Author Archives: bpf bandung

Minyak Naik Hampir 2 %

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak naik hampir dua persen sehingga menutupi sebagian kerugian dari aksi jual pada perdagangan sebelumnya. Hal tersebut didorong prospek Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen minyak akan memangkas produksi pada pertemuan bulan depan untuk menopang harga.

Usai mencatat penurunan dalam 12 hari berturut-turut dan sempat turun tajam dalam satu hari, harga minyak berbalik arah. Hal itu terjadi usai Reuters melaporkan OPEC dan mitranya sedang membahas proposal untuk memangkas produksi hingga 1,4 juta barel per hari. Ini lebih dari yang disebutkan oleh pejabat terkait.

Harga minyak Brent menguat 65 sen atau 1 persen ke posisi USD 66,12 per barel setelah mencapai sesi tertinggi USD 67,63. Harga minyak mentah AS naik 56 sen atau 1,01 persen ke posisi USD 56,25 per barel usai melemah selama 12 sesi berturut-turut ke level terendah sejak November 2017.

Pasar komoditas minyak tertekan sebelumnya didorong lonjakan pasokan dari OPEC, Rusia dan Amerika Serikat serta produsen lain. Ditambah sentimen kekhawatiran perlambatan ekonomi global dapat memangkas permintaan energi.

Bestprofit

Hal itu juga mendorong harga minyak Brent merosot lebih dari 20 persen sejak awal Oktober, salah satu penurunan terbesar sejak jatuhnya harga minyak pada 2014.

“Pasar telah melemah selama beberapa minggu terakhir. Hari ini ada kabar produsen dapat memangkas hingga 1,4 juta barel per hari pada 2019. Mungkin beberapa kekhawatiran pasokan tambahan dan berkurangnya permintaan akhirnya diapresiasi pasar,” ujar Gene McGillian, Wakil Presiden Direktur Tradition Energy, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (15/11/2018).

Seiring harga minyak turun dari level tertinggi pada Oktober, harga gas alam melonjak sebanyak 56 persen.

Dalam laporan Goldman Sachs, perusahaan keuangan menahan risiko yang timbul dengan menjual put option atau produk berjangka kepada produsen minyak yang hasilkan tekanan. “Pasar ini sedang berusaha menemukan harga terendah menyusul penurunan selama 12 hari berturut-turut,” kata Jim Ritterbusch, Presiden Direktur Ritterbusch and Associates.

PT Bestprofit

Ia menuturkan, meski surplus pasokan masih rendah, pasar fokus pada dinamika ekspasi yang perlu ditunjukkan dengan tanda pembalikan arah dari harga terendah.

Sementara itu, dalam laporan bulanannya, Badan Energi Internasional atau IEA menyatakan, stok pada semester I 2019 akan mencapai 2 juta barel per hari. Produksi minyak mentah AS akan mencapai 7,94 juta barel per hari pada Desember.

Lonjakan produksi telah membantu keseluruhan produksi minyak mentah mencapai rekor 11,6 juta barel per hari sehingga menjadikan AS, produsen minyak terbesar di dunia. Sebagian besar analis memperkirakan produksi minyak mentah AS naik di atas 12 juta barel per hari pada semester I 2019.

Kenaikan produksi AS berkontribusi pada stok lebih tinggi. Analis memperkirakan peningkatan persediaan minyak mentah mencapai 3,2 juta barel.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Mengalami Tekanan Sangat Dalam

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak mengalami tekanan yang sangat dalam pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Harga minyak AS mengalami penurunan harian paling curam dalam tiga tahun ini karena kekhawatiran pelemahan permintaan global dan kelebihan pasokan.

Mengutip Reuters, Rabu (14/11/2018), harga minyak berjangka AS turun 7,1 persen dan memecahkan rekor penurunan terendah sejak November 2017. Pelemahan hari ini merupakan penurunan harian yang ke-12.

Harga minyak mentah berjangka AS ditutup turun USD 4,24 per barel atau 7,1 persen menjadi USD 55,69 per barel. Itu adalah persentase penurunan persentase satu hari terbesar untuk kontrak sejak September 2015. Minyak mentah AS telah kehilangan 28 persen sejak puncaknya di awal Oktober.

Best Profit

Sedangkan harga minyak Brent berakhir turun USD 4,65 atau 6,6 persen menjadi USD 65,47 per barel. Kerugian satu hari terbesar sejak Juli. Brent telah kehilangan 25 persen sejak mencetak level tertinggi empat tahun pada awal Oktober.

“Ini sudah tidak mencerminkan fundamental tetapi harga terus mengalami tekanan sehingga jatuh sangat dalam,” jelas Phil Flynn, analis Price Futures Group, Chicago, AS. Sebagian besar analis memperkirakan bahwa penurunan harga minyak yang terjadi pada hari Selasa merupakan kelanjutan pelemahan yang terjadi pada hari sebelumnya.

Penyebab pelemahan tersebut adalah unggahan dari Presiden AS Donald Trump di twitter yang meminta kepada organisasi eksportir minyak (OPEC) untuk tidak mengurangi pasokan sehingga bisa menopang harga.

Bestprofit

Unggahan Trump tersebut menyusul laporan yang dikeluarkan oleh Arab Saudi yang telah mempertimbangkan jusulan pemotongan produksi pada pertemuan yang akan diadakan pada Desember mendatang.

Rencana Arab Saudi tersebut muncul setelah adanya dugaan bahwa akan terjadi kelebihan pasokan karena berkurangnya konsumsi.

Para spekulan telah menarik kembali perhitungan mereka bahwa harga minyak akan reli. Pada pekan lalu, sebagian besar pedagang atau pelaku pasar telah mengurangi portofolio mereka di minyak sedikit demi sedikit.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Mentah AS Turun

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun dalam 11 hari berturut-turut, terbanyak sejak kontrak mulai diperdagangkan. Harga minyak berbalik arah dari reli di awal sesi ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan dia berharap tidak akan ada pengurangan produksi minyak.

Komentar Trump mengikuti komentar dari Menteri Energi Arab Saudi yang mengatakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sedang mempertimbangkan pemotongan pasokan tahun depan, seiring dengan permintaan yang melemah.

Arab Saudi telah menyatakan keprihatinan bahwa sanksi AS telah menghilangkan lebih sedikit minyak dari pasar daripada yang diperkirakan.

Dikutip dari Reuters, Selasa (13/11/2018), patokan harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) turun USD 26 sen menjadi USD 59,93 per barel. Penurunan ini menandai penurunan harian ke-11 berturut-turut, terbesar sejak kontrak mulai diperdagangkan, menurut data dari CME Group.

PT Bestprofit

Minyak mentah Brent berjangka berbalik arah di akhir sesi, turun USD 6 sen menjadi USD 70,12 per barel. Brent juga diperdagangkan lebih rendah dalam aktivitas pasca-penutupan, turun USD 1,13 menjadi USD 69,05 per barel.

“Mudah-mudahan, Arab Saudi dan OPEC tidak akan memotong produksi minyak,” tulis Trump di Twitter. “Harga minyak harus jauh lebih rendah berdasarkan pasokan!” Minyak mentah AS berbalik negatif dan memperpanjang kerugian setelah tweet tersebut.

Harga minyak telah menguat di awal sesi, setelah Arab Saudi mengatakan OPEC dan mitranya percaya bahwa permintaan cukup melunak untuk menjamin pemotongan produksi 1 juta barel per hari (bph) tahun depan.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan OPEC dan sekutunya setuju bahwa analisis teknis menunjukkan kebutuhan untuk mengurangi pasokan minyak tahun depan sekitar 1 juta bph dari level Oktober.

Best Profit

Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, mengatakan pada hari Minggu akan memangkas pengirimannya setengah juta bph pada bulan Desember karena permintaan musiman yang lebih rendah.

OPEC dan Badan Energi Internasional bakal merilis laporan bulanan tentang prospek pasokan minyak dan permintaan akhir pekan ini.

Harga minyak telah jatuh sekitar 20 persen pada bulan lalu, terpukul oleh peningkatan pasokan global dan ancaman perlambatan permintaan, terutama dari pelanggan yang mata uangnya melemah terhadap dolar AS sehingga mengikis daya beli mereka.

Produksi dari produsen minyak utama dunia Rusia, Amerika Serikat dan Arab Saudi telah meningkat 1,05 juta bph dalam tiga bulan terakhir. Hal ini membuat OPEC menyesuaikan produksinya yang mencapai sekitar 33,3 juta bph, menyumbang sekitar sepertiga dari pasokan global.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG