi 27,39 dolar AS per barel.

Bestprofit

Para senator AS dan pejabat pemerintah Trump telah mencapai kesepakatan tentang RUU stimulus USD 2 triliun yang diperkirakan akan disahkan Kongres pada Rabu (25/3/2020) membantu meningkatkan pasar. Kepala eksekutif pedagang minyak terbesar dunia, Vitol Group, memperkirakan kehilangan permintaan 15 juta hingga 20 juta barel per hari (bph) selama beberapa minggu ke depan.

Persediaan Minyak Mentah

Sektor energi AS memangkas pengeluaran modal dan pekerjaan, dengan pengeluaran modal di sebagian besar perusahaan minyak serpih diperkirakan turun sedikitnya 30 persen.

Prospek telah berubah sangat pesimis di tengah pandemi virus corona, sebuah survei terhadap perusahaan-perusahaan minyak dan gas oleh Dallas Federal Reserve Bank menunjukkan pada Rabu (25/3/2020). Fed Dallas mengatakan indeks aktivitas bisnisnya anjlok dari -4,2 pada kuartal keempat menjadi -50,9 pada kuartal pertama, angka terendah dalam sejarah empat tahun survei.

PT Bestprofit

“Kami memasuki harga energi terburuk dalam seumur hidup saya,” kata seorang responden. Yang lain mengatakan mereka dalam mode bertahan hidup sekarang. Persediaan minyak mentah naik 1,6 juta barel dalam minggu terakhir, kata EIA. Persediaan, telah meningkat selama sembilan minggu berturut-turut, diperkirakan akan terus tumbuh karena permintaan bahan bakar menurun dan kilang-kilang mengurangi kembali aktifitasnya.

Harga minyak telah turun lebih dari 45 persen bulan ini setelah OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain, termasuk Rusia, gagal menyetujui perpanjangan pemangkasan produksi.

“Ini mengingatkan saya pada akibat dari jatuhnya harga 1998 dan apa yang terjadi pada kapasitas produksi kami untuk dekade berikutnya,” kata John Kilduff, Seorang Mitra di Again Capital Management di New York.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG