^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Kebijakan OJK Terkait Relaksasi Kredit

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit – 

Industri jasa keuangan menyambut positif kebijakan Otoritas Jasa Keuangan terkait kelonggaran atau relaksasi kredit/pembiayaan bagi debitur perbankan.

Hal ini termasuk UMKM dengan nilai di bawah Rp10 miliar, baik kredit bank maupun perusahaan pembiayaan yang usaha atau pekerjaannya terdampak pelemahan ekonomi akbat penyebaran virus Corona.

Relaksasi tersebut bisa berupa penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan dan konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara yang berlaku sampai dengan maksimal satu tahun.

Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan, kebijakan stimulus dari OJK sangat bagus karena amat berguna untuk meringankan beban bank dan perusahaan pembiayaan sebagai kreditur maupun untuk pengusaha ataupun masyarakat lain sebagai debitur di masa sulit seperti sekarang.

“Prinsipnya begini, suka cita dinikmati bersama, duka cita pun dirasakan bersama. Tentu kans bank meraup profit yang optimal juga terkendala karena debitur sedang mengalami gangguan usaha terkait pandemi covid-19 dan akibatnya secara eksponensial, varian maupun derivatif atau turunannya dari first round effect hingga mungkin sampai third round effects,” ujar Kiryanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Melalui relaksasi ini, harapannya sektor jasa keuangan dan dunia usaha mampu bertahan sambil menunggu tuntasnya tugas pemerintah menghalau wabah covid-19 secepatnya. “Harapan akhirnya perekonomian tidak jatuh lebih dalam karena bisa ditopang oleh sektor perbankan dan sektor riil,” tandasnya.

PT Bestprofit

Mampu Tekan NPL

Senada dengan Kiryanto, Ekonom PermataBank Josua Pardede menuturkan, kebijakan restrukturisasi kredit ini sangat bermanfaat bagi perbankan khususnya dalam menekan NPL. “Dengan demikian, potensi kenaikan NPL perbankan yang tajam diperkirakan akan menurun dengan adanya restrukturisasi tersebut,” ucap Josua.

Di sisi lain, dengan adanya keringanan penilaian kualitas aset, diharapkan sektor lainnya yang tidak terdampak secara signifikan oleh Covid-19 dapat terinsentif untuk mengambil kredit. Hal ini kemudian akan berdampak pada terjaganya pertumbuhan kredit dan akan menimbulkan multiplier effect bagi perekonomian.

“Dengan berbagai stimulus kebijakan pemerintah, OJK dan Bank Indonesia tersebut diperkirakan akan membatasi perlambatan pertumbuhan kredit sedemikian sehingga risiko kredit tetap terjaga di level yang manageable meskipun trennya meningkat,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, dengan berbagai stimulus ekonomi tersebut juga diperkirakan akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi sehingga permintaan kredit diperkirkan akan cenderung membaik pada tahun depan sehingga tren NPL diharapkan tidak akan meningkat tajam.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyatakan, kebijakan ini positif sehingga pihaknya siap membantu merealisasikannya.

Best Profit

“Apa yang disampaikan pemerintah dan OJK itu positif, benar kita harus bantu, tapi mari kita artikan bahwa yang disampaikan oleh pemerintah dan OJK adalah menolong semua debitur yang kena dampak dari corona dan pendapatannya turun,” kata Suwandi.

Namun, lanjut dia, bagi yang pendapatannya masih ada atau masih punya tabungan tolong dibayar agar pelaku usaha dan debitur bisa bersama-sama membantu situasi ini. Untuk itu, Suwandi berharap debitur jujur dengan kondisi yang dihadapinya. Pasalnya, program ini hanya berlaku buat mereka para pelaku UMKM dan pekerja informal yang pendapatannya menurun akibat dampak virus Corona.

“Jadi ayo mari kita jujur, karena kenapa? Jujur itu penting, kalau mmang yang benar-benar kena dampak (corona), penurunan pendapatannya dan cicilannya sulit dibayar kita tolong, tapi kalau yang masih mampu bayar dong. Jangan memakai kesempatan ini seolah-olah ini dijadikan program untuk semuanya, tidak,” tegas Suwandi.

Aturan OJK

Sebagai informasi, dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical mengatur bahwa debitur yang mendapatkan perlakuan khusus dalam POJK ini adalah debitur (termasuk debitur UMKM) yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pada Bank karena debitur atau usaha debitur terdampak penyebaran COVID-19 baik secara langsung ataupun tidak langsung pada sektor ekonomi antara lain pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan.

Dalam POJK ini jelas diatur bahwa pada prinsipnya bank dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh kredit/pembiayaan kepada seluruh debitur, termasuk debitur UMKM, sepanjang debitur-debitur tersebut teridentifikasi terdampak COVID-19.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG                                                  

Minyak AS Turun ke Level Terendah

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit – 

Harga minyak AS turun ke level terendah dalam 18 tahun pada penutupan perdagangan Senin karena permintaan melemah. Sedangkan Arab Saudi dan juga negara-negara anggota OPEC tengah berancang-ancang untuk meningkatkan produksi.

Dengan semain menyebarnya pandemi Corona, permintaan minyak mentah di dunia terus melemah. Sebagian besar orang-orang di dunia memilih untuk tinggal di rumah atau tidak bepergian yang sehingga menekan kebutuhan bahan bakar.

Mengutip CNBC, Selasa (31/3/2020), harga minyak mentah West Texas Intermediate di AS turun 6,6 persen atau USD 1,42 menjadi USD 20,09 per barel, level terendah sejak Februari 2002.

Di sesi perdagangan Selasa, harga minyak mentah berjangka juga merosot lebih dari 9 persen hingga diperdagangkan pada level USD 19,27 per dolar AS. Sedangkan untuk harga minyak mentah Brent yang merupakan patokan dunia turun 8,7 persen menjadi USD 22,76 per barel, harga terakhir terlihat pada 2002.

Besprofit

Penurunan permintaan minyak mentah akibat pandemi Corona ini tepat di saat rencana pemotongan produksi OPEC berakhir. Mulai 1 April 14 negara produsen minyak mulai memompa produksi sebanyak yang mereka inginkan, dan Arab Saudi telah berjanji untuk meningkatkan produksinya sebanyak mungkin.

Mengingat gantaman yang besar dari sisi penawaran maupun permintaan, analis memproyeksikan bahwa meskipun harga minyak telah turun 55 persen pada Maret ini, masih akan terdapat penurunan yang lebih besar pada bulan depan.

“Dengan dampak Corona yang terus membebani permintaan global, kemungkinan kapasitas penyimpanan minyak mentah global akan meningkat pada 2020, menciptakan skenario mimpi buruk dan kemungkinan bahwa minyak mentah dapat menguji ambang USD 10 per barel,” kata analis Raymond James John Freeman.

Harga Minyak Diprediksi Terjun Bebas ke USD 10 per Barel

Harga minyak dunia terus dalam tekanan. Bahkan paket stimulus yang telah digelontorkan pemerintah AS tak mampu memberikan persepsi positif kepada pelaku pasar.

PT Besprofit

Dikutip dari Financial Times, Senin (30/3/2020), harga minyak mentah jenis Brent turun 6 persen ke level USD 23,03 per barel, terendah sejak 2002. Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 6 persen juga ke level USD 19,92 per barel.

Lebih parah lagi, pasokan minyak dunia yang semakin melimpah membuat tempat penyimpanan (storage) minyak penuh. Hal ini dikarenakan Arab Saudi berencana membanjiri dunia dengan membuka keran minyak mentah mereka.

Analis dari Rystad Energi menyebutkan, harga minyak dunia bisa saja jatuh ke level USD 10 per barel karena dunia kehabisan tempat untuk menampung minyak tersebut, ditambah lagi pandemi Corona yang semakin berkepanjangan, membuat minyak dunia mengendap dan tidak digunakan karena industri berhenti beroperasi sementara waktu.

“Ruang penyimpanan minyak dunia telah mencapai 3/4 dari porsi keseluruhan per Januari, ditambah lagi industri di China yang terhenti sementara karena Covid-19 membuat cadangan minyak tidak terpakai,” demikian dikutip dari laman The Guardian.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG                                                  

IHSG Dibuka Anjlok 166,44 Poin

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit – 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan awal pekan ini. Seluruh sektor pembentuk IHSG berada di zona merah.

Pada pembukaan perdagangan Senin (30/3/2020) pukul 09.00 WIB, IHSG turun 166,44 poin atau 3,66 persen ke posisi 4.374,45. Adapun indeks saham LQ45 turun 5,54 persen ke posisi 660,08. Seluruh indeks saham acuan berada di zona hijau.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.545,36 dan terendah 4.347,38. Sebanyak 180 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. Kemudian 24 saham menguat dan 72 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 23.704 kali dengan volume perdagangan 240 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 329,9 miliar. Investor asing jual bersih saham Rp 18,54 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.140.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin sektor barang konsumsi yang anjlok 5,85 persen. Disusul sektor manufaktur yang turun 5,70 persen dan sektor industri dasar turun 5,60 persen.

Best Profit

Saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah antara lain TAMU turun 7 persen ke Rp 186 per saham, BAYU turun 7 persen ke Rp 930 per saham dan KBLIturun 6,99 persen ke Rp 346 per saham.

Saham-saham yang menguat diantaranya GOLD yang naik 22,5 persen ke Rp 196 per lembar saham, BTON melemah 18,18 persen ke Rp 130 per lembar saham dan UNIT naik 17,81 persen ke Rp 172 per lembar saham.

Pasar Saham di Asia

Pasar saham di Asia berguguran pada awal pekan, karena investor yang terus memantau kondisi perekonomian global dari dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang menyebar dengan cepat.

Melansir laman CNBC, Senin (30/3/2020), di Jepang, Nikkei 225 turun 2,98 persen sementara indeks Topix turun 3,2 persen. Di Korea Selatan, Kospi merosot 2,59 persen.

Sementara itu, pasar saham di Australia naik lebih tinggi, di mana indeks S&P/ASX 200 menguat 0,8 persen. Usai pasar saham turun lebih dari 5 persen pada hari Jumat. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,14 persen lebih rendah.

Bestprofit

Investor terus memantau perkembangan wabah Virus Corona, yang telah menginfeksi lebih dari 691.000 di seluruh dunia dan merenggut setidaknya 32.000 nyawa, menurut data terbaru yang dikumpulkan Universitas John Hopkins.

Pasar saham telah bergejolak dalam beberapa pekan terakhir, melihat gerakan tajam di kedua arah karena otoritas di seluruh dunia mengumumkan sejumlah besar stimulus untuk membendung dampak ekonomi dari virus.

“Pertanyaan besar bagi pasar adalah apakah stimulus besar yang diperkenalkan sejauh ini di seluruh dunia akan cukup untuk membantu ekonomi global menahan goncangan ekonomi dari langkah-langkah penahanan Covid-19,” tulis Rodrigo Catril, Ahli Strategi Mata Uang di National Australia Bank, dalam sebuah catatan.

“Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mengetahui besarnya tindakan penahanan dan untuk berapa lama ini akan dilaksanakan,” lanjut Catril.

Sementara harga minyak anjlok, dengan patokan internasional minyak mentah Brent berjangka turun 5,74 persen menjadi USD 23,50 per barel. Sementara minyak mentah AS turun 4,97 persen menjadi USD 20,44 per barel.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG