^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Rabu Pekan Ini IHSG Bergerak Menguat

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit – 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan saham Rabu pekan ini. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor berada di berada zona merah.

Pada pra pembukaan perdagangan, Rabu (18/9/2019), IHSG naik tipis 2,01 poin atau 0,03 persen ke level 6.238,70. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG masih bertahan di zona hijau dengan menguat 7,09 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.243,78.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga naik 0,10 persen ke posisi 986,76. Sejumlah indeks acuan bergerak di zona hijau. Pada awal pembukaan perdagangan sebanyak 128 saham menguat sehingga membawa IHSG ke zona hijau. Sedangkan 37 saham melemah dan 139 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 15.329 kali dengan volume perdagangan 170,3 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 165,2 miliar. Investor asing beli saham Rp 608,4 juta di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.080.

Bestprofit

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor berada di berada zona merah dan sisanya yang berada di zona hijau. Pelemahan dipimpin oleh sektor pertambangan yang turun 0,21 persen. Diikuti oleh sektor keuangan turun 0,06 persen.

Sementara sektor saham yang menguat di sesi awal perdagangan hari ini antara lain sektor aneka industri yang melesat 0,57 persen, sektor industri dasar naik 0,38 persen dan sektor manufaktur naik 0,34 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mengerek IHSG naik antara lain KONI melonjak 16,41 persen ke Rp 745 per saham, OKAS naik 14,62 persen ke Rp 298 per saham, dan MPOW naik 8,02 persen persen ke Rp 202 per saham.

Sementara saham-saham yang melemah antara lain JSKY yang turun 6,55 persen ke Rp 785 per saham, ELSA turun 4,49 persen ke Rp 340 per saham dan ETWA turun 4,17 persen ke Rp 92 per saham.

PT Bestprofit

IHSG Berpeluang Rebound, Cermati Saham Pilihan Berikut

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali naik (rebound) di pasar saham hari ini. Meski menguat, pergerakan indeks masih akan naik tipis. Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menilai, IHSG akan kembali rebound pada rentang support 6.300 dan resistance 6.350.

“Secara teknikal kami melihat indeks cenderung berpeluang rebound ke 6.300 versus melanjutkan koreksi ke 6.100,” ujar dia dalam risetnya di Jakarta, Rabu (18/9/2019).     William melanjutkan, kenyamanan investor yang masih cukup besar di pasar saham mendorong indeks secara mental dari level 6.200 ke resistance atas 6.300-6.350.

Sementara itu, dari sisi teknikal, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Hematnya, ini memberi sinyal kenaikan bagi laju indeks. “Terlihat pola bullish harami, ada pattern penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG. Kami melihat IHSG akan diperdagangkan pada kisaran 6.193-6.294,” papar Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Gustama.

Adapun sejumlah saham rekomendasi yang dapat dijadikan pertimbangan investor menurutnya ialah saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), serta saham PT Alam Sutra Reality Tbk (ASRI).

Di sisi lain, William menganjurkan saham perbankan, yakni saham PT Bank Sentral Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), serta saham PT Astra International Tbk (ASII)..

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Serangan Drone Membuat Harga Minyak Melonjak

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit – 

Serangan drone yang menghantam kilang minyak di Arab Saudi akhir pekan lalu membuat negara tersebut terpaksa kehilangan pasokan minyak.

Insiden yang membuat 50 persen pasokan minyak negara tersebut terhenti itu mau tak mau berdampak pada harga minyak dunia. Mengutip Reuters, Senin (16/09/2019), harga minyak sempat melonjak belasan persen, bahkan mencapai titik tertinggi sejak Mei.

Dilaporkan, harga minyak jenis Brent berjangka sempat naik hingga 19 persen menjadi USD 71,95 per barel, tertinggi sejak 14 Januari 1991. Sedangkan untuk harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) sempat naik 15 persen ke level tertinggi di angka USD 63,34 per barel, tertinggi sejak 22 Juni 1998.

Best Profit

Hingga pukul 09.40 waktu setempat, harga minyak Brent berada di posisi USD 65,77 per barel, naik 8,4 persen dari posisi sebelumnya. Begitu pula dengan harga minyak mentah WTI yang melonjak ke posisi USD 59,54, naik 7,88 persen dari posisi sebelumnya.

5 Persen Pasokan Minyak Global Ludes

Secara kronologis, drone yang menyerang fasilitas pengolahan minyak bumi Arab Saudi di Abqaiq dan Khurais tersebut berdampak pada pasokan minyak dunia. Sebanyak 5 persen jatah minyak dunia ludes akibat serangan pada Sabtu (14/09/2019) kemarin.

Bestprofit

Kelompok Houthi dari Iran mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut, meski sempat ada bantahan dari Iran sendiri. Akibatnya, produksi minyak di Arab Saudi akan terpangkas sekitar 5,7 juta barel perhari, kira-kira 50 persen dari produksi secara keseluruhan.

Imbas dari insiden ini tentu akan terasa ke negara Asia yang bergantung pada minyak Saudi seperti Jepang, China, Korea Selatan, India dan Filipina. Harga energi dan bahan baku akan naik berkali-kali lipat. Sementara, sebuah sumber menyatakan pemulihan kejadian ini akan memakan waktu berminggu-minggu.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Harga Minyak Dunia Melonjak USD 10 Per Barel

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit – 

Harga minyak dunia bisa melonjak hingga USD 10 per barel setelah sejumlah serangan pesawat tanpa awak atau drone menghantam pusat industri minyak Arab Saudi. Serangan tersebut memaksa Arab memangkas produksi menjadi hanya separuh dari normal.

Mengutip CNBC, Minggu (15/9/2019), sepuluh drone menyerang fasilitas pemrosesan minyak milik Saudi Aramco yang merupakan perusahaan minyak terbesar di dunia milik pemerintah Arab Saudi. Serangan tersebut membuat dua kilang terbakar.

Akibatnya produksi minyak Arab Saudi terpangkas 5,7 juta barel per hari atau sekitar 50 persen dari keseluruhan produksi minyak dari negara tersebut. Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan tingkat kerusakan dan berapa lama fasilitas akan ditutup, analis mengatakan kepada CNBC bahwa dampak pada harga komoditas bisa naik di atas USD 10 per barel.

“Ini masalah besar” jelas Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow. “Dampak terburuk harga minyak di pasar akan dibuka USD 5 hingga USD 10 per barel pada hari Minggu malam. Ini bisa berdampak 12 sen hingga 25 sen per galon untuk harga bensin (minyak olahan).” terang dia.

PT Bestprofit

Kevin Book, kepala penelitian di Clearview Energy, mengatakan dampak serangan drone ini ke harga minyak akan tergantung pada waktu perbaikan kilang yang bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Untuk diketahui, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menetap 0,4 persen lebih rendah pada USD 54,85 per barel pada hari Jumat, dan minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan 0,2 persen lebih rendah pada USD 60,25 per barel.

2 Kilang Minyak Arab Saudi Diserang Drone

Produksi minyak Arab Saudi berkurang setengah setelah dua kilang minyak utama diserang oleh drone atau oesawat tanpa awak yang membawa bom. Kelompok pemberontak Houthi dari Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Mengutip businessinsider, Minggu (15/9/2019), juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab saudi Mansour al-Turki menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan drone tersebut.

Namun ia belum menjelaskan berapa kerugian yang dialami Saudi Aramco akibat aksi pengeboman tersebut. Saudi Aramco merupakan perusahaan minyak dan gas (migas) terbesar di dunia yang dimiliki oleh pemerintah Arab Saudi.

Best Profit

Ini merupakan pukulan yang cukup besar bagi perusahaan tersebut. Alasanya, Saudi Aramco berencana untuk melakukan initial public offering (IPO) atau menawarkan saham perdana dalam waktu dekat ini. Dengan lumpuhnya dua kilang ini berakibat aset perusahaan harus dihitung ulang.

Wall Street Journal dan Bloomberg, melaporkan bahwa menurut sumber mereka, Arab saudi menutup sekitar setengah dari produksi minyaknya setelah serangan ini. Digambarkan bahwa serangan oleh pemberontak ini terbesar sepanjang sejarah kerajaan.

Penutupan produksi yang dilakukan mencapai 5 juta barel per hari atau sekitar 5 persen dari produksi minyak mentah harian dunia. Media pemerintah Arab Saudi melaporkan bahwa saat ini kebakaran di dua kilang sudah bisa dikendalikan.

Dalam laporan BBC, Seorang juru bicara untuk kelompok Houthi yang berpihak kepada Iran di Yaman mengatakan pihaknya telah mengerahkan 10 drone atau pesawat tanpa awak dalam serangan itu.

Pejuang Houthi sebelumnya disalahkan atas serangan drone di fasilitas pencairan gas alam Shaybah bulan lalu dan Iran disalahkan oleh Arab Saudi dan AS atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak pada Juni dan Juli, yang dibantah pihak berwenang di Teheran.

Sumber

liputan6.com

bestprofit, pt bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpf

bestprofit futures, best profit futures, pt bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG