^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Indeks Harga Saham Gabungan Berada di Zona Hijau

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit – 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan Jumat pekan ini. Namun sebelum bergerak ke sona hijau, IHSG sempat menyentuh zona merah terlebih dahulu.

Pada prapembukaan perdagangan Jumat (18/9/2020), IHSG turun tipis 1 poin atau 0,02 persen ke level 5.037,36. Saat awal perdagangan, IHSG kemudian naik 20 poin atau 0,40 persen ke posisi 5.058,42. Sementara indeks saham LQ45 juga naik 0,23 persen ke posisi 777,32.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.061,72. Sedangkan terendah 5.036,33. Sebanyak 187 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 54 saham melemah dan 110 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 36.979 kali dengan volume perdagangan 701,1 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 406,5 miliar. Tercatat, investor asing menjual saham di pasar regular mencapai Rp 46,2 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.805 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, mayoritas berada di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh sektor infrastruktur yang menguat 1,01 persen. Kemudian disusul sektor perkebunan yang naik 0,9 persen dan sektor barang konsumsi yang naik 0,87 persen.

Bestprofit

Saham-saham IHSG yang menguat antara lain, YPAS naik 24,48 persen ke Rp 478 per lembar saham. Kemudian SKBM naik 23,67 persen ke Rp 418 per saham dan KIJA naik 23,64 ke Rp 202 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain PGJO turun 8,33 persen ke Rp 33 per lembar saham, ENZO yang turun 6,96 persen ke Rp 107 per lembar saham dan BESS turun 6,96 persen ke Rp 214 per saham.

Penutupan Kemarin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis pekan ini. Investor asing jual saham Rp 445,12 miliar di pasar regular.  Pada penutupan perdagangan saham, Kamis(17/9/2020), IHSG ditutup melemah 20,08 poin atau 0,4 persen ke posisi 5.038,40. Sementara, indeks saham LQ45 juga turun 0,75 persen ke posisi 775,54.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.099,57 dan terendah 5.013,18. Pada sesi penutupan pedagangan, 149 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 269 saham melemah sehingga menekan indeks. Di luar itu, 155 saham diam di tempat.

PT Bestprofit               

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 605.067 kali dengan volume perdagangan 10,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,7 triliun. Investor asing jual saham Rp 445,12 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.811.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, sebagian besar berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor industri dasar yang anjlok 1,59 persen. Kemudian disusul sektor keuangan turun 0,78 persen dan sektor pertambangan yang turun 0,7 persen.

Saham yang menguat antara lain AKSI yang naik 24,83 persen ke Rp 362 per lembar saham. Kemudian YPAS yang naik 23,87 persen ke Rp 384 per lembar saham dan AISA yang naik 22,61 persen ke Rp 244 per lembar saham.

Saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain PGJO yang melemah 7,69 persen ke Rp 36 per lembar saham. Kemudian ARGO turun 6,94 persen ke Rp 1.610 per lembar saham dan TRJA turun 6,93 persen ke Rp 188 per lembar.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Minyak Melonjak Lebih dari 4 Persen

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit – 

Harga minyak melonjak lebih dari 4 persen pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta), menyusul penurunan persediaan minyak mentah dan bensin AS dan ketika Badai Sally memaksa sebagian produksi lepas pantai AS untuk ditutup.

Dikutip dari CNBC, Kamis (17/9/2020), harga minyak mentah Brent naik USD 1,69, atau 4,17 persen menjadi USD 42,22 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate naik USD 1,88 atau 4,9 persen menjadi USD 40,16.

Administrasi Informasi Energi AS menyatakan, stok minyak mentah AS turun 4,4 juta barel pekan lalu menjadi 496 juta barel. Ini menjadi yang terendah sejak April dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1,3 juta barel,

Stok bensin AS turun 400 ribu barel lebih dari dua kali lipat meskipun ada kenaikan 4 poin persentase dalam tingkat pemanfaatan penyulingan. Badai Sally, yang mendarat di Pantai Teluk AS masuk dalam badai Kategori 2, juga mendorong harga minyak karena lebih dari seperempat produksi lepas pantai ditutup karena badai.

Hampir 500 ribu barel per hari (bpd) produksi minyak mentah lepas pantai dihentikan di Teluk Meksiko AS, menurut Departemen Dalam Negeri AS, atau sekitar sepertiga dari penutupan yang disebabkan oleh Badai Laura.

Best Profit

Harga minyak jatuh ke posisi terendah dalam sejarah saat krisis virus corona menekan permintaan. Rekor pemangkasan pasokan oleh OPEC dan sekutunya, pengelompokan yang dikenal sebagai OPEC+, dan pelonggaran lockdown telah membantu Brent pulih dari level terendah 21 tahun di bawah USD 16 pada bulan April.

Harga minyak telah anjlok pada September, tertekan oleh meningkatnya kasus virus corona dan kekhawatiran tentang permintaan. Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan Badan Energi Internasional sama-sama memangkas proyeksi permintaan mereka minggu ini.

Ancaman Badai Sally Bawa Harga Minyak Melambung

Sebelumnya, Harga minyak naik hampir 3 persen pada hari Selasa. Didukung oleh gangguan pasokan akibat badai di Amerika Serikat, tetapi kekhawatiran permintaan membayangi karena para peramal industri energi memperkirakan pemulihan pandemi yang lebih lambat dari perkiraan.

Dikutip dari CNBC, Rabu (16/9/2020), harga minyak mentah Brent naik 92 sen, atau 2,3 persen menjadi USD 40,53 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik USD 1,02, atau 2,74 persen, untuk menetap di USD 38,28 per barel. Kedua kontrak jatuh pada hari Senin.

Bestprofit

Harga berjangka naik menjelang pendaratan yang diperkirakan Badai Sally di Pantai Teluk AS. Lebih dari seperlima produksi minyak lepas pantai AS ditutup dan pelabuhan ekspor utama ditutup karena lintasan badai bergeser ke timur menuju Alabama barat, menyelamatkan beberapa kilang Gulf Coast dari angin kencang.

“Peristiwa cuaca buruk di AS menyebabkan beberapa ketidakpastian tentang produksi minyaknya dan itu selalu menjadi kabar baik untuk harga,” kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak Rystad Energy.

Tapi prospek permintaan minyak tetap lemah, yang membatasi kenaikan selama sesi. Badan Energi Internasional (IEA) pada hari Selasa memangkas prospek 2020 sebesar 200 ribu barel per hari (bph) menjadi 91,7 juta barel per hari, mengutip kehati-hatian tentang kecepatan pemulihan ekonomi.

“Kami memperkirakan pemulihan dalam permintaan minyak melambat secara nyata pada paruh kedua tahun 2020, dengan sebagian besar keuntungan mudah telah dicapai,” kata IEA dalam laporan bulanannya.

Badan itu mengatakan stok minyak komersial di negara maju mencapai tertinggi sepanjang masa 3,225 miliar barel pada Juli, dan memangkas perkiraan untuk penarikan stok tersirat untuk paruh kedua tahun ini.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Minyak Naik Hampir 3 Persen

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit – 

Harga minyak naik hampir 3 persen pada hari Selasa. Didukung oleh gangguan pasokan akibat badai di Amerika Serikat, tetapi kekhawatiran permintaan membayangi karena para peramal industri energi memperkirakan pemulihan pandemi yang lebih lambat dari perkiraan.

Dikutip dari CNBC, Rabu (16/9/2020), harga minyak mentah Brent naik 92 sen, atau 2,3 persen menjadi USD 40,53 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik USD 1,02, atau 2,74 persen, untuk menetap di USD 38,28 per barel. Kedua kontrak jatuh pada hari Senin.

Harga berjangka naik menjelang pendaratan yang diperkirakan Badai Sally di Pantai Teluk AS. Lebih dari seperlima produksi minyak lepas pantai AS ditutup dan pelabuhan ekspor utama ditutup karena lintasan badai bergeser ke timur menuju Alabama barat, menyelamatkan beberapa kilang Gulf Coast dari angin kencang.

“Peristiwa cuaca buruk di AS menyebabkan beberapa ketidakpastian tentang produksi minyaknya dan itu selalu menjadi kabar baik untuk harga,” kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak Rystad Energy.

PT Bestprofit

Tapi prospek permintaan minyak tetap lemah, yang membatasi kenaikan selama sesi. Badan Energi Internasional (IEA) pada hari Selasa memangkas prospek 2020 sebesar 200 ribu barel per hari (bph) menjadi 91,7 juta barel per hari, mengutip kehati-hatian tentang kecepatan pemulihan ekonomi.

“Kami memperkirakan pemulihan dalam permintaan minyak melambat secara nyata pada paruh kedua tahun 2020, dengan sebagian besar keuntungan mudah telah dicapai,” kata IEA dalam laporan bulanannya.

Badan itu mengatakan stok minyak komersial di negara maju mencapai tertinggi sepanjang masa 3,225 miliar barel pada Juli, dan memangkas perkiraan untuk penarikan stok tersirat untuk paruh kedua tahun ini.

Permintaan Minyak Bakal Turun

Revisi permintaan IEA sejalan dengan perkiraan dari produsen dan pedagang industri minyak utama. OPEC menurunkan perkiraan permintaan minyaknya dan BP mengatakan permintaan mungkin mencapai puncaknya pada 2019.

Best Profit

Permintaan minyak dunia akan turun 9,46 juta barel per hari tahun ini, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan dalam laporan bulanannya pada Senin, lebih dari penurunan 9,06 juta barel per hari yang diharapkan OPEC sebulan lalu.

Namun, pertemuan komite bersama menteri OPEC + pada hari Kamis diperkirakan tidak akan membuat rekomendasi untuk pengurangan produksi yang lebih dalam, tetapi lebih fokus pada mekanisme kepatuhan dan kompensasi untuk pemotongan saat ini, sumber mengatakan kepada Reuters.

Sementara itu, produksi minyak mentah China pada Agustus naik dari tahun lalu, mencapai level tertinggi kedua dalam catatan, karena kilang bekerja untuk mencerna rekor impor awal tahun ini. Investor menunggu data industri yang akan dirilis pada hari Selasa yang diharapkan menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik minggu lalu.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG