^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Harga Minyak Naik Tipis Pada Hari Senin

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak naik tipis pada hari Senin (Selasa pagi WIB), membalikkan kerugian sebelumnya karena investor mengabaikan data soal perlambatan ekonomi China.  Investor masih fokus pada rencana Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya untuk memangkas produksi minyak.

Dilansir dari Reuters, Selasa (22/1/2019), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 12 sen menjadi USD 62,83 per barel. Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik USD 19 sen menjadi USD 53,99 per barel. Pasar keuangan Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup pada hari Senin untuk liburan Hari Martin Luther King Jr.

Bursa saham global turun setelah data menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2018 ke level terendah dalam 28 tahun. Angka-angka itu menimbulkan kekhawatiran bahwa prospek pertumbuhan global mungkin akan semakin gelap, terutama karena ketegangan perdagangan AS-China.

“Tetap sangat mungkin bahwa perang perdagangan antara China dan AS telah mengambil bagian dalam perlambatan ekonomi China ini,” kata kepala analis pasar CMC Markets, Michael Hewson. “Tetapi investor juga harus mempertimbangkan bahwa  dalam 10 tahun ke depan, ekonomi China tidak mungkin tumbuh pesat seperti yang telah terjadi selama 10 tahun terakhir.”

PT Bestprofit

Pasar saham masih menguat sepanjang bulan ini, yang telah memberikan investor minyak kepercayaan lebih untuk bertaruh secara agresif pada kenaikan harga minyak mentah. Analis mengatakan latar belakang yang lebih kuat untuk pasar keuangan dan prospek pertumbuhan produksi minyak mentah yang lebih lambat adalah pendorong utama di balik reli minyak.

“Kinerja pasar saham adalah salah satu alasan mengapa minyak terus bergerak lebih tinggi. Tampaknya juga ada kepercayaan umum bahwa pemotongan produksi yang disepakati OPEC dan Rusia akan cukup untuk menyeimbangkan pasar,” PVM Oil Associates mengatakan dalam sebuah catatan.

Sementara ada kekhawatiran bahwa ekonomi global yang melambat dapat berdampak pada permintaan minyak, pengurangan produksi yang dilaksanakan oleh OPEC kemungkinan akan mendukung harga minyak mentah, kata para analis.

Best Profit

“Anda tidak bisa membenarkan harga minyak di level ini. Kami pada dasarnya memprediksi rata-rata harga minyak hampir USD 70 per barel untuk Brent pada 2019, “kata ahli strategi komoditas ING Warren Patterson. “Saya semakin khawatir tentang seberapa ketat pasar akan memasuki tahun 2020.”

Pertumbuhan ekonomi China menyentuh level terendah 28 tahun. Sebuah laporan terpisah dari Biro Statistik Nasional China menunjukkan produksi kilang minyak mentah pada tahun 2018 naik ke rekor 12,1 juta barel per hari, naik 6,8 persen dari tahun sebelumnya.

Di Amerika Serikat, perusahaan-perusahaan energi memotong jumlah rig pengeboran minyak hingga 21 rig pada pekan lalu, penurunan terbesar dalam tiga tahun, mengambil hitungan turun ke 852, terendah sejak Mei 2018, perusahaan jasa energi Baker Hughes mengatakan pada hari Jumat.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Naik 3 %

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak naik 3 persen pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta). Harga minyak mampu naik tinggi setelah OPEC merinci secara spesifik kegiatan pengurangan produksi untuk mengurangi pasokan minyak mentah di dunia.

Selain itu, adanya titik cerah pada penyelesaian perang dagang antara AS dengan China juga ikut menjadi katalis kenaikan harga minyak.

Mengutip Reuters, Sabtu (19/1/2019), harga minyak mentah jenis Brent naik USD 1,64 atau 2,7 persen menjadi USD 62,82 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS atau West Texas Intermediate (WTI) naik USD 1,70 atau 3,3 persen menjadi USD 53,77 per barel.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Jumat mengeluarkan daftar pengurangan produksi minyak oleh para anggotanya dan produsen utama lainnya selama enam bulan. Pengurangan tersebut mulai dijalankan pada 1 Januari.

Dirilisnya daftar pengurangan produksi tersebut untuk meningkatkan kepercayaan pada pakta pengurangan pasokan minyak. “Ini akan mengirim sinyal ke pasar bahwa mereka serius,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group, Chicago, AS.

Bestprofit

“Saya pikir OPEC juga ingin menunjukkan bahwa mereka mungkin akan sangat patuh dengan angka-angka ini, terutama Arab Saudi.” imbuhnya.

Untuk diketahui, OPEC dan beberapa negara lain termasuk Rusia pada Desember 2018 sepakat untuk kembali mengurangi produksi, sebesar 1,2 juta barel per hari, untuk mendukung harga minyak dan memerangi kelebihan pasokan tengah meningkatnya produksi, terutama dari Amerika Serikat.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga minyak turun sekitar 2 persen. Penurunan tersebut memperpanjang penurunan yang terjadi baru-baru ini di tengah kekhawatiran tentang melonjaknya produksi minyak AS dan permintaan global yang menurun.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam laporan pasar bulanannya memangkas perkiraan permintaan rata-rata minyak mentah pada 2019 menjadi 30,83 juta barel per hari, turun 910.000 barel per hari dari rata-rata 2018.

OPEC mengatakan produksinya turun 751.000 barel per hari pada bulan Desember, menunjukkan sedang berupaya untuk memenuhi persyaratan pakta untuk memotong produksi antara negara-negara dan produsen lain, termasuk Rusia.

PT Bestprofit

Meskipun OPEC dan eksportir sekutunya memangkas produksi, output minyak AS justru melonjak mendekati 12 juta barel per hari pada minggu terakhir. Beberapa pedagang dan investor khawatir bahwa pertumbuhan pasokan global tahun ini akan melebihi permintaan.

“Itu akan membebani pasar setidaknya sampai kita mendapatkan beberapa informasi baru, termasuk dari OPEC,” kata Thomas Saal, Wakil Presiden Senior INTL Hencorp Futures di Miami.

Tetap saja, kata Saal, investor sudah memperkirakan peningkatan produksi AS dan memberi harga ke pasar, “Jadi itu sebabnya harga turun sedikit dan tidak turun banyak,” tegas dia.

Output minyak AS telah naik sebesar 2,4 juta barel per hari sejak Januari 2018 dan stok minyak mentah dan produk olahan meningkat tajam, menurut data Administrasi Informasi Energi AS.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Turun Sekitar 2 %

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak turun sekitar 2 persen, memperpanjang penurunan yang terjadi baru-baru ini di tengah kekhawatiran tentang melonjaknya produksi minyak AS dan permintaan global yang menurun. Ini terutama mengingat sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China.

Melansir laman Reuters, harga minyak mentah Brent LCOc1 turun USD 1,06, atau 1,7 persen, menjadi USD 60,26 per barel. Adapun harga minyak mentah berjangka AS CLc1 turun USD 1,00 menjadi USD 51,31 per barel atau turun 1,9 persen.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam laporan pasar bulanannya memangkas perkiraan permintaan rata-rata minyak mentah pada 2019 menjadi 30,83 juta barel per hari, turun 910.000 barel per hari dari rata-rata 2018.

OPEC mengatakan produksinya turun 751.000 barel per hari pada bulan Desember, menunjukkan sedang berupaya untuk memenuhi persyaratan pakta untuk memotong produksi antara negara-negara dan produsen lain, termasuk Rusia.

Best Profit

Meskipun OPEC dan eksportir sekutunya memangkas produksi, output minyak AS justru melonjak mendekati 12 juta barel per hari pada minggu terakhir. Beberapa pedagang dan investor khawatir bahwa pertumbuhan pasokan global tahun ini akan melebihi permintaan.

“Itu akan membebani pasar setidaknya sampai kita mendapatkan beberapa informasi baru, termasuk dari OPEC,” kata Thomas Saal, Wakil Presiden Senior INTL Hencorp Futures di Miami.

Tetap saja, kata Saal, investor sudah memperkirakan peningkatan produksi AS dan memberi harga ke pasar, “Jadi itu sebabnya harga turun sedikit dan tidak turun banyak,” tegas dia.

Output minyak AS telah naik sebesar 2,4 juta barel per hari sejak Januari 2018 dan stok minyak mentah dan produk olahan meningkat tajam, menurut data Administrasi Informasi Energi AS. Menanggapi penurunan harga di paruh kedua tahun lalu, OPEC dan non-anggota berencana untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta bph bersama tahun ini.

Harga minyak masih sekitar 20 persen di atas posisi terendah yang dicapai pada akhir Desember. Tetapi analis mengatakan Brent telah diperdagangkan dalam harga rendah USD 60 dan minyak mentah AS di USD 50 lebih rendah karena kegelisahan yang sedang berlangsung tentang hubungan antara Washington dan Beijing dan prospek ekonomi China.

Bestprofit

Harga minyak naik pada hari Rabu (Kamis pagi WIB) didukung oleh reli bursa saham Amerika Serikat (AS) dan kesepakatan pemangkasan pasokan oleh Organisasi Negara Pengimpor Minyak (OPEC) dan Rusia. Namun, kenaikan dibatasi data yang menunjukkan meningkatnya persediaan produk olahan AS dan rekor produksi minyak mentah.

Dilansir dari Reuters, Kamis (17/1/2019), harga minyak mentah Brent berjangka naik USD 68 sen menjadi USD 61,32 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik USD 20 sen menjadi USD 52,31 per barel.

Meningkatkan harga minyak, indeks utama Wall Street mencapai tertinggi satu bulan. Perdagangan minyak berjangka kadang-kadang melacak pasar ekuitas.

Harga minyak mendapat dukungan dari perjanjian pemangkasan pasokan dari OPEC  dan produsen utama non-OPEC Rusia. Kelompok itu sepakat pada Desember untuk memangkas produksi minyak gabungan sebesar 1,2 juta barel per hari dari Januari.

Wakil Menteri Energi Rusia mengatakan negara itu akan mencapai pengurangan target produksi minyak pada bulan April.

“Pasar sedang berkonsolidasi. Untuk melihat apa yang jadi penggerak harga minyak selanjutnya, kami akan menonton untuk melihat apakah pemotongan produksi minyak bekerja, jika anggota OPEC yang menyetujui keputusan tersebut mematuhinya,” kata Gene McGillian, Direktur Riset Pasar di Tradition Energy.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG