^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Minyak Dunia Capai Tingkat Tertinggi

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit

Harga minyak mentah dunia mencapai tingkat tertinggi dalam hampir dua minggu. Harga terangkat pemulihan ekuitas global dan ketegangan di Timur Tengah, di tengah kekhawatiran kenaikan produksi di Amerika Serikat (AS).

Melansir laman Reuters, Selasa (20/2/2018), harga minyak mentah Brent naik 89 sen menjadi US$ 65,73 per barel, usai naik ke level tertinggi dalam 11 hari di posisi US$ 65,75 per barel pada awal sesi.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Maret naik 82 sen menjadi US$ 62,50 per barel, setelah sebelumnya naik 1,44 persen ke level tertinggi sejak 7 Februari. “Pasar saham yang jinak membuat … seperti juga ketegangan geopolitik di Timur Tengah,” kata Commerzbank dalam sebuah catatannya.

 

Harga minyak antara lain dipengaruhi kenaikan saham di Eropa. Pasar saham global mencatat kenaikan untuk sesi keenam, menyusul aksi jual dipicu kekhawatiran tentang inflasi dan biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Bestprofit

Sementara ketegangan di Timur Tengah muncul usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa Israel dapat bertindak melawan Iran sendiri, tidak perlu bersama sekutunya di Timur Tengah. Pernyataan ini muncul setelah insiden perbatasan di Suriah mendorong terjadinya konfrontasi langsung di Timur Tengah .

Perdagangan minyak diperkirakan akan lebih lambat dari biasanya pada hari ini karena Bursa AS dan China Daratan yang libur.

Di sisi lain, kenaikan jumlah rig minyak AS menjadi indikator tentang produksi minyak negara ini. AS menambah jumlah rig sebanyak 7 menjadi 798, tertinggi sejak April 2015, menurut laporan mingguan Baker Hughes General Electric.

Itu menandai pertama kalinya sejak Juni bahwa AS menambahkan jumlah rig selama empat minggu berturut-turut, dan angka tersebut membaik dibandingkan setahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 597 rig.

Kondisi kenaikan produksi minyak AS membuat usaha Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa produsen lainnya termasuk Rusia untuk mengekang produksi sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd) sampai akhir 2018 terganggu.

PT Bestprofit

Harga minyak menguat menjelang akhir pekan ini usai bursa saham global bergerak positif. Dolar Amerika Serikat (AS) melemah juga mendukung pemulihan minyak usai tertekan pada pekan lalu.

Harga minyak Brent naik 57 sen atau 0,8 persen ke posisi US$ 64,90 per barel pada pukul 11.17 waktu setempat. Harga minyak acuan ini naik lebih dari tiga persen selama sepekan usai tergelincir lebih dari delapan perseroan pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menanjak 29 sen ke posisi US$ 61,65. Harga minyak sempat sentuh level tertinggi dalam satu minggu di US$ 61,89. WTI juga mencatatkan keuntungan selama sepekan lebih dari empat persen usai melemah hampir 10 persen pada pekan lalu.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Diperkirakan Menguat

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit

Harga minyak menguat menjelang akhir pekan ini usai bursa saham global bergerak positif. Dolar Amerika Serikat (AS) melemah juga mendukung pemulihan minyak usai tertekan pada pekan lalu.

Harga minyak Brent naik 57 sen atau 0,8 persen ke posisi US$ 64,90 per barel pada pukul 11.17 waktu setempat. Harga minyak acuan ini naik lebih dari tiga persen selama sepekan usai tergelincir lebih dari delapan perseroan pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menanjak 29 sen ke posisi US$ 61,65. Harga minyak sempat sentuh level tertinggi dalam satu minggu di US$ 61,89. WTI juga mencatatkan keuntungan selama sepekan lebih dari empat persen usai melemah hampir 10 persen pada pekan lalu.

Best Profit

“Bursa saham dan dolar AS menguatkan harga minyak untuk saat ini,” ujar Jim Ritterbusch, Presiden Direktur Ritterbush and Associates seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (17/2/2018).

Bursa saham dunia juga mencatatkan keuntungan terbaiknya dalam enam tahun usai selama dua minggu tertekan. Sedangkan dolar AS mencapai titik terendah seak 2014.Indeks dolar AS melemah ke level terendah dalam tiga tahun terhadap sejumlah mata uang. Dolar AS melemah sering meningkatkan permintaan minyak dan komoditas berdenominasi lainnya.

Sentimen lainnya mendukung harga minyak juga berasal dari pernyataan Menteri Energi Uni Emirat Arab yang mengatakan kalau produsen minyak yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia akan merancang kesepakatan mengenai aliansi jangka panjang pada akhir 2018.

Sebelumnya the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan produsen minyak lainnya termasuk Rusia memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel per hari untuk menopang harga. Pengaturan tersebut berakhir pada akhir 2018.

Bestprofit

Namun lonjakan produksi AS mengimbangi usaha tersebut. Produksi minyak AS mencapai rekor 10,27 juta barel per hari pada pekan ini. The Energy Information Administration menyatakan kalau hal itu membuat AS menjadi produsen lebih besar ketimbang Arab Saudi.

Kesepakatan anggaran AS yang disetujui pekan lalu diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak mentah AS. Di sisi lain jumlah rig AS juga melonjak pada pekan lalu ke level tertinggi dalam tiga tahun. Sebelumnya, harga minyak bergerak di dua arah pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Harga minyak Brent turun tipis sedangkan harga minyak mentah AS naik.

Mengutip Reuters, Jumat 16 Februari 2018, harga minyak Brent yang menjadi patokan harga minyak dunia tergelincir tiga sen dan menetap di US$ 64,33 per barel.Sedangkan untuk harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) menguat 74 sen atau 1,2 persen dan menetap di US$ 61,34 per dolar AS.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Minyak Bangkit Kembali Usai Melemah

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit

Harga minyak kembali bangkit usai sempat melemah. Hal itu didorong data pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan persediaan minyak naik lebih kecil dari perkiraan pada pekan lalu.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 1,41 atau 2,4 persen menjadi US$ 60,60 per barel. Penguatan harga minyak itu terbesar sejak 26 Desember. Harga minyak Brent naik US$ 1,64 atau 2,6 persen ke posisi US$ 64,36 per barel di London Intercontinental Exchange.

The Energy Information Administration menyatakan, persediaan minyak AS naik 1,8 juta barel hingga 9 Februari. Perkiraan analis, produksi rata-rata minyak sekitar 2,6 juta barel. Sementara itu, data dari the American Petroleum Institute menunjukkan kalau minyak naik 3,9 juta barel.

PT Bestprofit

“Data American Petroleum Institute “artinya baik direspons” meski ada kenaikan persediaan minyak,” ujar Direktur ClipperData, Matt Smith, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (15/2/2018).

Harga minyak sempat melemah ke posisi US$ 58,20 per barel pada awal perdagangan. Kemudian akhirnya harga minyak naik usai data Energy Information Administration (EIA) di kisaran US$ 59,83.

Sementara itu, persediaan bensin naik 3,6 juta barel dibandingkan harapan kenaikan 1,4 juta. “Kekhawatiran sekarang kalau minyak mentah akan normal selama beberapa minggu ke depan seiring perputaran kilang AS,” ujar Stephen Brennock, Analis PVM Oil Associates Ltd.

Persediaan minyak kembali bangkit usai turun dalam beberapa minggu. Pada saat yang sama, pelaku pasar juga khawatir dengan dampak dari produksi shale AS.

Best Profit

Badan Energi Internasional mengatakan, kalau produksi minyak mentah dari negara di luar Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terutama shale AS akan melampaui permintaan minyak global pada 2018. Ini dapat menekan harga minyak lebih lanjut.

Pada akhir 2017, shale US melampaui 10 juta barel. Angka ini melebihi Arab Saudi dan menyaingi Rusia. Sebelumnya harga minyak naik lebih dari 50 persen pada semester II 2017 didukung produksi OPEC menurun dan risiko geopolitik.

Sedangkan harga minyak turun 10 persen pada pekan lalu. Hal itu didorong dari koreksi harga di pasar, dan kenaikan pasokan AS.

Menteri Energi Arab Saudi mengatakan, pemerintah Arab Saudi dan OPEC berkomitmen tetap memangkas produksi mingga akhir 2018. Bahkan jika memang harus mengimbangi pasar.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG