Author Archives: bpf bandung

Harga Minyak Mentah Menembus USD 75 Per Barel

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak mentah Brent menembus USD 75 per barel pada hari Kamis (Jumat pagi WIB) untuk pertama kalinya dalam hampir enam bulan setelah kekhawatiran tertundanya beberapa ekspor minyak mentah Rusia ke Eropa, sementara Amerika Serikat (AS) bersiap untuk memperketat sanksi terhadap Iran.

Dilansir dari Reuters, Jumat (26/4/2019), Polandia dan Jerman menghentikan sementara impor minyak mentah Rusia melalui pipa Druzhba, dengan alasan kontaminasi. Pipa itu dapat mengirimkan hingga 1 juta barel per hari, atau 1 persen dari permintaan minyak mentah global, dan sekitar 700.000 barel per hari alirannya ditangguhkan, menurut sumber perdagangan dan perhitungan Reuters.

Rusia, pengekspor minyak mentah terbesar kedua di dunia, berencana untuk mulai memompa bahan bakar bersih ke Eropa melalui pipa pada 29 April. Harga minyak mentah Brent berjangka naik USD 43 sen menjadi USD 75,00 per barel setelah reli ke tertinggi USD 75,6 per barel, tertinggi sejak 31 Oktober.

Harga minyak mentah antara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan USD 8 sen lebih rendah menjadi USD 65,81 per barel, setelah mencapai sesi tinggi USD 66,28.

PT Bestprofit

Persediaan minyak mentah AS pekan lalu naik 5,5 juta barel ke level tertinggi sejak Oktober 2017 di 460,6 juta barel, karena stok di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman untuk WTI naik 463.000 barel, data pemerintah AS menunjukkan pada hari Rabu.

Amerika Serikat minggu ini mengatakan akan mengakhiri semua pengecualian untuk pembeli minyak Iran. Produsen terbesar ketiga OPEC telah berada di bawah sanksi AS selama lebih dari enam bulan, tetapi beberapa pembeli utama, termasuk China dan India, diberikan pengecualian sementara sampai minggu ini. Mulai Mei, negara-negara itu harus menghentikan impor minyak dari Teheran atau menghadapi sanksi AS.

Keputusan tersebut mengikuti pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non-anggota, termasuk Rusia, sejak awal tahun yang bertujuan menopang harga minyak.

Best Profit

Namun, Brian Hook, perwakilan khusus AS untuk Iran dan penasihat kebijakan senior untuk sekretaris negara, mengatakan pada hari Kamis “Ada banyak pasokan di pasar untuk memudahkan transisi itu dan menjaga harga stabil”.

Konsultan Rystad Energy mengatakan, Arab Saudi dan sekutu utamanya dapat menggantikan minyak Iran yang hilang.

Pemotongan yang dipimpin OPEC sebagian merupakan respons terhadap peningkatan produksi minyak mentah AS, saat ini pada rekor 12,2 juta barel per hari, menjadikan AS produsen terbesar di dunia.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Stabil Mendekati Level Tertinggi

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak stabil mendekati level tertinggi dalam enam bulan setelah data menunjukkan stok Amerika Serikat (AS) naik ke level tertinggi sejak Oktober 2017. Hal ini melawan kekhawatiran pasokan yang ketat dihasilkan dari pengurangan produksi OPEC dan sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran.

Harga minyak berjangka Brent melemah sembilan sen menjadi USD 74,42 per barel pada pukul 01.00 waktu setempat. Harga minyak acuan ini capai level tertinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat di kisaran USD 74,73 per barel.

Sementara itu, harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) melemah 49 sen menjadi USD 65,81 per barel. Harga kontrak minyak mencapai USD 66,60 per barel pada perdagangan Selasa, dan harga itu tertinggi sejak 31 Oktober.

Persediaan minyak mentah naik 5,5 juta barel pada pekan lalu. The Energy Administration mengatakan, angka tersebut jauh melebihi dari perkiraan analis sekitar 1,3 juta barel. Namun, stok bensin turun 2,1 juta barel. Penurunan itu lebih besar dari yang diperkirakan.

Bestprofit

“Apa yang kami lihat adalah angka utama dari harga minyak yang tertekan tetapi didukung oleh data bensin. Karena sanksi yang dijatuhkan pada Iran dan fakta itu tidak akan ada keringanan membuat angka tersebut lebih terlihat menguat,” ujar Analis Price Futures Group, Phil Flynn seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (25/4/2019).

Harga minyak mentah berjangka dan pengiriman untuk pasar spot spot naik setelah AS mengatakan akan mengakhiri semua pembebasan sanksi terhadap Iran. Selain itu menuntut negara-negara menghentikan impor minyak dari Iran sejak Mei atau menghadapi sanksi. Langkah ini meningkatkan kekhawatiran tentang ketatnya pasokan minyak global.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menuturkan, AS harus bersiap hadapi konsekuensi jika berusaha hentikan Iran dari menjual minyak dan menggunakan Selat Hormuz. China, pelanggan minyak terbesar Iran secara resmi mengeluhkan langkah ini.

AS mengatakan, melihat Arab Saudi sebagai mitra untuk menyeimbangkan pasar minyak. Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih menuturkan, produksi negaranya tidak akan jauh berbeda dari bulan-bulan sebelumnya.

PT Bestprofit

Ia menambahkan, Arab Saudi bertujuan mempertahankan kuota produksi yang ditetapkan dalam kesepakatan oleh OPEC, Rusia dan lainnya. Akan tetapi, penentuan Juni tergantung pada kebutuhan pelanggan.

“Jika pasar mulai terlihat terlalu ketat dengan pengurangan ekspor Iran, Saudi memiliki kapasitas untuk mengurangi dampak tanpa melanggar janji OPEC+ dan membahayakan komitmen kelompok OPEC+,” ujar dia.

Sementara itu, data EIA menunjukkan produksi AS mencapai level tertinggi 12,2 juta barel per hari pada pekan lalu.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Mencapai Rekor Tertinggi

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak mencapai rekor tertinggi dalam enam bulan pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga minyak tersebut karena berakhirnya keputusan AS untuk memberikan keringanan sanksi bagi pembeli minyak mentah Iran.

Mengutip Reuters, Rabu (24/4/2019), harga minyak mentah berjangka AS naik 75 sen atau 1,1 persen ke level USD 66,30 per barel, setelah mencapai rekor tertinggi harian di USD 66,60 per barel yang merupakan angka tertinggi sejak 31 Oktober.

Sedangkan harga minyak mentah Brent naik 47 sen atau 0,6 persen menjadi USD 74,51 per barel. Acuan harga minyak global ini sebelumnya menyentuh angka USD 74,73 per barel yang merupakan level teringgi sejak 1 November.

Produksi Arab Saudi yang merupakan eksportir utama dan pemimpin de facto organisasi negara pengekspor minyak atau OPEC tetap pada target awal meskipun sejauh ini keringanan sanksi yang diberikan oleh AS kepada Iran akan berakhir.

Menurut sumber Reuters, Arab saudi sampai dengan Mei mendatang tetap pada target produksi awal sesuai dengan kesepakatan pemotongan produksi OPEC dan beberapa negara lain. Pemotongan produksi ini sudah dilakukan sejak lama untuk menopang harga minyak mentah yang sempat jatuh dalam hingga di kisaran angka USD 30 per barel.

Best Profit

OPEC dan beberapa negara di luar organisasi seperti Rusia akan bertemu para Juni nanti untuk membahas kelanjutan dari pemotongan produksi ini. Amerika Serikat (AS) pada senin kemarin meminta kepada negara-negara yang membeli minyak ke Iran untuk segera menghentikan pembelian pada 1 Mei akan mereka akan menghadapi sanksi dari AS.

Ini mengakhiri keringanan selama enam bulan yang telah diberikan. Iran memiliki delapan membeli minyak terbesar dan kebanyakan dari Asia. Salah satu pejabat di AS mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump mengatakan ia yakin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab akan memenuhi janji mereka untuk mengimbangi kekurangan pasokan minyak di pasar jika AS memberikan sanksi ke Iran.

“Sejauh ini Saudi tidak bergegas untuk mengisi apa yang bisa menjadi kesenjangan pasokan yang substansial di pasar,” kata John Kilduff, analis Again Capital Management LLC.

“Pasar telah menjadi ketat secara global selama beberapa bulan terakhir, terutama karena upaya Arab Saudi.” tambah dia.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga minyak mentah patokan internasional Brent naik menjadi lebih dari USD 74 per barel pada hari Senin, tertinggi sejak November. Kenaikan dipicu karena ketidakpastian seputar peningkatan pasokan dari Arab Saudi dan negara-negara OPEC lainnya. Sementara harga minyak AS mencapai puncak USD 65,92 per barel, tertinggi sejak Oktober 2018.

Bestprofit

“Meskipun harga minyak tinggi dan naik cepat dan risiko gangguan geopolitik tinggi, (Trump) bertaruh bahwa Arab Saudi dan UEA akan mendapatkan tekanan harga naik mengimbangi minyak Iran,” kata Robert McNally, Presiden Rapidan Energy Group, perusahaan konsultasi energi.

Pemerintahan Trump pada hari Senin mengatakan tidak akan memperbarui pengecualian yang diberikan tahun lalu kepada pembeli minyak Iran. Langkah pengetatan diperkirakan membuat beberapa importir kunci telah meminta Washington untuk terus memberikan izin mereka membeli bebas minyak Iran tanpa sanksi.

AS kembali menerapkan sanksi terhadap ekspor minyak Iran pada November, setelah Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia untuk mengekang program nuklir Teheran.

Delapan negara, termasuk Cina dan India, diberikan keringanan selama enam bulan, dan beberapa mengharapkan pengecualian itu akan diperbarui.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG